
Setelah semua keperluan dapur terpenuhi Septi dan Aria pulang ke rumah mereka.
Di perjalanan Septi diam seribu bahasa. Aria juga membisu seakan berpikir apa yang harus di katakan tentang wanita cantik yang tadi bertemu di supermarket bila Septi menanyakannya.
Di samping itu Septi tidak ingin langsung bertanya tentang wanita cantik itu dia ingin membuktikan sendiri apa hubungan Aria dan wanita itu.
Septi berpikir keras bagaimana cara nya untuk mendapatkan bukti mereka berdua.
Ingin minta bantuan Iyan namun Septi ragu karena sejak di rumah orang tua Septi sampai kini Iyan tidak lagi menghubunginya.
Septi berpikir Iyan sangat terluka hatinya dengan keputusan Aria dan juga dukungan dari orang tua Septi.
Septi berusaha sendiri untuk menemukan bukti antara Aria dan wanita cantik itu tanpa bantuan orang lain terutama Iyan.
Septi tidak ingin melibatkan Iyan dalam hal ini biar dia bisa menenangkan diri nya agar bisa pulih sakit hatinya.
Tiba di rumah Aria, mereka masih asik dengan pikiran nya masing-masing dan suasana jadi hening.
Aria membuka pintu dan Septi menggendong Tian langsung masuk ke kamar untuk beristirahat.
Septi meletakkan Tian yang sudah tertidur semenjak di perjalanan pulang tadi, mungkin Tian terasa lelah juga dan memang bayi biasanya cepat tidurnya.
Septi juga turut tidur bersama sang anak, dia terasa lelah berpikir.
Aria yang membawa semua kebutuhan dapur meletakkan nya di tempatnya dan menyusun rapi.
__ADS_1
Dia tidak bertanya kepada Septi takut malah Septi bertanya tentang wanita yang tadi.
Semua bahan telah di tersusun maka Aria pergi ke kamar nya untuk beristirahat dan tidur.
******
Sudah satu minggu Septi dan Tian di rumah Aria.
Hari ini Septi mencurigai Aria akan pergi di hari libur.
'' kak rapi benar memang mau kemana !
ini kan hari libur '' berkata Septi
''ada urusan di luar'' jawab Aria
Dengan tekat yang kuat Septi bersiap-siap untuk mengikuti Aria.
Aria pergi dari rumah, lalu Septi sambil membawa Tian segera mencari kendaraan untuk membututi Aria.
Nasib baik ada taksi lewat di depannya sehingga Septi segera memberhentikan mobil tersebut.
Lalu naik taksi dan meminta sang sopir mengikuti kendaraan Aria.
Aria yang tidak terpikirkan akan di buntuti oleh Septi berjalan santai menuju tempat yang telah disepakati untuk bertemu.
__ADS_1
Aria tiba di sebuah taman dan di sana telah menunggu seseorang.
Septi mencoba lebih dekat dengan Aria dan wanita itu.
Dengan bersembunyi Septi melihat wanita tersebut dan terkejut Septi mendapati wanita itu adalah wanita yang dulu pernah bertemu di supermarket.
Septi coba mendengar pembicaraan Aria.
" sayang kita mau kemana !" berkata Aria
sang wanita menjawab " mas kita pergi shopping ya, sudah lama tidak jalan-jalan cuci mata mas ''
Septi mendengar pembicaraan Aria dengan wanita itu terkejut.
Bahwa Aria memanggil nya sayang sedangkan kepadanya hanya nama saja itupun jarang dia sebut.
Dalam hati Septi berkata
'' pasti mereka ada hubungan yang sepesial ''
Aria dan wanita itu beranjak pergi dari taman.
Septi tetap akan mengikuti ke mana Aria pergi membawa wanita itu. Dan saat itu Tian sepertinya mengerti tidak terlalu banyak menangis atau bertingkah bahkan sering Tian tertidur.
Septi mendekap Tian dan mengajak berbicara agar jadi anak yang pintar karena Septi lagi ada suatu pekerjaan dan terpaksa membawa Tian yang masih kecil.
__ADS_1
Septi tidak tau mau di titipkan kepada siapa Tian karena masih bayi.