Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 42


__ADS_3

Matahari mulai terbit Septi telah berpakaian rapi dan menuju ke ruko, dia tidak menunggu Aria keluar dari kamar.


Septi sengaja tidak ingin bertemu dengan Aria dan memberikan waktu untuk Aria berpikir agar mengambil keputusan apa untuk ke depannya.


Di ruko Iyan telah menunggu Septi di ruang kerjanya, sebab sebelum Septi berangkat kerja sudah WhatsApp Iyan agar cepat ke ruko ada hal penting yang mau di bicarakan oleh Septi. isi WhatsApp ini membuat Iyan penasaran apa kabar yang akan dia dengar dari Septi.


Gelisah Iyan menanti pujaan hati dan ada suara pintu di ketuk


tok..


tok..


tok..


suara dari dalam " silakan masuk "


Septi melihat Iyan tersenyum manis dan berkata " sudah lama yang menunggu !"


jawab Iyan " sebenarnya tidak lama cuma sepuluh menit, tetapi yang saya penasaran ingin dengar cerita mu !"


Septi mulai menceritakan apa yang terjadi tadi malam bicara dengan Aria sang suami, setelah selesai Septi bicara, Iyan menarik nafas lega bahwa Septi tidak di apa-apa kan oleh Aria.


Iyan sekarang yang berpikir mengapa Aria tidak marah dan mengusir Septi dari rumah, sedangkan Septi bercerita jujur dengan perbuatannya.

__ADS_1


Iyan sebagai seorang laki-laki kalau mendengar istrinya berselingkuh pasti marah besar, dan merasa harga dirinya dicabik-cabik, yang status masih jadi istri bisa hamil sampai besar tidak mengetahui perselingkuhan yang dilakukan sang istri.


Septi dan Iyan berpikir bersama langkah apa yang harus dilakukan untuk ke depannya apa lagi sekarang Aria suami Septi sudah mengetahui hubungan mereka ber dua.


Iyan dan Septi berpikir keras apa langkah ke depan yang bisa menyelesaikan masalah mereka.


####


Di rumah Aria tidak pergi ke kantor, dia coba menenangkan diri dan berpikir apa yang harus dia lakukan kepada Septi karena berselingkuh.


Aria tidak keluar dari rumah bahkan keluar dari kamar cuma untuk mengisi perut nya.


Aria menghabiskan waktu di dalam kamar saja.


Sore hari Iyan mengantar Septi pulang dan ingin bicara sebagai laki-laki yang telah menghamili Septi yang masih berstatus istri Aria. Septi sebenarnya melarang Iyan untuk saat ini jangan dulu bicara sama suaminya, dia takut bila melihat Iyan akan marah.


Septi dan Iyan memasuki rumah dan Septi mengetuk pintu kamar Aria


tok...


tok...


tok...

__ADS_1


Mereka menunggu beberapa saat baru pintu terbuka.


" ada apa mengganggu aja " kata Aria


" maaf kak, ada yang mau bicara " jawab Septi


" siapa memang ganggu ketenangan orang saja " ucap Aria


" itu kak !.. Iyan ingin bertemu dan bicara " kata Septi


Aria keluar dari kamar dan melihat Iyan duduk di kursi mendekati nya.


Tanpa di duga oleh Iyan, Aria langsung memberikan pukulan ke wajah Iyan berkali-kali. Iyan yang tidak siap terang saja babak belur wajahnya kena pukulan Aria.


Septi berteriak


" kak.... sudah apa yang kakak lakukan pada Iyan "


Aria berkata " itu tidak sebanding dengan apa yang dia lakukan kepada istri orang, seharusnya dia mendapatkan lebih parah dari cuma di pukuli aja "


Iyan saat itu memang sudah mempersiapkan diri bila suami Septi memukul dia tidak akan membalasnya, karena bagaimana pun dia juga salah, Septi masih berstatus istri Aria.


Septi melihat di sudut bibir Iyan mengeluarkan cairan darah berusaha membersihkan dengan kain.

__ADS_1


Aria yang melihat hal ini bertambah marah.


" jangan sentuh dia ! biarkan saja dia merasa sakit, saya lebih sakit lagi dengan perbuatannya ke pada saya " ucap Aria


__ADS_2