
Habis manis sepah dibuang itu ibaratnya hidup Septi.
Septi pulang kerumah dengan perasaan hancur berkeping-keping.
Septi dengan perasaan sedih menatap Tian dan bicara dengan sang anak
'' maaf kan ibu nak kamu harus berpisah dengan ayah kandung mu '' ucap Septi
Tian memang masih bayi namun sebagai anak dia mengerti perasaan sang ibunda nya gelisah dan bersedih walaupun Tian belum bisa bicara.
Septi bertekad walaupun Iyan telah pergi dia tetap akan berpisah dengan Aria.
Septi ingin membuka lembaran baru dalam hidupnya bersama Tian sang anak yang memberikan semangat untuk bertahan dan melanjutkan hidup.
Aria mengetahui bahwa Iyan sudah tidak tinggal satu kota dengan Septi. Maka Aria berpikiran Septi tidak jadi minta berpisah.
Ke dua suami istri ini dengan berbeda pemikiran nya.
Hari yang di nanti oleh Septi tiba.
Septi memberikan surat gugatan cerai ke pada Aria.
Sepulang dari kantor dan telah membersihkan diri Aria telah di tunggu oleh Septi di ruang keluarga.
__ADS_1
'' kak, bisa bicara sebentar ini surat gugatan cerai saya '' ucap Septi
Aria menatap Septi dengan mata seperti mau keluar.
''Mengapa cepat sekali memang kamu kembali sama Iyan ! ya'' berkata Aria
Septi menjawab
'' iya ingin bersama Iyan, ayah dari Tian anak saya ''
'' haaaaaa, memangnya Iyan ada di kota ini bukan saya tidak tau ! Septi '' ucap Aria
Septi terkejut pernyataan dari Aria bahwa dia mengetahui kemana perginya Iyan.
'' jangan mimpi, saya akan memberitahukan ke mana Iyan pergi !'' kata Aria
'' kakak tolong kasih tau di mana keberadaan Iyan sekarang ?'' ucap Septi
'' sampai kapan pun saya tidak akan memberitahukan dimana, itu lebih baik sehingga kamu tetap bersama saya '' ucap Aria
Septi berusaha agar Aria mau memberitahukan di mana Iyan. Tetapi usahanya sia-sia, Aria tetap pada pendiriannya.
Septi akhirnya mengalah berusaha lain waktu untuk merayu Aria agar memberitahukan keberadaaan Iyan.
__ADS_1
Saat ini Septi harus berfokus untuk meminta tanda tangan surat gugatan cerai yang di ajukan Septi.
'' baiklah,, bila kakak tidak mau kasih tau dimana Iyan saat ini, namun tolong tanda tangani surat ini agar besok bisa diproses di pengadilan '' ucap Septi
Aria mengatakan
''untuk apa Septi masih berkeinginan untuk meminta berpisah sedangkan Iyan sudah pergi jauh. Lebih baik jadi istri tua saya dibandingkan harus menyandang predikat janda.''
Hal ini sudah menjadi kesepakatan Septi dengan Desi bahwa dia harus meninggalkan Aria bila Desi hamil.
Sebagai seorang sama-sama wanita Septi tidak ingin melukai hati wanita lain.
Walaupun sekarang Kenyataan nya Iyan tidak ada lagi, janji itu sudah menjadi janji Septi tidak ingin ingkar janji.
Septi mendesak Aria untuk mau mendatangani surat cerai tersebut. Melalui berbagai perdebatan yang panjang, Aria harus menandatangani surat cerai tersebut karena Septi bicara akan baik-baik saja mereka berpisah jangan sampai terjadi hal yang bisa merusak reputasi ke dua belah pihak.
Septi menjelaskan bahwa bukan dia yang akan mengurus segala sesuatu, melainkan Septi meminta jasa bantuan pengacara untuk menghadapi berlangsungnya proses persidangan cerai nantinya.
Septi ingin permasalahan rumah tangga nya cepat selesai dan Septi akan berusaha untuk memulai kehidupan baru.
Biarpun Septi tidak mengetahui harus mencari di mana keberadaan Iyan.
Septi berusaha satu masalah besar yaitu perpisahannya telah selesai, baru akan menuju masalah berikutnya untuk mencari keberadaan Iyan.
__ADS_1