
Pembicaraan dengan orang tua Septi membuat Aria gigit jari.
Niatnya ingin mengajak istri dan anaknya pulang tetapi gagal total.
Untuk membantah sang mertua Aria segan, karena dia khawatir bila Septi akan membuka perbuatan nya ke pada orang tua nya itu akan lebih fatal.
Dengan berat hati Aria akan meninggalkan Septi dan Tian, namun di dalam hati akan datang kembali.
Aria berniat meminta cuti ke perusahaan dan bisa mengunjungi Septi dan Tian nantinya.
pagi menjelang Aria sudah bangun dan di dalam pelukannya ada Tian yang di ajak jalan pagi di sekitar rumah.
Septi melihat Aria begitu perhatian sama Tian merasa bersalah dan terharu.
'' mengapa dulu perilaku Aria tidak seperti ini, seandainya dia tidak terlalu cuek dengan ku, kemungkinan hal ini tidak akan terjadi '' kata Septi di dalam hati.
Memang penyesalan selalu datang terlambat setelah mereka pergi meninggalkan kita baru tersadar betapa berartinya mereka bagi kita.
__ADS_1
Mereka bersama-sama sarapan pagi dalam diam, setelah selesai Aria kembali bermain dengan Tian sang anak.
Orang tua Septi melihat betapa sayangnya Aria dengan Tian.
Aria menghabiskan waktu bersama Tian hingga makan siang.
Menjelang sore hari Aria berpamitan ke pada orang tua Septi untuk kembali ke rumah, esok hari Aria harus masuk kerja.
Dengan langkah kaki yang terlihat berat untuk pergi Aria akhirnya meninggalkan Septi dan Tian di rumah mertuanya
Septi menatap Aria pergi dengan sedikit terharu apa benar suaminya mengharapkan dia dan anaknya kembali ke rumah Aria, dengan apa yang dilakukan selama ini oleh Aria membuatnya seakan tidak percaya,,,
Setelah tidak terlihat lagi Aria, menarik nafas dalam-dalam Septi, hal ini terlihat oleh sang ibu.
'' mengapa takut di tinggal suami ya, nak ! kata ibu
Septi hanya tersenyum ke pada ibu, dia tidak bisa bicara yang sebenarnya apa yang di rasakan Septi. Dalam keadaan seperti ini Septi bimbang harus berbuat apa, sebab Aria tidak ingin berpisah dan sekarang sikap perilaku nya berubah serta terlihat sangat sayang ke pada Tian yang jelas bukan anak nya.
__ADS_1
*****
Dua Minggu usia Tian dan kini tubuhnya mulai berisi terlihat lebih besar.
Siang hari Iyan datang untuk menjenguk sang buah hati.
Septi menyambut kedatangan Iyan dengan wajah berseri-seri, terlihat dari wajah Septi kebahagiaan, hal ini tidak luput dari perhatian sang ibu.
Di mana ibu melihat sewaktu Aria datang sikap seperti biasa aja namun beda Iyan dengan antusias Septi menyambutnya dan berusaha bersikap mesra, tetapi karena ada orang tua Septi, maka mereka membatasi diri.
lebih mencurahkan kasih sayang ke pada Tian sang anak hasil buah kasih mereka.
Sewaktu ibu dan ayah Septi pergi meninggalkan mereka di ruang tengah, baru Septi dan Iyan memberikan kehangatan kasih sayang di tengah-tengah mereka Tian melengkapi kebahagiaan yang membuat mereka tambah lengkap layaknya sebagai satu keluarga yang utuh dan bahagia serta harmonis bila terlihat oleh orang yang tidak mengetahui hubungan di antara Iyan dan Septi.
Menjelang sore hari Iyan dan Septi juga tidak lupa Tian yang ada dalam pelukan Iyan bermain di halaman belakang rumah sambil Septi dan Iyan bercakap-cakap.
Iyan berkata '' yang bagaimana dengan Aria, apa sudah mau berpisah, saya sudah tidak sabar ingin menggendong setiap hari Tian yang makin menggemaskan ''
__ADS_1
'' say, Aria memang ada ke sini tetapi dia minta saya dan Tian untuk kembali ke rumahnya !'' kata Septi
Iyan mendengar perkataan Septi dengan wajah berubah kesal dan geram ke pada Aria yang masih mempertahankan perkawinannya.