
Pagi yang cerah Septi dan Tian serta kedua orang tua Septi sedang sarapan pagi terdengar pintu rumah diketuk.
'' tok, tok, tok
ibu Septi berkata '' siapa pagi-pagi begini bertamu !''
Septi beranjak dari kursi menuju pintu untuk melihat siapa tamu yang datang.
Sampai di depan pintu dan membukanya, betapa terkejutnya Septi melihat tamu yang datang.
'' ada apa Bu, pagi-pagi begini ke rumah '' ucap Septi.
Dan mempersilahkan untuk masuk ke dalam rumah.
Rupanya yang datang ibu Wahyuni pemilik warung makan tepat Septi bekerja.
ibu Wahyuni berkata '' Septi ibu sekarang harus berangkat ke tempat saudara ibu yang mendapatkan musibah, jadi ibu minta tolong ke kamu Septi untuk menjaga warung dan mengurus warung agar tetap buka ''.
__ADS_1
'' baik Bu, saya akan melaksanakan sebaik-baiknya sampai ibu kembali pulang. Saya berusaha semampu saya agar warung berjalan seperti biasa !'' ucap Septi.
Septi tidak bisa menolak di beri tanggung jawab menjaga warung Bu Wahyuni, karena selama ini ibu Wahyuni sangat baik terhadap Septi dan Tian.
Walaupun dalam hati Septi ragu di beri amanah sebesar itu untuk mengelola warung yang sudah cukup banyak pembelinya dan hasil uang dari warung setiap harinya lumayan banyak.
Warung ibu Wahyuni ini memang terkenal murah dan makanannya enak-enak maka peminatnya makin hari bertambah, apa lagi saat ini warung itu sudah berdiri bertahun-tahun makin banyak yang menjadi pembelinya.
ibu Wahyuni berkata '' ibu percaya dengan mu Septi, bisa melakukan pekerjaan ini, ibu titip warung ya !
setelah semua selesai urusan di tempat saudara ibu pasti langsung pulang !''
'' terimakasih Septi atas pengertiannya, maaf ibu langsung pulang aja dan biar cepat sampai di tepat saudara ibu " berkata ibu Wahyuni.
Septi menatap kepergian ibu Wahyuni dan kembali ke ruang makan.
'' siapa yang bertamu Septi ?'' berkata sang ibu Septi.
__ADS_1
'' ibu Wahyuni akan pergi ke luar kota tempat saudaranya yang mendapatkan musibah !'' ucap Septi.
'' mari kita lanjutkan sarapannya nanti keburu dingin nasi goreng nya '' ucap bapak Septi.
Lalu keluarga ini menyelesaikan sarapan pagi yang sempat tertunda karena kedatangan Bu Wahyuni.
Dengan lahap Tian sarapan, menu nasi goreng ini kesukaan Tian karena ada sosis dan juga kerupuk pelengkap nasi goreng.
Semua anggota keluarga telah selesai sarapan dan Septi bersiap untuk mengantar Tian ke sekolah terlebih dahulu baru kemudian Septi akan ke warung.
Di sepanjang jalan Septi berusaha berpikir apa yang harus dia lakukan nanti di warung dengan tugas yang baru di berikan oleh ibu Wahyuni, maka Septi harus pulang terakhir dan datang pagi-pagi sekali untuk mempersiapkan keperluan warung.
Septi berpikir keras apa yang harus di kerjakan terlebih dahulu dan berusaha membuat jadwal kegiatan apa yang paling utama yang harus Septi kerjakan.
Tanpa terasa Septi telah sampai di warung dan pikirannya buyar karena ada orang yang memanggilnya.
'' Bu Septi, cepat kemari kami ingin bertanya kemana Bu Wahyuni ! kok dari pagi tadi belum datang juga ke warung setelah tadi ke rumah Bu Septi '' berkata salah satu karyawan Bu Wahyuni yang membantu pekerjaan Septi di warung.
__ADS_1
Septi berkata '' maaf Bu Wahyuni terburu-buru mendapat kabar bahwa keluarganya di luar kota mendapatkan musibah maka ibu Wahyuni pergi ke sana dan kita di sini meneruskan membuka warung sampai ibu kembali !''
Semua pekerja di warung ibu Wahyuni mendengar perkataan Septi dan mulai bekerja seperti biasanya. Cuma Septi yang tugasnya bertambah yaitu menjadi kasir dan juga sekaligus melihat keperluan warung yang harus dipenuhi.