Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 91


__ADS_3

Nasehat Bu Wahyuni kepada Septi membuat hatinya bimbang.


ibu Wahyuni memberi saran agar Septi sholat malam minta ketetapan hati agar mendapatkan petunjuk yang terbaik.


Sekitar dua jam Septi dan ibu Wahyuni melakukan perbincangan dan Septi telah mendapatkan berbagai hal jalan yang bisa di ambil menjadi keputusannya.


Malam makin larut ibu Wahyuni mohon diri untuk pulang kerumah dan Tian sang anak Septi sudah tertidur di pangkuan Septi.


Dengan langkah tergesa-gesa Septi membawa Tian ke kamarnya. Karena Tian sudah mulai besar dan keadaan tubuhnya berisi membuat Septi harus menggunakan ekstra tenaga menggendongnya.


Tian yang berusia hampir satu tahun memang tumbuh menggemaskan dengan pipi gempalnya membuat semua orang akan gemas melihatnya. Belum lagi tingkah laku Tian yang banyak membuat orang suka yaitu muda diajak bermain dan orang nya periang.


Tian memang tumbuh sebagai anak yang tampan dan manis.


Septi melihat Tian begitu tumbuh dengan baik walaupun tanpa seorang ayah membuat dia berpikir apa yang di katakan oleh ibu Wahyuni.


Septi tidak akan rela untuk berpisah dengan buah hatinya.

__ADS_1


Sambil meletakkan Tian di atas tempat tidur Septi berkata


'' anak ibu yang cakep sampai kapanpun ibu tidak akan bisa terpisah denganmu ''


Lalu Septi mencium pipi Tian untuk ucapan selamat malam kemudian dia ke kamar mandi untuk mencuti muka setelahnya pergi tidur di samping Tian sang putranya.


Septi tidak bisa memejamkan mata dia teringat pesan dari ibu Wahyuni. Bila Septi dalam posisi mas Muji bakal sulit memilih anak apa dia. Dengan berpikir bagaimana langkah selanjutnya Septi berkata dalam hati


'' sebaiknya saya lihat dulu perkembangannya kedepan dan saya juga ingin yang terbaik untuk semua tidak ada yang tersakiti bila pernikahan terjadi''


Pada akhirnya Septi dapat tertidur karena kelelahan berpikir apa yang di pilih untuk ke depannya.


Melihat ini ibu Wahyuni hanya menggelengkan kepala sebab dia tidak ingin terlalu ikut campur dengan keputusan Septi. ibu Wahyuni membiarkan Septi mengambil keputusan dalam hidupnya sendiri toh yang menjalani pernikahan Septi dan ibu Wahyuni tidak ingin menghalangi kebahagiaan Septi yang menyukai Muji. Ibu Wahyuni melihat Septi demikian berusaha mengisi waktu Septi dengan berbagai hal sampai-sampai Septi di beri tugas yang biasanya bukan dia yang melakukan pekerjaan itu.


ibu Wahyuni berkata '' nak Septi kemari ''


'' iya Bu '' ucap Septi

__ADS_1


Lalu Septi menghampiri meja tempat ibu Wahyuni duduk.


'' ibu lihat warung saat ini sepi karena sudah lewat waktu makan siang, Septi mau ke pasar dengan Cici '' ucap Bu Wahyuni.


'' baik Bu saya akan ikut Cici ke pasar '' ucap Septi.


Septi senang bisa melakukan aktivitas ke pasar yang banyak orang dan telah lama dia tidak ke pasar sebab Tian yang masih kecil waktu itu.


Beberapa saat Septi dan Cici serta juga Tian ikut Septi bawa ke pasar.


Septi sengaja membawa Tian agar bisa lihat-lihat keramaian pasar.


Dengan penuh antusias Septi pergi ke pasar. Tiba di pasar Septi berkata '' dek Cici lihat itu ikannya segar-segar ya ''


Cici berkata '' iya kak itu terlihat baru diambil dari laut ''


Septi dan Cici membeli semua keperluan warung yang telah di catat oleh ibu Wahyuni.

__ADS_1


Mereka dengan semangat membeli dari para pedagang dan tidak terasa hampir dua jam mereka di pasar setelah semua di beli maka mereka pulang ke rumah.


__ADS_2