
Semua karyawan yang masuk pagi sudah pulang maka Septi keluar dari ruang Iyan dengan membawa sebuah map berisikan laporan keuangan, mereka mempersiapkan kemungkinan bertemu dengan karyawan yang lain bisa memberi alasan yang tidak menimbulkan pertanyaan mengapa Septi dari ruang bos dan belum pulang juga.
Iyan selalu menggunakan kekuasaan nya sebagai bos untuk melindungi Septi sekaligus untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.
Dua insan manusia yang pernah merasakan nikmatnya berhubungan intim, tidak bisa mengendalikan hawa nafsu apalagi Iyan di minggu pertama setelah letih melihat pekerjaan yang menumpuk menjelang sore pasti telepon ke ruang Septi untuk memberikan laporan namun ini kedok Iyan karena dia ingin memuaskan dirinya dengan pelayanan Septi untuk melakukan senam sore hari.
Seminggu telah berlalu kini Iyan mulai memberi jeda waktu tidak tiap hari, karena Septi berkata " sayang boleh tidak kita mainnya jangan setiap hari ! saya takut ada karyawan yang curiga nanti "
Iyan berpikir iya juga karena sudah seminggu ini Septi pulang sore menunggu karyawan yang masuk pagi pulang, dan Septi takut bila suaminya nanti curiga dengan kepulangan dia selalu menjelang magrib.
Maka Iyan memberikan apa yang di minta oleh Septi dan sekali-kali mereka melakukannya tidak senam sore melainkan senam siang hari.
Iyan berkata
" sayang minta cerai dengan suami kamu ! saya tidak ingin seperti ini terus hubungan kita sudah satu bulan, saya ingin punya anak dan bisa membentuk keluarga kecil dan orang tua saya selalu tanya kapan saya menikah "
Septi memang ingin sekali menikah dengan Iyan, lalu mereka memikirkan apa yang harus di lakukan agar Aria suami nya Septi melepas Septi.
Rencana malam ini Septi bicara dengan suaminya maksud untuk bercerai. selesai makan malam suami Septi akan masuk ke kamarnya Septi menghampiri.
__ADS_1
" kak boleh saya bicara !"
" memang ada apa saya capek mau istirahat " jawab Aria
Septi bicara " saya minta cerai !"
Bagai di malam hari tersambar petir Aria mendengar bahwasanya Septi minta berpisah.
" apa ! tidak salah bicara kamu ha...." kata Aria
" tidak saya sudah pikirkan baik-baik, untuk apa kita menikah tetapi rumah tangga kita tidak bahagia seperti keluarga yang lain " jawab Septi
Septi bingung harus bagaimana Iyan tidak mau menceraikannya tetapi tidak mau memberikan alasannya mengapa mempertahankan pernikahan yang tidak harmonis ini yang lebih menyakitkan satu dengan yang lain.
Mau tidak mau Septi menerima keputusan Aria yang tidak ingin menceraikan Septi.
Selesai bicara Aria masuk dalam kamarnya dengan membanting pintu, Septi terkejut di buatnya.
Septi tidur dengan gelisah cara apa yang bisa membuat Aria menceraikan nya padahal dia tidak mencintai Septi.
__ADS_1
Karena lelah berpikir akhirnya Septi tertidur juga dan berencana besok membicarakan tentang cara ini ke pada Iyan untuk mencari jalan keluar apa yang perlu Septi lakukan untuk bisa berpisah dengan Aria suaminya.
Pagi menjelang Septi melakukan aktivitas nya di rumah seperti biasa dan pergi ke tempat kerja.
Di toko Iyan belum datang maka Septi mengerjakan pekerjaan nya sambil menunggu Iyan datang dan akan membicarakan apa jawaban suami Septi dengan permohonan agar mereka berpisah.
Septi larut dalam kegiatan nya dan waktu makan siang tiba, Septi mencoba ke ruang Iyan untuk mengatakan kejadian semalam.
Septi mengetuk pintu
tok
tok
tok
" iya masuk " suara dari dalam
Septi masuk menuju ke tempat duduk yang ada di depan meja Iyan.
__ADS_1