
Suasana pagi yang terlihat mendung, membuat Septi dan Tian tidak ingin keluar dari warung. Untuk berjaga-jaga bila akan turun hujan maka tidak baik Tian berada diluar.
Hujan rintik-rintik pun tiba dan Septi membawa Tian ke dalam kamar nya, Septi tidak ingin Tian berlari ke luar karena Tian bila melihat hujan dia sangat senang sekali bahkan akan bermain mandi hujan-hujanan. Memang dimana-mana namanya anak kecil pasti suka main air apalagi main air hujan.
Septi melakukan ini demi Tian yang masih kecil.
Septi takut bila Tian main air hujan akan jatuh sakit demam dan pilek.
'' hujan nya tambah deras pula sedangkan pengunjung belum ada '' bicara Septi dalam hati
Asik bermain dengan Tian di kamar tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
tok...
tok...
tok...
Septi membuka pintu kamar
'' selamat siang '' ucap Muji di depan pintu
'' mas Muji kapan datang nya '' berkata Septi
'' baru saja, untungnya ibu Wahyuni bilang langsung aja ke dalam untuk menemui mu '' ucap Muji.
__ADS_1
Lalu Septi keluar sambil menggendong Tian. Baru saja Septi keluar dari kamar Tian meronta-ronta minta diturunkan dan menunjuk-nunjuk ke pada Muji. Septi yang mengerti akan tingkah Tian bicara sama muji
'' mas ini Tian mau ikut kamu ''
Muji tersenyum melihat Tian yang mengangkat tangannya minta di ambil.
'' sini anak tampan sama ayah, ya '' ucap Muji
Septi yang mendengar perkataan ayah dari Muji terperangah.
'' mas, mengapa berkata begitu !'' kata Septi
'' tidak apa sebentar lagi kita jadi satu keluarga, biar dari sekarang membiasakan memanggil ayah ke pada saya '' ucap Muji
Septi hanya menarik nafas aja dan dalam lubuk hati yang dalam meng- amin-kan ucapan Muji.
Untuk mengharapkan Iyan ayah kandung Tian rasanya tidak mungkin lagi. Septi yang tidak tahu keberadaan Iyan dimana dan tempat tinggal Septi yang jauh.
Saat ini Septi ingin membuka lembaran baru hidupnya demi Tian sang buah hati.
Muji mengajak Tian bermain di depan sambil melihat turunnya hujan. Tian berusaha untuk mendekati hujan, namun Muji hanya memberikan tangannya saja untuk menjangkau tetesan air hujan di depan warung.
Septi berkata '' Tian nanti bajumu basah bila main air hujan ''
Muji menjawab sebab Tian belum bisa bicara yang jelas.
__ADS_1
'' iya, ibu. Tian hanya main pakai tangan aja tidak akan sampai basah baju '' ucapan Muji
Muji sambil tersenyum melihat ke arah Septi.
'' awas ya mas bila basah baju Tian'' ucap Septi
Lalu Septi masuk ke dalam warung membiarkan Muji dan Tian di teras.
Beberapa saat Muji dan Tian masuk kedalam warung.
Muji berkata '' Bu Tian tolong siapkan makanan untuk saya,
saya sudah terasa lapar ini ''
'' baik mas akan saya siapkan '' ucap Septi
Septi berlalu ke dalam tempat untuk mengambil hidangan yang tersusun rapi untuk pembeli.
Tidak terlalu lama Septi telah menghidangkan makanan kesukaan Muji. Septi sudah paham dengan makanan kesukaan Muji.
Septi berkata ''mari sini Tian sama ibu''
'' iya, Tian sama ibu dulu ya nanti main kembali sama ayah, biar ayah makan dulu ya '' ucap Muji
Septi mengambil Tian dari dekapan Muji dan berkata '' apa Tian juga mau makan ''
__ADS_1
Tian menggunakan tangan dan menunjuk-nunjuk ke arah makanan. Ini berarti Tian mau makan juga. Septi pergi ke dalam mengambil makanan untuk Tian. Karena masih kecil Tian masih memakan bubur bayi.