
Ke esok kan hari nya Septi mempersiapkan makanan untuk makan siang suaminya karena dia ingin pergi menemani Iyan ke suatu tempat.
Kebetulan suaminya Aria pergi ke tempat temannya setelah sarapan dan Septi meminta ijin sama suami di jawab dengan suaminya terserah.
Septi beranggapan bahwa suaminya boleh karena memang Aria tidak begitu mengharapkan dia ada di rumah kalau libur merasa jijik melihat Septi, dia menyentuh Septi bila membutuhkan penyaluran biologisnya saja.
Semua di rasa Septi telah cukup maka dia pergi mencari kendaraan umum untuk menuju toko tempat dia bekerja, sampai di halaman ruko Septi menelepon Iyan dan Iyan meminta Septi untuk menunggu di parkiran saja jangan masuk ke dalam toko.
Septi menunggu di parkiran dekat dengan mobil Iyan, beberapa saat
Iyan datang dan tersenyum ke pada Septi, membuka pintu mobil mempersilahkan Septi untuk masuk ke dalam mobil.
Iyan menjalankan kendaraan dengan kecepatan sedang menuju ke daerah luar kota yang dahulu pernah mereka berdua datangi yaitu di pinggir pantai.
Septi kini tau kemana mereka akan pergi dan berkata " mengapa masih siang sudah ke pantai Iyan ! inikan panas "
" kita bukan untuk ke tepi pantai tetapi di sebuah tempat dekat pantai sehingga kita bisa melihat pantai dengan pemandangan yang
indah" kata Iyan
__ADS_1
Memang benar Iyan menuju ke arah yang tidak sama dengan waktu pertama, dia melakukan kendaraan lebih jauh dan melihat sebuah tempat penginapan yang lumayan sederhana namun tampak asri yang di kelilingi oleh pepohonan yang tumbuh di tepi pantai.
" mari turun " Iyan berkata
Septi bingung mengapa harus ke sebuah penginapan.
Iyan mengerti bahwa Septi seperti orang yang ingin bertanya namun ragu.
Iyan bicara " Septi di penginapan itu ada tempat teras untuk kita bisa bicara sambil melihat keindahan laut "
Iyan menuju tempat penyambutan tamu sedang Septi masih melihat-lihat sekeliling nya yang membuat mata Septi tidak berkedip di sana ada beberapa pedagang dan orang yang sedang menikmati liburan.
Melihat Septi sedang memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar penginapan lagi mencari makanan dan minuman.
" hei.... tidak boleh bengong di sini entar di masuki setan " kata Iyan
" ih.... kamu, siapa yang bengong, itu melihat orang-orang itu, di sini lumayan ramai ya !" ucap Septi
" ya, inikan hari libur kerja, mereka semua ingin melepaskan penat dari aktifitas kerja sejenak walaupun hanya sehari " Iyan berkata
__ADS_1
Lalu Iyan menarik tangan Septi berjalan mendekati seorang pedagang minuman kelapa muda.
Mereka berjalan seperti pasangan suami istri saja. Septi mengikuti keinginan Iyan membeli kelapa muda, Iyan memesan kelapa muda.
Kemudian dia melihat makanan yang lain " kamu suka makanan yang mana Septi ?"
Septi memilih beberapa makanan yang menurutnya nikmat, Iyan membelikan semua yang menjadi pilihan Septi tanpa menanyakan apa-apa, dia ingin memberikan kebebasan Septi untuk menikmati makanan yang tidak di sadari Septi bahwa di tangan Iyan sudah penuh.
Iyan hanya tersenyum melihat kelakuan Septi yang antusias membeli makanan yang begitu banyak.
Lalu mereka masuk ke dalam ruangan yang telah di pesan oleh Iyan, dan duduk di serambi depan yang menghadap kelaut.
" indah nian pemandangan di sini Iyan dan sejuk anginnya bertiup " ucap Septi
Iyan tersenyum senang melihat Septi terlihat bahagia.
Septi meminum kelapa muda sambil mengambil salah satu makan yang di belinya tadi.
mereka minum dan makan menikmati pemandangan di tepi laut.
__ADS_1