
Hari pertama Tian sekolah membuat Septi bahagia melihat anaknya gembira mendapatkan teman-teman yang baru.
Tiba di rumah Tian duduk di depan Septi menceritakan segala kegiatan nya sewaktu di dalam kelas, Septi mendengarkan sang anak bercerita walaupun sebenarnya Septi juga tau apa yang di kerjakan Tian di kelas sebab Septi selalu melihat ke dalam kelas ingin memastikan bahwa Tian bisa mengikuti semua kegiatan sekolahnya. Yang sebenarnya Septi memantau perkembangan Tian pertama sekolah yang kemungkinan di hari-hari berikutnya Septi tidak bisa melihatnya dari masuk sampai keluar sekolah karena harus bekerja.
Di lain waktu Septi hanya bisa mengantar dan menjemputnya saja. Jadi hari ini Septi memperhatikan segala aktivitas Tian di sekolah.
Merasa sudah cukup Tian bercerita, Septi berkata '' anak ibu yang pintar sekarang kita makan siang lalu istirahat tidur siang ya ''
'' siap Bu '' ucap Tian.
Septi tersenyum bahagia melihat kelakuan sang anak nya.
Septi pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk Tian dan dirinya sendiri.
'' Tian makan yang banyak biar cepat besar '' ucap Septi.
'' iya, Bu '' ucap Tian
Lalu mereka makan dalam diam, selesai makan Tian beranjak pergi ke kamar untuk beristirahat.
Hari ini Septi masuk kerja, sebelum berangkat dia mengantar Tian ke sekolah.
__ADS_1
Tiba di warung Septi seperti biasa menyibukkan diri dengan pekerjaan. Namun dia tidak melupakan jam pulang Tian untuk menjemputnya di sekolah.
Pulang sekolah Tian akan ke warung sampai selesai sang ibu berkerja.
Begitulah kehidupan sehari-hari Septi dan Tian.
****
Tanpa terasa sudah dua tahun berlalu, Tian sudah menyelesaikan pendidikan nya di TK dari nol kecil sampai nol besar.
Hari ini waktu nya Tian melanjutkan pendidikan nya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu sekolah dasar atau SD.
Septi ingin mengetahui bagaimana keadaan lingkungan tempat Tian sekolah. Dia tidak ingin Tian mendapatkan masalah dengan teman-teman yang baru. Biasanya untuk awal sekolah pasti setiap anak diantar oleh orang tua nya dan hampir seluruh siswa di tunggu untuk pertama sekolah, Septi juga ingin Tian merasakan bahwa dia memiliki orang tua walaupun hanya ibu.
Septi ingin memberikan dorongan agar Tian bisa seperti anak-anak yang lain penuh dengan ceria.
Septi berusaha sebagai ibu sekaligus ayah bagi Tian sang anak semata wayang.
Tian sudah masuk ke dalam kelas Septi berjalan menuju ke bangku yang dekat taman. Dia ingin melihat taman yang dilihat sangat menyejukkan. Dalam hati Septi berkata '' sekolah ini begitu bersih dan nyaman juga tamannya terawat dengan baik berarti tukang bersih-bersih di sekolah ini rajin dan suka dengan keindahan ''
Memang sekolah tempat Tian terlihat sejuk dan indah dimana tanaman hijau sepanjang jalan ke sekolah terhampar dengan rapi yang membuat kesan sekolah asri dan nyaman untuk belajar siswa-siswa nya.
__ADS_1
Septi tidak salah pilih sekolah ini untuk Tian karena udaranya sejuk dan suasana lingkungan bersih.
Lagi melihat-lihat sekeliling taman datang seorang wanita yang terlihat modis dengan dandanan yang begitu menarik perhatian.
Wanita itu menyapa Septi
'' hai, apa kamu Septi ?''
Septi berkata '' iya, saya Septi situ siapa ''
'' oh,,,, kamu sudah lupa ya dengan saya '' ucap wanita itu sambil melepas kacamata hitamnya.
'' siapa ya, maaf saya belum ingat siapa anda !'' ucap Septi
'' temen kamu Septi waktu di SMA masak lupa kita pernah sebangku '' berkata wanita itu
'' eeee, si Eva ya '' ucap Septi
'' iya, saya Eva. Septi '' berkata Eva
Lalu mereka duduk di taman itu dan menceritakan pengalaman masing-masing setelah lulus SMA.
__ADS_1