
Hari berganti hari, minggu berganti Minggu dan dua bulan sudah lamanya Muji tidak pernah datang berkunjung ke warung.
Septi sudah tidak mengharapkan untuk bisa berjumpa, namun di siang hari banyak penghubung ingin makan siang. Di antara banyaknya orang yang memesan makanan di situ ikut juga Muji.
Penuhnya pengunjung pada saat makan siang membuat Septi tidak begitu mengetahui keberadaan Muji diantara para pengunjung. Karena di warung tersebut saat makan siang yang menjadi pramusaji ada beberapa orang.
Septi bekerja dengan teman yang lainnya dan kebetulan untuk melayani meja Muji bukan Septi melainkan temanya Septi.
Maka Septi terlihat cuek kepada Muji yang dari masuk warung memperhatikan tingkah laku Septi.
Suasana begitu ramai muji tidak ingin mengganggu Septi bekerja.
Muji juga dalam keadaan sudah lapar maka dia ingin mengisi perut nya terlebih dahulu karena cacingnya sudah demo untuk minta diisi.
Muji merasa kelaparan karena menempuh perjalanan jauh, hampir lima jam dia baru berhenti dan memang dia ingin makan di warung Bu Wahyuni sekaligus ingin melihat Septi di sana.
Perut Muji telah kenyang dan kini dia santai mengisap rokoknya.
__ADS_1
Muji memandang ke segala penjuru untuk mencari keberadaan Septi. Waktu itu Septi sedang didalam untuk memberikan ASI kepada Tian sang anak.
Muji menunggu beberapa saat dan melihat Septi keluar dengan membawa Tian di pelukannya.
muji berkata '' mbak Septi ''
Septi menoleh mencari sumber suara. Karena pengunjung warung mulai tidak terlalu padat maka Septi bisa melihat keberadaan Muji di situ.
'' maaf mas, saya tidak melihat bila mas sudah dari tadi di sini, maklum lagi ramai-ramai nya warung jadi tidak sadar ada mas juga '' ucap Septi
'' tidak apa mbak, saya juga tadi lapar jadi ingin makan dulu '' kata Muji
'' saya baru tadi pagi berangkat jadi sampai sini siang deh mbak !'' kata Muji
Mereka berbicara panjang lebar tentang selama mereka tidak bertemu dan Tian sudah di dekapan Muji.
Muji mengajak bermain Tian sehingga sampai Tian tertawa.
__ADS_1
Muji bisa membuat anak kecil menyukainya, karena sebenarnya Muji juga telah memiliki empat orang anak. Tetapi anak Muji duanya perempuan maka dia sangat senang sekali dengan Tian seorang anak laki-laki.
Septi mengetahui akan hal ini karena muji menceritakan perjalanan hidupnya secara garis besarnya saja. Yang Septi ketahui bahwa muji telah berpisah satu tahun dengan istri nya dan kini sendiri. Anak-anak Muji semua ikut ibunya, tetapi mereka esa rumah namun masih jarak yang tidak terlalu jauh masih satu lingkungan.
Septi tidak ingin berharap banyak dengan kedekatan dengan Muji di sebabkan masih teringat apa yang telah dia lewati dan melihat Tian yang masih kecil. Dan sekarang kehidupannya sudah cukup membaik. Septi ingin fokus membesarkan Tian terlebih dahulu dan mencurahkan kasih sayang nya.
Memang Muji masih menganggap Septi sebagai teman, namun seiring waktu muji berkata
'' soal jodoh kita tidak mengetahui nya ''
Septi juga menganggukkan kepala.
dia juga tidak menutup apa yang menjadi kehendak Allah SWT, Septi berserah diri kepada Nya.
Septi ingin menjalani dulu pertemanan yang lebih mendalam untuk saling mengetahui karakter dan pribadi masing-masing.
Septi ingin membina rumah tangga yang saling membutuhkan dan saling sayang. Juga untuk saling terbuka diantara mereka.
__ADS_1
Septi berharap waktu yang akan menjawab semua ini.
Septi dan Muji sepakat mereka menjalani seperti air mengalir dan mereka mengikuti ke mana muaranya.