Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 30


__ADS_3

Iyan mengerti apa yang menjadi ketakutan Septi dan dia juga tidak mau perbuatannya yang juga meninggalkan jejak lebih banyak di tubuh Septi di ketahui oleh suami Septi.


Dalam pikiran Iyan masih ada kesempatan lain untuk melakukan senam di lain hari karena mereka bekerja dalam satu kantor.


Iyan lalu mengajak Septi untuk membersihkan diri, selesai mereka meluncur pulang.


Sampai di kota, Septi meminta Iyan ke sebuah rumah makan untuk membeli makanan, dia tidak ingin di marahi suami belum memasak makan malam.


Iyan menganggukkan kepala dan tersenyum manis ke Septi, walaupun sekarang tiba di kota baru jam lima sore namun untuk berjaga-jaga kemungkinan Septi tidak mau mengambil resiko.


Di persimpangan dekat rumah Septi, dia meminta Iyan memberhentikan mobil nya.


"Turun di sini aja Iyan, saya takut kalau suami saya sudah pulang bisa melihat mu dan akan marah !" ucap Septi


" baiklah, sayang "


Pipi Septi merona merah mendapat rayuan dari Iyan.

__ADS_1


" ih...kamu, pandai merayu !" ujar Septi


Iyan malah tersenyum dan makin menjadi berkata " terima kasih hari yang indah dan berkesan buat saya"


Septi makin tersipu malu dan hati nya juga berbunga-bunga apa yang di katakan Iyan, sangat berkesan mendalam pada diri Septi.


Septi yang selama ini tidak mendapat perhatian dan belaian kasih sayang yang tulus dari seorang laki-laki merasa hidup kembali dan memiliki semangat untuk hidup.


Iyan memberikan senyuman yang terindahnya melepas Septi yang menutup pintu mobil.


Iyan tidak langsung pulang tetapi masih melihat Septi sampai tak terlihat lagi baru Iyan menyalakan mobilnya untuk pulang ke rumah.


Iyan merasakan sangat bahagia sekali dan sekaligus merasa rindu sama Septi yang baru beberapa jam berpisah. Bayangan Septi selalu menari-nari di pikiran Iyan dan membuat Iyan belum juga bisa tertidur walau hari sudah tengah malam.


Di rumah Septi tidak terjadi apa-apa karena suaminya Aria pulang ke rumah habis magrib sehingga tidak mengetahui Septi pulang.


Malam ini Septi juga gelisah tidak bisa tidur, dia bingung mengapa begitu terbayang di pikiran Septi perlakuan Iyan yang sungguh sayang kepadanya.

__ADS_1


Selagi sibuk dengan pikirannya handphone Septi berdering.


kring....


Septi terkejut dan mencari handphone nya.


terlihat di layar nama Iyan yang menggunakan video call


" hallo... selamat malam sayang belum tidur kan " sapa Iyan


" ya.. kalau tidur tidak bisa angkat telepon dong " jawab Septi


Iyan tertawa di seberang telepon karena mereka video call, maka terlihat wajah mereka saling tersenyum.


Mereka berbicara tidak lama hanya ingin menyapa dan melihat sedang melakukan apa untuk melepaskan rasa rindu mereka.


Setelah berbicara melalui video call hati mereka lega selayaknya sepasang anak manusia yang sedang di mabuk asmara, cinta dan sayang orang yang dewasa dengan anak ABG sungguh beda.

__ADS_1


Dengan saling menyapa dan mengucapkan selamat tidur dan mimpi yang indah Septi dan Iyan mengakhiri video call.


Septi tersenyum bahagia mendapatkan ucapan kasih sayang dari Iyan. dan Iyan sendiri juga lega setelah video call melihat langsung pujaan hati serta bisa mengobati rasa rindunya, sehingga Iyan bisa nyeyak tidur.


__ADS_2