Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 120


__ADS_3

Septi pada akhirnya hanya bisa memberikan motivasi bagi Eva untuk bisa bertahan dan bersabar kemudian Septi mohon diri untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang Septi berpikir bagaimana bila Tian yang mengalami seperti Fany sungguh kasihan karena Tian hanya memiliki seorang ibu dan sampai saat ini Septi tidak membuka rahasia kepada Tian bahwa Iyan adalah ayah kandungnya.


Dari kejadian Eva ini Septi berpikir akan membicarakan hal yang sebenarnya kepada Tian sang anak.


Septi tidak ingin bila terjadi apa-apa dengan dirinya Tian hidup sendiri. Septi menyadari umur kita manusia tidak mengetahui bisa saja mendadak meninggal tanpa memberikan peringatan atau tanda-tanda terlebih dahulu.


Septi berniat akan membicarakan langsung pada Tian perihal ayah kandungnya nanti malam setelah makan malam menjelang mau tidur.


Malah yang dinanti telah tiba, hari ini Septi berniat membicarakan kepada Tian tentang ayah kandung Tian. Septi juga ingin memberi pengertian bahwa Iyan sang ayah telah memiliki keluarga sendiri.


Septi berkata '' anak yang pintar ibu ingin bicara sebuah rahasia tentang ayah kandung mu nak ! ''.

__ADS_1


'' ibu bila belum bisa bercerita siapa ayah kandung Tian tidak apa, Tian tidak memaksa, Saat ini Tian sudah bahagia berdua bersama ibu !'' ucap Tian.


'' ibu tidak ingin menyimpan terlalu lama rahasia ini dan saat ini lah waktunya yang tepat, ibu tidak tahu kapan ibu akan meninggal, bila sewaktu-waktu ibu tiada kamu sudah mengetahui ayah kamu masih ada di dunia ini '' ucap Septi.


Septi menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan secara berlahan, setelah itu dia menceritakan siapa ayah kandung Tian. Namun Septi tidak menceritakan bahwa Tian ada karena hubungan gelap Septi.


Septi berpikir biarlah aib itu dia dan Iyan saja yang menyimpannya.


Septi ingin Tian hidup tanpa di Bayangi bahwa karena dia lahir ke dunia ini membuat ibu dan bapaknya berpisah. Dan rahasia rumah tangga Septi dan Aria suaminya juga tidak di ceritakan. Septi cuma menjelaskan ayah kandung Tian adalah Iyan, tetapi dalam sesuatu hal Iyan pergi meninggalkan mereka tanpa memberi kabar sampai bertahun-tahun tidak bertemu dan pada akhirnya waktu liburan di rumah kakek dan nenek mereka bisa bertemu kembali.


Tian merasa iba mendengar sang ibu di tinggalkan begitu saja oleh Iyan sang ayah kandungnya.


Tian berkata '' ibu yang sabar ya, sekarang ada Tian yang akan melindungi ibu dari orang-orang yang jahat ''.

__ADS_1


Mendengar perkataan Tian sang ibu sangat bahagia bahwa Tian akan membantunya.


Tian sekarang mengetahui mengapa waktu bertemu Iyan sang ayah sungguh memberikan perhatian yang lebih.


'' Bu mengapa waktu bertemu dengan ayah ibu tidak berkata terus terang '' ucap Tian.


'' maaf ibu nak, ibu tidak ingin membuat wanita lain menderita, biar ibu saja dan juga ibu sudah bahagia bersama kamu nak '' berkata Septi.


Tian mengerti apa yang Septi inginkan dan menerima keputusan yang Septi ambil.


Tian juga menghargai keputusan sang ibu yang tidak ingin kembali ke masa lalu.


'' Bu apapun keputusan ibu akan Tian dukung, Tian hanya ingin melihat ibu bahagia itu saja !'' ucap Tian.

__ADS_1


'' terima kasih nak, kamu bisa memahami keinginan ibu dan maaf bila kamu tidak bisa seperti anak yang lain memiliki sang ayah '' berkata Septi.


__ADS_2