Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 52


__ADS_3

Iyan belum puas melepas rindu dan kangennya ke pada Septi terutama Tian sang bayi.


Rasanya Iyan tidak ingin pulang pingin memeluk kedua belahan hidup yang memberikan semangat hidup dan mewarnai kehidupan nya.


Tetapi Iyan dan Septi memahami bahwa Septi masih terikat pernikahan dengan Aria dan saat ini mereka di rumah orang tua Septi, membuat Iyan tidak leluasa untuk melakukan hubungan kasih sayang kepada Septi dan Tian.


Menjelang sinar matahari mulai tenggelam dan sinarnya tidak terlihat Iyan minta ijin untuk pulang dengan hati yang berat untuk meninggalkan ke dua orang yang di sayang oleh Iyan.


Septi melepas kepergian Iyan dengan rasa tidak bersemangat seakan ada yang hilang dari hidupnya.


Ke dua insan manusia ini harus berusaha tetap bersabar sampai mereka bisa bersatu sebagai keluarga yang utuh.


*****


Satu bulan berlalu Aria mendapatkan cuti dan mengunjungi Septi dan Tian.


Aria tiba di rumah orang tua Septi dengan membawa koper berisi kan pakaian nya selama masa cuti, Aria berencana ingin lebih dekat dengan Tian.


Septi yang mendapatkan kejutan dari Aria sungguh membuat hatinya dak dik duk dan was-was bagaimana cara Septi untuk menghindari bersama Aria.

__ADS_1


Septi sulit untuk menolak Aria untuk tidak satu kamar karena di rumah orang tua Septi, takut curiga bila suami istri ini pisah kamar.


Masalah yang terjadi di dalam rumah tangga Septi belum diketahui oleh orang tuanya.


ibu yang melihat kedatangan Aria mempersilahkan untuk masuk kamar Septi.


" mari nak Aria ini kamar Septi dan anak mu " berkata ibu


" terima kasih Bu !" jawab Aria


Di dalam hati Aria bersorak bahagia karena bisa satu kamar dengan Septi dan Tian sang anak.


setelah ibu pergi kamar Septi, Aria berkata " jangan takut saya tidak akan berbuat yang tidak-tidak !"


Septi juga tahu masa nifasnya belum selesai sekitar dua minggu lagi, hal ini juga diketahui oleh Aria sebab dia tidak ingin terlewatkan untuk nantinya menjemput sang buah hatinya.


Septi bersikap baik ke pada Aria bila ada orang tua Septi, bila tidak ada orang tua nya Septi akan bersikap acuh tak acuh ke pada Aria.


Setiap hari nya Aria mencari kesempatan untuk dapat lebih dekat dengan sang bayi.

__ADS_1


Berbagai usaha dan kesempatan mencari agar bisa menggendong


Tian sang bayi.


Misalnya pagi hari ini Aria mengajak Tian berjemur di sinar matahari pagi untuk mendapatkan vitamin dari berjemur dan itu baik sekali bagi kulit sang bayi.


Septi memilih ke dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi bersama sang ibu.


ibu berkata " biar ibu saja yang mempersiapkan sarapannya, pergi sana temani suami dan anak mu jalan pagi !"


menjawab Septi " ibu saya ingin buat sarapan untuk kak Aria, sudah lama tidak memasak untuk nya "


Itu alasan Septi berikan kepada ibunya agar tidak curiga, yang sebenarnya Septi tidak ingin bersama Aria.


Beda dengan Iyan bila datang, Septi seakan tidak ingin jauh dari Iyan seperti perangko selalu menempel bila perlu mereka lebih dari itu karena hati mereka saling memiliki.


Dengan Aria berbeda tidak ada rasa ingin selalu dekat atau nyaman bila di sampingnya, Septi lebih suka jauh dari Aria.


Septi di dekat Iyan merasa di berikan perhatian dan kasih sayang layaknya sebagai seorang suami berbeda dengan Aria yang selama ini tidak perduli ke pada Septi sebab ego Aria bahwa perkawinannya karena perjodohan, setelah Septi diambil oleh laki-laki lain justru sekarang Aria tidak bisa melepasnya.

__ADS_1


__ADS_2