
Menjelang sore ayah Septi pulang dari kerja. Dia terkejut melihat ada seorang anak laki-laki yang sedang bermain di depan rumah.
'' kamu siapa nak !'' berkata ayah Septi.
'' oh...kakek, saya Tian '' ucap Tian.
'' mengapa manggil saya kakek , memangnya kamu anak siapa !''
berkata ayah Septi.
'' Tian anak nya ibu Septi '' ucap Tian.
Ayah Septi memeluk Tian dan menciuminya.
'' sayang cucu kakek sudah besar ''
ucap Kakek.
Dari dalam keluar nenek mendengar ada orang yang bercakap-cakap di depan rumah.
'' oh....ayah pulang ! bawa masuk cucunya yah '' ucap nenek.
Ayah dan Tian serta nenek masuk ke dalam rumah.
Septi melihat sang ayah langsung menghampiri ayah lalu mencium tangan sang ayah.
__ADS_1
Ayah yang telah lama tidak bertemu dengan Septi terharu melihat anak perempuannya yang sudah kembali ke rumah.
Kemudian mereka duduk bersama di ruang keluarga namun ayah berkata.
'' ayah mandi dulu ya ''
Mereka menunggu ayah mandi sambil menonton televisi.
Ayah telah selesai membersihkan diri menghampiri semua orang yang ada di ruang keluarga.
'' Septi bagaimana kamu bisa menghilang tidak ada kabar selama ini, waktu itu suamimu mencari dan juga ada seorang laki-laki yang belum ayah kenal ''
berkata ayah.
mereka berdua rupanya mencari keberadaan saya dan Tian.
ibu berkata '' ayah Septi telah cerita semuanya sekarang sebagai orang tua hanya bisa menghargai keputusan Septi dan memberikan dukungan nya ''.
Ayah mengerti atas perkataan sang ibu. Dia tidak ingin membuat Septi teringat masa lalu yang akan membuat luka hatinya kembali terbuka oleh sebab itu ayah berpikir biar ibu nantinya yang akan menceritakan kepada ayah.
Dengan memandang sang cucu ayah berkata '' cucu kakek sudah besar dan sekarang sekolah kelas berapa !''.
'' Tian kelas tiga sekolah dasar ayah '' ucap Septi.
'' berati sudah lebih kurang sembilan tahun kamu tidak ada kabar Sep !'' berkata sang ayah.
__ADS_1
'' iya maafkan Septi yang tidak memberi kabar ayah '' ucap Septi.
'' ya udah semua sudah berlalu sekarang kita fokus ke masa depan aja '' berkata nenek.
Ayah mengajak Tian bermain bersama di dalam rumah suasana terasa hangat. Terlihat ibu dan ayah Septi tersenyum bahagia dengan kehadiran Tian sang cucu.
'' Tian besok kita jalan-jalan ya melihat-lihat kota kakek !'' berkata kakek.
'' asik.... Tian mau kakek !''
Mereka berempat melalui malam dengan berbincang-bincang sambil menonton acara televisi.
ibu dan ayah Septi mengerti akan perjalanan Tian dan Septi yang cukup jauh untuk istirahat terlebih dahulu.
Pagi hari dengan semangat empat lima Tian sudah bangun dan bersiap-siap untuk berangkat jalan-jalan bersama sang kakek.
Kakek dan nenek tersenyum melihat tingkah Tian namun mereka memahaminya.
Sang nenek berkata '' sayang cucu nenek yang ganteng ini masih terlalu pagi kita sarapan dulu !''.
Septi tersenyum melihat kelakuan Tian yang sudah tidak sabar.
'' Tian bila sepagi ini tempat-tempat yang akan kita kunjungi belum buka dan pagi-pagi mereka harus membersihkan tempanya dulu sehingga agak siang baru di buka seperti mall dan tempat hiburan lainnya sayang '' ucap Septi memberikan penjelasan kepada Tian.
Maka mereka melakukan sarapan pagi bersama lalu bersiap-siap untuk berkeliling kota memperlihatkan suasana kota kelahiran dan tempat besarnya Septi. Mereka memesan kendaraan online untuk mengantarkan ke mana mereka ingin pergi.
__ADS_1