
Aria terlihat tidak bersemangat setelah menandatangani surat perpisahannya.
Septi menarik nafas lega pada akhirnya Aria setuju menandatangani surat gugatan cerai yang diajukan oleh Septi.
Septi pergi ke kamar untuk melihat Tian sudah bangun apa tidak.
Mendekati tempat tidur Septi tersenyum dan berkata
'' nak sekarang kita berdua untuk menjalani hidup kedepannya, ibu tidak bisa menjanjikan apa bisa kita bertemu dengan ayah kandung mu ''
Dengan air mata menetes di pipi Septi meluapkan segala resa di hati ke pada Tian sang bayi yang belum mengerti dengan masalah orang tua nya.
Terasa sudah cukup Septi meneteskan air matanya dia bertekad untuk menjaga dan membesarkan Tian dengan segala upaya agar Tian bisa hidup selayaknya.
Septi berdiri sambil menggendong Tian dan menciumi Tian.
#####
Hari kebebasan bagi Septi tiba.
__ADS_1
Pengadilan telah selesai dan permohonan Septi untuk berpisah di kabulkan di pengadilan.
Aria tidak mempersulit proses di pengadilan karena Desi selalu datang di saat proses di pengadilan. Hal ini memang sengaja di lakukan oleh Septi meminta Desi untuk mengikuti jalannya persidangan agar Aria tidak berbalik lidah.
Dengan kehadiran Desi mau tidak mau Aria tidak banyak bicara yang akan mempersulit Septi.
Desi hadir untuk memperkuat kedudukan Septi, bila Aria berkelit dan mempersulit jalan nya proses di pengadilan maka Septi akan mengajukan Desi sebagai saksi sekaligus korban dari perbuatan Aria. Dengan bukti kehamilan Desi lebih memperkuat kedudukannya sebagai korban.
Septi ingin Aria melepaskannya dan menikahi Desi serta bertanggung jawab dengan buah hati yang tidak bersalah.
Dengan lega Septi menghadapi hari di mana dia tidak akan mendapatkan perlakuan dari Aria yang semena-mena.
Septi tidak mengetahui hal penyebab Aria mempertahankannya dan dia juga tidak pernah menghubungi pamannya.
Bagi Septi ini lebih baik mengingat bahwa perjodohan itu terjadi karena permintaan paman Septi.
Septi tidak ingin paman nya mengetahui perpisahannya, karena takut tidak mendukung keputusan Septi dan membuat bersedih pamannya bila mengetahui bahwa rumah tangga Septi hancur.
Septi juga tidak ingin pamannya merasa ikut bersalah karena yang menjodohkan Septi dengan Aria.
__ADS_1
Pagi yang cerah surat resmi di pengadilan telah keluar, maka Septi dan Tian brsiap-siap untuk meninggalkan rumah.
Tekad Septi akan pergi ke suatu daerah yang agak jauh dari kota.
Di mana daerah yang masih terpencil dan tidak mengetahui penyebab rumah tangganya hancur.
Semua telah siap di ruang tengah bertemu dengan Aria.
Septi sengaja pergi di pagi hari agar bisa berpamitan dengan Aria.
Setidaknya Septi ingin meminta maaf dengan Aria karena sedikit banyak dia juga bersalah dalam apa yang terjadi di rumah tangga nya bisa hancur.
'' kak, maafkan Septi selama menjadi istri tidak bisa membuat kakak bahagia '' ucap Septi
Aria juga meminta maaf dan keduanya saling berjabat tangan. Aria juga menyempatkan untuk mencium Tian karena bagaimana pun Aria tetap ada rasa sayang kepada Tian walaupun sedikit di dalam hatinya.
Aria sebenarnya tidak ingin Septi dan Tian pergi dari rumah.
Aria yang ingin pergi karena dalam hati Aria masih bisa melihat Septi bila tinggal di rumah itu. Dan sewaktu-waktu bila paman Septi datang mereka akan mudah mencari alasan. Kalau Septi pergi dari rumah maka akan sulit bagi Aria mengatakan alasannya.
__ADS_1
Untuk sekali atau bahkan kedua mungkin bisa membuat alasan namun untuk berikut nya pasti paman curiga tidak bisa menemui Septi dirumah.