Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 47


__ADS_3

Septi menceritakan siapa Iyan ke pada orang tua nya sebagai bos di tempat kerja bukan sebagai ayah bayi yang ada di gendongannya.


Septi masih berdusta ke pada orang tuanya takut bila mengetahui yang sebenarnya apa respon mereka, menyukainya atau malah membenci Iyan.


Untuk meyakinkan orang tua Septi mengatakan bahwa Aria lagi banyak kerjaan sehingga tidak bisa mengantar Septi.


Penjelasan Septi oleh orang tua nya sebenarnya tidak masuk akal, bila baik-baik saja untuk apa Septi pulang ke rumah orang tuanya bukan ke rumah suaminya.


Menurut Septi bahwa bila di rumah suami nya tidak ada yang membantu merawat bayinya sedangkan Septi belum pernah merawat bayi apa lagi sendirian, masih takut memandikan bayi dan membantu menjaga Tian bila menangis, karena Septi belum punya pengalaman mengurus bayi.


Penjelasan ini sedikit bisa di mengerti oleh orang tua Septi, sehingga Septi sedikit lega perasaannya.

__ADS_1


Iyan ingin sekali tinggal juga sama Septi, namun Septi mengingatkan nya bahwa jangan menambah masalah kita lihat ke depannya apa reaksi Aria.


Septi memang tidak memberikan kabar ke pada Aria secara langsung. Septi melalui pesan WhatsApp bahwa akan pulang ke rumah ibunya Septi.


Kebetulan Aria tidak buka handphone nya karena baterainya habis maka WhatsApp dari Septi tidak di baca Aria.


Malam hari Aria baru membaca pesan dari Septi dan terkejut.


Aria bicara sendiri " mengapa dia ke tempat ibunya tidak minta antar saya, apa yang di pikiran kan oleh mertua saya, anak dan istri pergi sendiri tidak bersama saya..."


Aria masih ingin mempertahankan rumah tangga nya.

__ADS_1


Yang membuat Aria mempertahankan rumah tangga yang tidak di ketahui oleh Septi dan keluarga nya adalah Aria bekerja di satu perusahaan dengan paman Septi jadi dia tidak ingin sampai ke telinga paman nya bahwa keadaan rumah tangganya di ambang ke hancuran.


Hal ini yang membuat Aria tidak ingin berpisah dengan Septi dan mengetahui juga bahwa pamannya Septi tidak memiliki keturunan, ini pikiran Aria kesempatan dia untuk bisa menggantikan kedudukan paman Septi.


apa yang menjadi alasan Aria tidak ingin berpisah dengan Septi tidak pernah terlintas di pikiran Septi, apa lagi pamannya.


Aria sebelum menikah dengan Septi sudah berkerja di perusahaan tempat pamannya bekerja dan termasuk karyawan yang berbakat serta kinerja yang baik, sehingga membuat paman Septi ingin menjodohkan pada keponakannya.


Selama ini Aria berkerja baik di perusahaan, paman Septi tidak mengetahui kelakuan Aria selama di luar kantor apalagi setelah berumah tangga dengan Septi bagaimana sikapnya terhadap Septi sebagai seorang suami.


Di lain pihak Septi memang tidak ingin ikut campur dengan urusan pekerjaan Aria bahkan Septi sendiri tidak mau satu kantor dengan Aria, makanya Septi bekerja mencari sendiri tanpa meminta bantuan pamannya dan ingin hidup mandiri dari hasil usahanya sendiri.

__ADS_1


Paman Septi juga tidak pernah memaksa Septi untuk satu kantor dengan suami nya karena itu lebih baik sebab bila dalam satu kantor kesannya nanti sudah dirumah bertemu di kantor bertemu kembali bisa-bisa dua puluh empat jam mereka saling bertemu sehingga takut menjadi bosan atau bekerja tidak bebas karena istri dan suami yang pasti untuk teman karyawan yang lain tidak bisa asal bicara, lalu untuk memberikan suasana yang baru dan berbeda dengan dirumah dan di kantor.


Paman Septi mengerti keadaan keponakannya agar berganti suasana, sehingga tidak monoton itu saja takut timbul rasa jenuh di kemudian hari. karena dalam pikiran Septi sebelumnya pernikahannya bukan waktu yang sebentar diharapkan sampai akhir hayat.


__ADS_2