
Septi dan Iyan tiba di ruko, lalu mereka masuk ke dalam toko bersama-sama.
Ada salah satu karyawan yang menyapa mereka berdua.
" selamat pagi bos, Septi ".
Mereka berdua menjawab bersamaan " pagi "
Septi masuk ke ruangannya untuk mulai bekerja, begitu juga dengan Iyan masuk ke ruangan pimpinan.
Mereka menyibukkan diri untuk menyelesaikan semua tugasnya hari ini sebab besok pasti ada tugas yang lain, maka yang hari ini harus di selesai hari ini juga jangan sampai tertunda karena akan menambah pekerjaan untuk besok.
Semua karyawan di toko Iyan punya disiplin untuk mengerjakan pekerjaan tepat pada waktunya, jangan menunda-nunda, bila cepat selesai pekerjaan nya maka itu lebih baik dan bisa cepat istirahat.
ini semboyan di toko Iyan. maka seluruh karyawan harus melaksanakan tidak juga terkecuali Septi, sebab dia sudah menjadi bagian dari toko Iyan juga.
Septi fokus dengan pekerjaannya dan tidak terasa makan siang tiba.
Septi tidak memperhatikan pukul berapa asik dengan kerjaannya, sehingga Iyan melihat Septi tersenyum berkata dalam hati
" mengapa bila seseorang lagi asik kerja lupa dengan waktu !"
Iyan mendekati Septi dan menepuk bahunya, Septi yang mendadak menerima tepukan di bahu terkejut dan terperanjat hampir jatuh dari kursi. Namun Iyan langsung menangkap Septi.
" e... bos ada apa " tutur Septi
" mengapa belum makan siang, ini sudah jam satu loh...!" kata Iyan
__ADS_1
" maaf tadi tanggung mengerjakan pembukuan jadi eeeee keterusan sampai jam sekarang " jawab Septi
Iyan mengajak Septi pergi ke restoran untuk makan siang, namun Septi menolaknya
" terima kasih Iyan biar saya makan roti dan susu aja itu sudah cukup !"
Iyan berkata " jangan sering seperti itu nanti kamu lelah dalam bekerja karena energi tenaga yang dikeluarkan tidak sebanding dengan yang kamu makan !"
Septi tersenyum dan tak ingin berdebat dengan Iyan bahwa ini tidak apa karena Septi sering melakukannya sekali-sekali untuk sekalian diet, Septi tidak ingin tubuhnya membesar atau gemuk, sebab bila gemuk dia berpikir susah untuk beraktifitas.
Iyan hakhirnya menyetujui Septi untuk makan roti saja dan meminta nanti sore sepulang kerja untuk makan dahulu baru pulang ke rumah.
Septi hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
waktu pulang telah tiba, Septi bergegas untuk pulang dan berjalan menuju pintu keluar.
Rahmi teman Septi mengajak untuk jalan ke mall dulu katanya cuci mata.
Septi menyetujui karena sudah lama tidak jalan ke mall.
Ke dua teman satu pekerjaan ini menaiki kendaraan dan menuju mall. Sampai di sana Septi mengajak Rahmi untuk mengisi mencari makanan dulu baru berjalan mengelilingi mall.
Septi mengisi perutnya dengan makanan berat sedangkan Rahmi hanya memesan minuman jus.
Sudah makan Septi dan Rahmi mulai berjalan mengelilingi mall, untuk melihat beberapa toko baju dan sepatu, Rahmi ada membeli baju dan sepatu sedangkan Septi rasa belum membutuhkan barang tersebut. jadi Septi tidak membeli nya.
Menjelang Maghrib ke dua sahabat ini baru meninggalkan mall dengan ceria dan pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
Septi tiba di rumah melihat suaminya Aria di ruang tamu.
Aria berkata " kamu marah tadi pagi saya turunkan di tengah jalan dan sekarang membalas pulang malam, juga tidak masak makan malam membiarkan suami kelaparan !"
" maaf tadi saya dan temen pulang kerja pergi ke mall, ada yang ingin di cari oleh Rahmi !" ucap Septi
" baik sekarang saya mau makan !"
Septi lari ke kamar dan bersiap untuk membersihkan diri.
Iyan membuka pintu kamar sebelum Septi ke kamar mandi.
" mengapa masuk kak saya mau mandi dulu !"
" saya bilang mau makan !'
" iya sabar saya mandi dulu baru membuat makanan untuk kakak !"
kata septi
Iyan jawab " saya mau makanan yang lain ?"
Septi bingung apa yang di maksud dengan makanan yang lain.
Kemudian Iyan mendekati Septi dan memulai aksinya meminta Septi memenuhi kebutuhan biologisnya.
Dan malam itu Iyan tidur di kamar Septi hingga pagi. karena kesal Iyan berulang kali menyalurkan amarahnya dengan meminta Septi melayaninya sampai menjelang pagi, entah berapa kali Septi melayani suami dan dia hanya pasrah karena itu kewajiban Septi sebagai istri.
__ADS_1