Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
126


__ADS_3

Satu bulan sudah berjalan, Fany masih setiap pulang sekolah ke rumah Tian.


Dengan keadaan ini Septi tidak berkeberatan selama Fany merasa nyaman dan bisa hidup ceria kembali.


Kedua orang tua Septi juga sangat bahagia menerima Fany dirumah.


Walaupun Fany tidak tinggal di sana hanya siang sampai sore saja, namun membuat keluarga ini makin bahagia dan susana rumah ceria.


Tian dengan antusias selalu menghibur Fany dengan berbagai usaha dan juga dibantu dengan Septi serta kedua orang tua Septi.


Mereka semua begitu akrab sehingga seperti satu keluarga.


Septi dengan lapang dada menerima Fany seperti anak sendiri mencurahkan kasih sayang layaknya seorang ibu kepada anaknya.


Fany yang kehilangan ibunya merasakan mendapatkan kembali sosok ibu pada diri Septi dan juga Fany mendapatkan seorang adik seperti Tian yang baik dan pintar.


Kedua anak ini Fany dan Tian layaknya sebagai saudara kandung. Di sekolah mereka selalu bersama dan kompak, bila orang lain yang melihatnya pasti beranggapan sebagai adik dan kakak kandung, karena mereka menunjukkan keakraban yang sangat erat dan saling mengasihi antara satu dengan yang lainnya.


Pemandangan ini yang dilihat Septi sungguh bahagia melihat keakraban kedua anak tersebut selayaknya saudara kandung.

__ADS_1


Septi berharap hubungan kedua antara Fany dan Tian tetap berjalan selamanya sampai kapanpun walaupun mereka nanti telah dewasa.


@@@


Keakraban Fany dan Tian akhirnya harus berakhir di sebabkan ayah Fany mendapatkan pekerjaan diluar kota dan mau tidak mau Fany harus ikut ayah nya pindah ke kota lain.


Fany ingin tetap tinggal bersama Septi dan Tian, namun ayah Fany tidak mengijinkan.


ayah Fany memperbolehkan Fany tinggal di rumah Septi sampai kenaikan kelas.


Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu dan bulan berganti bulan dan kini waktunya telah tiba.


Tian berhasil mendapatkan peringkat pertama di dalam kelasnya sedangkan Fany mendapatkan peringkat kedua dikelas. Dengan prestasi yang Fany dan Tian dapatkan tidak membuat mereka senang, hati mereka berdua sedih karena akan berpisah.


Karena saat pembagian raport yang mengambil orang tua, maka ayah Fany datang dan sekaligus akan membawa Fany pindah.


Dengan berat hati Tian dan Fany harus berpisah. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka anak-anak yang harus ikut dengan orang tua nya.


Septi pun merasa kehilangan dengan kepergian Fany yang selama ini telah dianggap sebagai anaknya sendiri, namun Septi paham dia tidak ada hak untuk menahan Fany karena ayah Fany lebih berhak atas diri Fany.

__ADS_1


Waktu berpisah tiba, Septi berkata


'' Fany, nanti di tempat yang baru jaga diri baik-baik ya, Tante dan Tian disini akan mendoakan Fany betah serta bahagia selalu di tempat yang baru nanti !''.


Sambil memeluk Septi, Tian berkata '' Tante , pasti Fany akan merindukan Tante dan Tian disini ''.


Septi mengusap kepala Fany dan berkata '' sekali-kali Tante akan telepon Fany jangan sedih ya ''


Fany memberikan anggukan kepala.


'' terima kasih banyak ibu Tian !


yang telah susah payah mengurus Fany selama ini semoga kebaikan ibu Tian hanya Allah yang akan membalasnya, saya mohon maaf bila selama ini merepotkan ibu Tian !'' berkata ayah Fany.


berkata Septi '' sama-sama ayah Fany, saya merasa tidak direpotkan oleh Fany malah senang dengan kehadiran Fany di rumah saya ! dan saya juga mohon maaf bila ada salah dan kurang berkenannya saya mengasuh Fany selama dirumah ini !''.


Setelah saling berjabat tangan antara ayah Fany dan Septi serta saling berpelukan antara Fany dan Tian maka mereka berpisah.


Dengan berkaca-kaca mata Fany dan Tian untuk saling berpisah, yang selama ini selalu bersama-sama mulai esok hari kini tidak bisa lagi.

__ADS_1


__ADS_2