Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 113


__ADS_3

Beberapa saat kemudian acara makan bersama telah selesai dan Iyan membayar semua makanan yang mereka makan.


Septi sebenarnya tidak ingin makan gratis namun Iyan bersikeras untuk membayar semua nya, sewaktu Iyan membayar semua makanan Septi berkata


'' maaf, mbak Dewi sudah berapa lama menikah dengan Iyan ''.


'' lebih kurang tiga tahun dek '' ucap Dewi.


Septi berpikir bila usia pernikahan mereka baru tiga tahun dan Desi sang anak diperkirakan usia tujuh tahun berarti Desi bukan anak Iyan.


Selagi Septi bermain dengan pikirannya tentang keberadaan Desi, Dewi berkata '' maaf dek, pasti berpikir bagaimana bisa memiliki anak sebesar Desi kan ! ''.


Dewi menceritakan bahwa dia seorang janda beranak satu karena Iyan sering bermain dengan Desi maka dia kasihan melihatnya dan Iyan mengajak berumah tangga.


Awalnya Dewi tidak menyetujui namun permintaan Desi maka Dewi mau tidak mau menyetujui.


Dan juga Desi dan Iyan memang begitu dekat seperti anak dan ayah.


Septi sekarang mengerti mengapa Iyan begitu berantusias untuk mengetahui Tian anaknya atau bukan. Dengan situasi ini Septi bimbang harus bagaimana bersikap.

__ADS_1


'' maaf ya dek, saya tidak ingin ikut campur dengan hubungan kamu dengan suami saya, tetapi apa benar kamu pernah ada hubungan dengan Iyan ! '' ucap Dewi.


'' maaf mbak, itu sudah lama sekali tidak perlu diungkit lagi !'' berkata Septi.


'' dek, waktu kami menikah pernah Iyan mengatakan menantikan seseorang yang telah memberikan dia keturunan namun karena sesuatu hal mereka berpisah. Iyan tidak pernah mengutarakan apa penyebabnya. Apa wanita yang dinanti itu kamu dek !'' ucap Dewi.


Orang tua Septi melihat ke arah Septi seakan menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut nya.


Septi sulit untuk mengatakan apa karena seakan di situasi.


'' mbak saya hargai kebaikannya, namun saya sudah mengikhlaskan nya. Sekarang saya dan anak saya sudah bahagia mbak " berkata Septi.


Dewi tidak ingin membuat Septi merasa risih terhadapnya nun dari jawaban Septi, Dewi bisa menarik kesimpulan bahwa wanita yang di cari Iyan selama ini adalah Septi.


Dewi memaklumi dan menghargai akan keputusan Septi untuk tidak mengusik rumah tangga nya bersama Iyan karena melihat sang anak Dewi yang begitu menyayangi Iyan sebagai ayahnya.


Dewi hanya menarik nafas dalam-dalam untuk mengurang rasa sesak dihatinya untuk sedikit memberikan asupan oksigen ke paru-paru. Memang disisi lain Dewi bahagia melihat sang anak Desi tidak akan kehilangan ayahnya namun di lain sisi dia tidak tega juga melihat Tian yang tidak mendapat kasih sayang bapak kandungnya. Bila Desi jelas dia tidak dapat kasih sayang ayah kandungnya karena sang ayah meninggal dunia sewaktu dia berusia beberapa bulan setelah kelahirannya karena kecelakaan menimpa ayah Desi.


Menerima kenyataan ini Dewi tidak bisa memasakkan Septi untuk menerima Iyan kembali.

__ADS_1


'' dek, boleh mbak minta nomor handphone nya, siapa tau lain waktu saya perlu dengan dek Septi !'' ucap Dewi.


'' boleh ''


Kemudian Septi memberikan nomor handphone ke Dewi.


Iyan telah kembali dari kasir dan melihat mereka sudah siap berdiri untuk keluar dari ruang restoran.


'' Desi dan Tian apa kalian masih ingin bermain !'' berkata Iyan.


'' boleh ayah, Desi ingin berenang boleh kan bu '' ucap Desi.


Dewi berkata '' boleh, itu ajak kakak Tian juga si !''


Desi mendekati Tian dan menarik tangannya untuk mau berenang bersama. Memang dengan cepat kedua anak ini berteman dan akrab seakan mereka cocok untuk menjadi saudara.


Tian berkata '' Bu boleh Tian ikut Desi berenang !''


Bagaimana Septi mau melarang dia tidak sampai hati melihat Tian nanti murung bila tidak di ijinkan.

__ADS_1


Selagi masih memikirkan jawaban apa yang harus di katakan oleh Septi, Iyan langsung menggandeng kedua anak tersebut menuju kolam renang. Sedangkan Septi, Dewi dan kedua orang tua Septi mencari tempat yang sejuk untuk menunggu ayah dan anak berenang.


__ADS_2