Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 104


__ADS_3

Makan malam sedang berlangsung di rumah Septi dan Tian tiba-tiba pintu rumah di ketuk.


tok ....


tok ...


tok ...


'' Tian biar ibu saja yang membuka pintu kamu lanjutkan makan saja '' ucap Septi.


Pintu di buka terlihat Fany dan ayahnya.


'' selama malam maaf mengganggu dek Septi '' berkata ayah Fany.


'' tidak ayah Fany, silahkan masuk '' ucap Septi.


Lalu Septi mengajak ayah Fany dan Fany untuk ikut makan sekalian.


Tian senang bisa makan bersama Fany dan juga ayahnya. Jadi suasana meja makan ramai tidak seperti selama ini cuma Tian dan ibunya saja di meja makan.


Mereka makan dalam keadaan hening sebab itu yang di ajarkan Septi kepada Tian adab di meja makan, nanti setelah selesai baru bisa berbicara.


Selesai makan ayah Fany minta ijin untuk pergi ke rumah sakit untuk menemani Eva sang ibu Fany.

__ADS_1


'' terima kasih ibu Tian yang telah bersedia untuk menjaga Fany selama ibu nya di rumah sakit. Dan untuk Fany anak ayah tolong berkelakuan baik selama di rumah Tante Septi ya !'' berkata ayah Fany.


'' baik ayah, Fany akan jadi anak yang baik '' ucap Fany.


Setelah mengatakan hal tersebut untuk menitipkan Fany ke pada Septi, ayah Fany langsung pergi menuju ke rumah sakit.


Septi mengajak Fany ke kamarnya.


'' Fany di kamar ini kamu ya '' berkata Septi.


'' ibu, mengapa tidak sekamar dengan Tian aja kak Fany '' ucap Tian.


'' oh...boleh bila kak Fany bersedia '' berkata Septi.


Septi membiarkan kedua anak ini satu kamar dan mengharap Fany bisa betah di rumah Tian.


Keberadaan Fany di rumah Tian membuat kedua anak ini bertambah akrab.


Semua aktivitas di kerjakan bersama-sama baik di sekolah di rumah dan di warung pun mereka terlihat kompak.


Septi melihat keakraban mereka sangat bahagia dan melihat Tian mendapatkan teman yang sesuai.


Keadaan ini tidak terasa sudah berjalan satu minggu dan hari ini ayah Fany datang ke rumah Septi.

__ADS_1


'' maaf ibu Tian saya mau membawa Fany pulang karena ibunya sudah pulang dari rumah sakit '' ucap ayah Fany.


'' baik lah silahkan Fany sana Tian lagi menonton televisi '' berkata Septi.


Ayah Fany mengajak Fany untuk pulang. Melihat Fany pulang Tian merasa bersedih karena biasanya dia memiliki teman untuk bermain sekarang sendiri lagi.


Septi yang bisa melihat perubahan Tian mencoba memberi pengertian ke pada Tian. Awalnya Tian masih juga ngambek, namun Septi yakin suatu saat nanti pasti Tian sudah terbiasa lagi.


'' anak ibu yang pintar di sekolah Tian bisa bermain bersama dengan kak Fany seperti biasa '' berkata Septi.


Akhirnya Tian memahami keadaan dan agak sedikit terhibur di sekolah masih bisa main bersama dengan Fany.


#####


Hari ini keadaan langit yang mendung Septi dan Tian seperti biasa telah sampai di warung.


Hati kecil Septi berkata


'' mudahan tidak turun hujan sebab jam makan siang akan tiba bila hujan akan mengakibatkan pengunjung kurang ''.


Selagi menatap ke langit Septi melihat ke jalan dan bertapa terkejutnya dia melihat sesosok yang telah lama tidak pernah berjumpa walaupun terlihat sedikit berubah tetapi Septi masih bisa mengenalinnya. Dalam pikiran Septi pria itu telah melupakannya dikarenakan sudah bertahun-tahun tidak pernah memberikan kabar telepon saja tidak.


Septi menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan pelan-pelan.

__ADS_1


__ADS_2