Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
125


__ADS_3

Satu bulan berlalu Eva pada akhirnya menghebuskan nafas.


Septi datang ke rumah sakit setelah mendapatkan berita meninggalnya Eva.


Septi tiba di rumah sakit bertemu dengan ayah Fany.


'' saya turut berdukacita atas meninggalnya Eva , mas !


semoga arwah Eva Husnul khatimah dan mas bisa mengikhlaskan Eva '' ucap Septi.


'' amin ..... terima kasih ibu Tian yang telah membantu kami hingga saat ini, saya mengikhlas Eva menghadap sang pencipta dan Eva bisa terlepas dari rasa sakit yang telah lama di deritanya !".


ayah Fany meminta kepada Septi untuk membantu memberikan pengertian kepada Fany bahwa sang ibu telah meninggal dunia.


Dengan senang hati Septi membantu menjelaskan kepada Fany bahwa sang ibu tidak lagi merasa sakit karena sudah menghadap sang pencipta.


Hari itu juga jenazah Eva di bawa pulang ke rumahnya.


Tiba di rumah terlihat sudah ramai orang, terlihat Fany serta Tian juga sudah berada di rumah bersama kedua orang tua Septi.


Karena suasana ramai orang bertakziah maka Septi ikut mendampingi Fany yang sedikit bingung dengan keramaian di rumah.


Fany berkata '' Tante mengapa ibu tidur ya !''.

__ADS_1


'' sayang, ibu Fany telah meninggal sebagai anak laki-laki yang kuat Fany mengikhlaskan ibu ya ''. ucap Septi.


Fany menangis tersedu melihat sang ibu tidak bangun dari tidur nya.


ayah Fany juga mendekat berkata


" sayang, sekarang ibu tidak merasa sakit lagi. ikhlaskan ya biar ibu tenang di alam sana !''


Fany masih juga berderai air mata.


Septi mendekati Fany dan berkata


'' Fany masih ada ayah Fany, tante dan Tian yang selalu menemani fany !''.


Akhirnya setelah bersusah payah membujuk Fany untuk memahami kenyataan yang terjadi, maka jenazah Eva di mandikan dan diurus selayaknya umat Islam meninggal dunia.


Septi tinggal di rumah menerima tamu yang datang untuk takjiah.


ayah Fany dan Fany ikut ke pemakaman terakhir kali untuk melihat Eva di kebumikan.


Septi menunggu di rumah sampai ayah Fany dan Fany pulang dari pemakaman.


Tiba di rumah Fany menghambur ke pelukan Septi.

__ADS_1


Dengan terisak-isak Fany berkata


'' Tante mengapa mama dikubur, sekarang Fany sendiri ek...ek..ek".


'' sayang, Ikhlas kan ibu pergi ya, agar ibu tenang disana, Tante dan Tian akan selalu bersama Fany ''


berkata Septi.


'' tapi Tante kan nanti pulang sama Tian pasti Fany sendiri di rumah !'' berucap Fany.


Septi dan ayah Fany memberikan penjelasan ke pada Fany sampai Fany bisa menerima keadaan yang telah terjadi.


Tetapi ayah Fany harus membiarkan Fany tinggal bersama Septi dan Tian di rumah Septi.


ayah Fany tidak ingin membuat Fany bersedih dengan tinggal di rumahnya sendiri karena tidak ada Eva sang ibu.


Septi dengan senang hati menerima Fany dirumahnya sebab Septi juga tidak tega melihat Fany harus sendiri dirumah bila pulang sekolah.


ayah Fany berkata '' ibu Tian tolong sementara waktu pulang sekolah Fany di rumah Tian dulu, nanti setelah pulang kerja akan saya jemput ! tidak merepotkan ibu Tian !


'' tidak apa-apa mas !, sekalian saya juga jemput Tian di sekolah dan juga Tian senang ada teman bermain di rumah, jangan sungkan saya lebih senang Fany di rumah !


saya tidak keberatan, Fany saya anggap seperti anak sendiri .'' ucap Septi.

__ADS_1


ayah Fany berkata '' terimakasih sebelumnya, ibu Tian telah direpotkan oleh Fany anak saya ''.


Semua telah selesai dan tamu sudah tidak ada lagi, Septi dengan kedua orang tua nya dan Tian mohon diri untuk pulang dan waktu juga sudah menunjukkan jam sembilan malam.


__ADS_2