Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 110


__ADS_3

Septi dan Tian serta kedua orang tua Septi menghabiskan waktu bersama seharian diluar rumah.


Mereka terlihat bahagia sekali bisa bersenang-senang mengelilingi kota dan mengunjungi tempat-tempat yang di sukai oleh Tian sang cucu.


Septi dan Tian berada di taman kota sedang bermain satu permainan yang di inginkan Tian.


Ke dua orang tua Septi sedang menunggu di bawah sebuah pohon yang rindang sambil menunggu Tian selesai bermain.


Di permainan Tian mengajak Septi untuk ikut naik, mereka naik sebuah komedi putar. Septi tida ingin meninggalkan Tian sendirian maka menemani Tian bermain, apa lagi permainan ini perlu di dampingi oleh orang dewasa.


Setelah mengganti membeli karcis Septi dan Tian mulai berjalan mendekati pintu masuk permainan.


Setelah Septi dan Tian berada di sebuah tempat dan bergantian dengan penumpang yang lain untuk masuk, tiba di atas Septi melihat seseorang yang dia kenal.


Walaupun sudah lama tidak bertemu namun wajah orang itu tetap masih Septi kenal. Dia orang yang pernah Septi suka namun karena keadaan mereka berpisah.


Hati Septi berdesir dan jantung terasa berhenti sesaat melihat orang yang di lihat adalah yang selama ini dicarinya.


Karena Septi berada diatas dan dia tidak bisa mendekati orang tersebut.

__ADS_1


Septi memperhatikan orang tersebut dengan membuka mata lebar-lebar dan memastikan memang benar apa itu orangnya atau kebetulan mirip saja.


Dari awal hingga selesai permainan, hati Septi gelisah untuk memastikan apa benar orang tersebut benar adalah Iyan yang merupakan ayah kandung Tian.


Berakhirnya permainan itu Septi dan Tian duluan keluar sedangkan laki-laki yang mirip Iyan belum turun. Septi ragu mau menunggu sebab dari atas dia melihat orang tersebut membawa seorang anak perempuan.


Hati Septi berkata '' apa itu anaknya dan dimana ibu nya !''.


Septi tidak ingin dilihat Iyan maka dia berjalan bersama Tian agak menjauh dari pintu keluar.


Septi ingin memastikan bahwa anak yang di bawa oleh Iyan siapa.


Tidak begitu jauh berdiri Septi diantara orang-orang yang ramai sehingga tidak disadari oleh Iyan keberadaan Septi.


Septi berusaha sedekat mungkin dengan Iyan agar bisa mendengar apa yang di bicarakan oleh Iyan dan si anak perempuan itu.


Septi mendengar Iyan berkata dengan sang anak.


'' sayang mari kita berjalan ketempat permainan yang lain '' berkata Iyan.

__ADS_1


Sambil memegang tangan sang anak Iyan berlalu dari hadapan Septi yang tertegun mendengar perkataan Iyan.


Tian berkata '' ibu mengapa kita disini, Tian ingin ke sana naik permainan itu !'' sambil menunjuk permainannya.


'' iya, sayang '' ucap Septi.


Septi mengikuti Tian ke tempat yang di tunjuk sebuah permainan komedi putar sebuah kuda-kudaan.


Septi berkata '' sayang bisa kan naik sendiri ibu menunggu di sini ''


'' iya Bu, Tian anak laki-laki harus berani '' ucap Tian.


Septi menunggu di samping permainan dekat pintu masuk. Tidak disadari oleh Septi ada seseorang yang memperhatikannya.


Orang tersebut lalu bergegas mengajak anaknya untuk naik permainan yang sama dengan Tian.


Iyan berdiri diantara Tian dan anak perempuan yang bersamanya.


Septi yang melihatnya terkejut namun tidak bisa berbuat apa sebab permainannya sudah berjalan.

__ADS_1


__ADS_2