
Usai makan Muji ingin bicara sama Septi, tentang kesepakatan untuk bertemu dengan anak-anak nya Muji.
'' ibu Tian sebentar lagi kita pergi ke rumahku untuk bertemu dengan anak-anak ku'' berkata Muji
'' baiklah sebelum kita pergi minta ijin dulu sama ibu Wahyuni !, apa saya dan Tian harus menginap di sana '' ucap Septi
'' iya'' jawab Muji
Karena tempat tinggal Muji di tempuh lebih kurang enam sampai tujuh jam maka Septi dan Tian di pastikan menginap di rumah Muji.
Septi dan Muji mencari ibu Wahyuni untuk meminta ijin. Septi tidak melihat ibu Wahyuni di warung, lalu Septi pergi ke dalam bagian dapur yang biasanya Bu Wahyuni berada.
Memang ibu Wahyuni sering di dapur untuk memantau dan mengecek keadaan dapurnya.Dia tidak ingin bahan di dapur sampai kekurangan. Maka bila pengunjung tidak ramai dan waktu luang pasti ibu Wahyuni menyematkan ke dapur minimal satu kali dalam sehari.
Tiba di dapur Septi melihat ibu Wahyuni sedang asik melihat-lihat bumbu masakan bila ada yang sudah habis akan segera dibeli.
Septi berkata '' maaf Bu mengganggu! saya mau bicara sebentar ''
__ADS_1
'' iya, tunggu sebentar ini sedikit lagi ibu selesai '' berkata ibu Wahyuni
Septi lalu keluar menuju ke depan warung untuk menunggu ibu Wahyuni selesai dengan pekerjaannya di dapur.
Tidak terlalu lama Septi melihat ibu Wahyuni keluar dari dapur.
Sambil menuju ke tempat duduk Septi dan Muji. Di depan Septi dan Muji ibu Wahyuni duduk lalu berkata
'' ada apa Septi yang ingin dibicarakan ''
'' saya minta ijin untuk pergi ke tempat rumah mas Muji Bu '' ucap Septi
'' dua hari saya rasa cukup Bu untuk mengenal anak-anak mas Muji '' ucap Septi
'' baiklah, semoga anak-anak nak Muji bisa menerima kehadiran Septi dan Tian di sana '' berkata ibu Wahyuni
Septi memang menceritakan segala sesuatu yang terjadi ke pada ibu Wahyuni. Septi menganggap ibu Wahyuni sebagai ibunya sendiri. Maka segala sesuatu pasti Septi cerita dengan ibu Wahyuni, maka untuk berangkat ke tempat tinggal Muji sudah Septi ceritakan semenjak Muji mintanya. Septi memang terbuka segala sesuatu ke pada ibu Wahyuni pengganti ibunya yang jauh dan ibu Wahyuni sungguh senang kepada Septi seperti anaknya sendiri.
__ADS_1
Septi terlihat bahagia karena ibu Wahyuni memberikan ijin dan restunya walaupun tidak secara langsung. Namun dengan sikap yang di perlihatkan oleh ibu Wahyuni menggambarkan bahwa dia mendukung hubungan Septi dan Muji.
Septi juga mengucapkan terima kasih sudah di beri ijin untuk kerumah Muji. Dalam rangka Septi ingin mengenal lebih dalam anak-anak Muji. Septi ingin memahami apa keinginan dari anak-anak Muji sebenarnya.
Setelah ibu Wahyuni bicara Septi mohon diri untuk ke kamar dan bersiap-siap.
Septi berkemas-kemas segala sesuatu yang dibutuhkan untuk selama dirumah Muji, terutama untuk Tian sang anak. Dia tidak ingin nanti di rumah Muji ada yang kurang.
Selesai juga berkemas Septi membawa tas yang berisi keperluan Septi dan Tian ke depan.
Melihat Septi telah siap maka Muji berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Septi.
'' udah siap, mari kita berangkat agar tidak larut malam sampai di rumah'' berkata Muji
Kemudian mereka berpamitan kepada ibu Wahyuni. Setelahnya mereka naik ke kendaraan Muji dan berlalu pergi.
ibu Wahyuni melihat kepergian Septi dan Tian berkata dalam hati
__ADS_1
'' semoga mereka selamat sampai tujuan dan tidak ada masalah di sana ''