Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
episode 4


__ADS_3

Pada saat Cika hendak tidur, ada pesan masuk dari hp nya, dan ia bergegas mengambil hpnya di meja belajar lalu melihat siapa yang mengirimnya pesan. Dan ternyata yang mengirim pesan tersebut adalah Kayla.


Kayla mengirim sebuah pesan kepada Cika, (Cika, lo ada liat snap gue kan? kenalin itu pacar gue, jadi lo jangan deket-deket lagi sama dia. Ngerti lo?).


"sejak kapan mereka pacaran ya?". Dalam hati cika bertanya-tanya.


(Kalian udah lama pacaran ya?). Bertanya dengan hati-hati, walaupun agak sedikit ragu untuk membalas pesannya.


(Iyalah, dianya aja yang lagi sibuk makanya gak sempet temenin gue, ingat jangan deket-deket, kalau gak habis lo sama gue).


(Iya kay).


keesokan harinya


"Ma, Cika sama Erza berangkat sekolah dulu yaaa". dan mereka berdua segera bergegas ke mobil, karena Ayahnya sudah menunggu.


"Iya sayang, belajar yang rajin". Berdiri di depan pintu rumah dan kembali masuk.


"Cika, gimana sekolahnya nyaman?" tanya Ayah yang sedang menyetir mobilnya.

__ADS_1


"Nyaman Ayah". Menjawab dengan lembut.


"Kamu pelan-pelan harus bergaul ya, sama yang lain, supaya temen kamu banyak. Kan ini udah mau naik kelas". Memberi semangat kepada anaknya, supaya ia tidak putus asa dalam menjalani kehidupannya.


"Iya ayah".


"udah sampai ni, cepet masuk sebelum bel bunyi". mengelus kepala Cika dan tersenyum sembari melihat Cika berjalan menuju ruang kelasnya.


Sampai di kelas~


"Cika, lo jatah piket hari ini, cepet nyapu, bentar lagi guru dateng". Berjalan dengan sombong dan melempar sapu ke arah cika.


Dan yang melempar sapu itu namanya Iren, dia juga satu geng sama Kayla dan yang satu lagi bernama Angel. Mereka bertiga yang sering banget ngejahilin Cika. Kalau yang lain sih gak ngejahilin tapi cuma ngejauh aja gitu. Kecuali Miko.


Karena nyapu kelasnya sudah selesai dan guru pun sudah ada di depan kelas, dan pelajaran pertama dimulai.


Bel berbunyi dua kali tanda sudah jam istirahat, Cika yang ingat akan kata ayahnya tadi ia pun pelan-pelan ingin berteman. Dan Cika ingin mendekati Rara, karena di lihat dari luar ia biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa.


"Ra, ke kantin bareng yuk?" walaupun pada saat berbicara dengan Rara ia menunduk.

__ADS_1


"oke ka". Jawab Rara.


Rara tidak sendri dia ada gengnya sendiri juga. Dan Cika mengikutinya di belakang. Karena Cika jalannya lamban dan kepala menunduk, ia agak ketinggalan. walaupun mereka sampai di kantin Cika juga diam saja dan tidak berbicara, sekalipun yang lain berbicara sangat banyak, tapi entah mengapa dia merasa tidak bisa masuk ke dalam obrolan tersebut.


Jam istirahat pun telah usai, kini mereka kembali ke dalam kelas.


Cika kembali duduk di tempatnya, karena guru belum ada di kelas, jadi Miko datang menghampiri Cika.


"Cieeeee,,,,, yang punya kawan baru niii". Miko melihat Cika dengan senyum tapi kini menjadi bingung.


"Cika, ngomong dong, kan udah ada teman baru harusnya senang dong, masak mukanya bengong gitu". bertanya dan menatap mata Cika dengan serius.


"Gak ada apa-apa Miko, balik ke meja kamu, nantik ada yang marah lagi". Cika mendorong Miko, tidak kasar hanya berharap ia pergi.


"Marah kenapa, kan aku gak gangguin mereka, apa urusannya sama mereka". Miko masih tetap di samping Cika dan tidak bergeser sedikit pun.


Akhirnya Cika pun membiarkannya, dan ia melihat Kayla dan gengnya melihatnya dengan tatapan yang mengerikan. pada akhirnya Cika hanya bisa duduk dan menaruh mukanya diatas meja dan menutupi wajahnya menggunakan tangan.


Bersambung~o(〃^▽^〃)o

__ADS_1


__ADS_2