Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 72


__ADS_3

Aria tersudut dengan pilihan yang tidak menguntungkan bagi nya.


Ini bagaikan buah simalakama, di makan ayah mati tidak di makan ibu mati. Sebuah pilihan yang sulit untuk di putuskan.


Aria menghirup nafas dan membuangnya dengan berat sampai terdengar di telinga Septi.


Aria berkata '' apa kalian berdua kerjasama ingin menghancurkan ku !''


Desi menggelengkan kepala sedangkan Septi diam saja.


Aria masih mencoba mencari jalan untuk tidak melepaskan Septi.


'' baiklah bila itu yang kalian inginkan saya akan membebaskan Septi dari saya, tetapi saya minta waktu setelah saya benar berpisah sama Septi baru saya akan menikahi Desi '' kata Aria


Septi dan Desi sama-sama saling pandang apa maksud dari Aria.


Pada akhirnya Septi dan Desi menyetujui apa yang menjadi keinginan Aria.


Selesai dengan perdebatan mereka , Septi meminta pergi dahulu dari tempat pertemuan mereka.

__ADS_1


Septi meninggalkan Desi dan Aria di resto itu. Dia ingin menemui ayah kandung sang anak yaitu Iyan.


Rasa kangen Septi ke pada Iyan sungguh membuatnya ingin memberi kabar baik tentang rencana Aria telah bersedia menceraikannya.


Walau perceraian itu masih beberapa bulan kedepan setelah mendapatkan ke pastian hukum di pengadilan agama maka penantian Septi selama ini akan terjawab. Hal ini membuat hati Septi berbunga-bunga dan bahagia tersirat dari raut wajahnya.


Septi dan Tian mengendari kendaraan online menuju ruko Iyan.


Hati Septi berdebar-debar tidak sabar lagi ingin bertemu dengan pujaan hatinya.


Telah sampai di depan ruko Iyan, Septi masuk namun terlebih dulu dia menemui salah satu pegawai yang masih dia kenal sewaktu Septi kerja di sana.


''mbak Rahma, apa kabar sudah lama tidak bertemu'' ucap Septi


''Alhamdulillah sehat juga mbak, saya mau ketemu dengan pak Iyan apa dia ada di ruangannya ?'' ucap Septi


Rahma menjawab '' dek Septi, pak Iyan sudah pindah ke luar kota mengurus toko yang baru di sana dan ruko di sini telah di jual ''


Septi yang mendengar perkataan Rahmah jatuh terduduk sambil memeluk Tian.

__ADS_1


Rahmah berkata '' dek Septi ini anaknya ya, cakep.....''


Septi tidak menjawab pertanyaan dari Rahmah hanya menganggukkan kepala saja.


Hati Septi hancur berkeping-keping dengan kepergian Iyan yang tidak memberi kabar dan juga tidak pernah menghubungi Septi lagi setelah pertemuan di rumah orang tua Septi dulu.


Septi tidak mengetahui bahwa Aria di saat akan pulang setelah dari rumah orang tua Septi menemui Iyan dan mengatakan bahwa Iyan harus pergi jauh dari Septi dan Tian atau Aria akan membuat hidup Septi dan Tian menderita.


Dengan ancaman Aria mau tidak mau Iyan harus menghindar dari Septi dan Tian anak kandungnya. Iyan tidak ingin Septi dan Tian dianiaya oleh Aria bila tidak menuruti keinginannya.


Iyan juga pergi tidak berbicara ke mana akan pindah dan karyawan juga tidak mengetahuinya.


ini semua Iyan lakukan demi kebaikan Septi dan Tian.


Iyan harus merelakan buah hatinya tidak bersamanya asalkan anaknya bahagia. Iyan rela berkorban perasaan demi sang buah hati.


Beberapa saat Septi terdiam untuk menenangkan diri agar tidak jatuh pingsan. Dia sadar Tian ada dalam dekapannya.


Terasa sudah kuat Septi dan Tian permisi pulang dengan Rahmah .

__ADS_1


'' terima kasih informasinya Rahma'' ucap Septi


Septi mencoba tegar menghadapi kenyataan yang pahit ini untuk ke dua kalinya di tinggalkan oleh sang kekasih.


__ADS_2