Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
24. lepas cincin dari jari


__ADS_3

Denis membawa Flora main ke rumahnya. Di sana Flora bertemu dengan Sakinah.


Flora menganggap Sakinah adalah asisten rumah tangga. Namun Flora curiga dengan perlakukan baik orang tua Denis kepada Sakinah.


Pak Mario merasa sangat kesal saat mengetahui bahwa Sakinah harus bekerja sebagai pembantu karena adanya Flora di rumah. Namun, dia merasa terpaksa harus mengikuti keinginan Sakinah. Pak Mario berencana untuk mengadakan resepsi pernikahan antara Denis dan Sakinah agar semua orang mengetahui status hubungan mereka.


Sementara itu, Namira mengetahui keberadaan Flora dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membongkar rahasia antara Sakinah dan Denis. Dia bersama dengan Kania menyusup ke rumah Denis. Ketika Denis dan Flora pergi makan di luar, Denis sempat ingin mengungkapkan rahasianya pada Flora, namun akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya.


Denis dan Sakinah kemudian bertemu di halaman belakang, dan Namira yang sedang bersembunyi melihat dan mendengarkan semua pembicaraan mereka. Denis mengatakan bahwa dia akan membongkar semuanya ke depan Flora besok. Hal ini membuat Sakinah terkejut, begitu pula dengan Namira yang merekam percakapan mereka. Saat Sakinah pergi ke dapur, Namira menyelinap masuk ke kamar pembantu tempat Sakinah tidur.


Sakinah berusaha menutupi jika ia sudah menikah dengan Denis, bahkan untuk membantu Denis menutupi statusnya, cincin pernikahannya ia tutup dengan perban agar Flora tak tahu.


Sikap sabar Sakinah membuat Denis jadi tidak enak dan akan berkata jujur pada Flora jika ia sudah menikah dengan Sakinah.


" Denis adalah orang yang memakai cincin di jariku " gumam ku


" Lepas kan cincin itu biar nggak ketahuan oleh flora " ucap Denis terhadap ku


" Harus kakak juga yang ngelepasin cicinnya mas " ucap ku


" Oh gitu " ucap Denis yang jutek


" Karena aku nggak mau kak. Jadi orang yang menghancurkan rumah tangganya dengan tangannya sendiri " ucap ku


" Oke oke sekarang aku cuma nggak mau kalo besok flora ngeliat. Ada cincin itu di jari lo gitu doang. Besok setelah flora pergi dari sini . Silahkan kamu boleh pake cincin ini lagi oke " kata Denis

__ADS_1


" Eh sakit " ucap ku yang kesakitan . Cincin nggak mau lepas dari jari ku . Denis paksa biar cincin itu bisa di lepas sampai melukai jari ku. Tania mendengar ku kesakitan lalu dia memberi saran


" pake sabun aja kak bisa kok " ucap Saran dari Tania


" Ya udah gua mau coba deh " ucap Denis


" Oke . Kok tangan lo gemetaran sih. Kak Denis bakal buang lo dari sini . Sini tangan lo . Ih susah banget sih. Ngapain di sini cin


" ucap Tania dan langsung menarik tangan ku menuju kamar mandi . Sambil ngomel-ngomel karena cincin nggak mau lepas pada hal pake sabun


" Nggak aku apa-apain kan ya . Aku juga nggak tau ah sakit Tania pelan-pelan . Eh sumpah kan ini aku bener-bener nggak ngapa-ngapain " kata ku yang terus ke sakitan


" Alah sumpah lo tuh kayak sampah " ucap Tania


" Tania pelan-pelan sakit " teriakku yang kesakitan


" Tania, Tania pelan-pelan " teriak ku terhadap Tania yang terus menarik paksa cincin di jari ku


" Sakinah teriak kesakitan gitu " gumam Denis nggak tega mendengar sakinah ke sakitan di dalam kamar mandi .di balik pintu kamar mandi Denis pun langsung membukanya dan menyuruh Tania berhenti


"Denis " ucap Tania


" eh stop , apa-apaan sih Tania " ucap Denis langsung menarik tangan ku yang ke sakitan dan menyuruh Tania berhenti untuk melepaskannya


" Ih cincinnya nggak bisa lepas dari jarinya. Jarinya tuh di apain sama dia " ucap Tania

__ADS_1


" ya ampun Sakinah jari kamu sampai luka gini astaga " ucap Denis tak tega melihat ku seperti ini


" Biarin aja sih kak . Aku yakin pasti cincinnya di apa-apain sama dia. Biar nggak bisa keluar dari jarinya " teriak Tania yang terus ngomel-ngomel di depan ku


" Ngapa-ngapain gimana sih. Udah nggak usah di copotin sini . Nanti di tutup perban aja biar nggak ada yang liat " kata Denis yang terus melihat jari ku penuh luka


" Makasih ya kak " ucap ku


" Sini sini aku obati luka kamu " ucap Denis sambil memberikan obat luka


Tanpa sengaja pembicaraan mereka didengar oleh Namira. Tentu saja Namira tidak suka dengan kejujuran Denis, karena rencana jahatnya tidak akan berjalan lancar jika Denis berkata jujur pada Flora.


Dengan ambisiusnya ingin mendapatkan Denis, Namira sampai menghasut Kania, dia masuk mengendap ke rumah Denis.


Sementara itu Kania membawa koper Sakinah, dengan penuh emosi Kania mengatakan bahwa Sakinah harus pindah ke kamar asisten rumah tangga.


Sakinah terdiam melihat tingkah adik iparnya itu dan ibu Lauza memeluk untuk menenangkan Sakinah.


Dengan terpaksa Sakinah harus bermalam di kamar asisten rumah tangga untuk satu malam.


Keesokan harinya Andrew berpapasan dengan Denis diteras rumah, namun ia kaget saat melihat Flora sambil menggandeng tangan Denis.


Saat diperjalanan anak jalanan menyapa Denis, anak jalanan tersebut menanyakan kenapa wanita yang disamping Denis bukan kaka yang kemaren (Sakinah).


Denis terlihat gugup dan memang benar bahwa dia harus jujur kepada Flora tentang semuanya.

__ADS_1


Denispun akhirnya meminta maaf kepada Flora dan mengatakan bahwa selama ini ada yang disembunyikan darinya.


__ADS_2