
Septi menunggu Iyan selesai dengan pekerjaannya.
" eh..... bagaimana hasilnya apa suami kamu mau berpisah " kata Iyan
" dia tidak mau berpisah ! dan lebih membuat saya sakit hati tidak memberikan alasan mengapa tidak mau berpisah " Septi berkata dengan meneteskan air mata.
" sudah jangan menangis, kita jalani aja seperti ini sambil mencari jalan untuk kita bersatu " ucap Iyan
Melihat Septi menangis Iyan mendekati dan memberi dekapan tetapi bukan sampai di situ saja, Iyan memberikan kehangatan pada Septi dan mereka melakukan senam di siang hari bolong.
Jam makan siang pun telah lewat karena aktivitas senam mereka, perut Septi berbunyi dan Iyan tertawa mendengarnya maka Iyan memesan makanan online.
Dengan kehangatan dan kasih sayang yang di berikan Iyan ke pada Septi membuatnya tidak ingin berpisah dengan Iyan.
Sambil menunggu pesanan makan siang mereka tetapi tepat nya makan sore karena sudah lewat dua jam dari waktu makan siang.
Iyan berkata " coba kamu cari tahu kebiasaan suami kamu kalau libur apa yang dilakukan "
" dia sering main ke tempat temannya " jawab Septi
" pernah kamu diajak ke tempat temannya itu !" kata Iyan
" tidak pernah, itu selalu yang ia katakan kalau mau pergi " ucap septi
__ADS_1
" baik, besok kan hari libur, kamu bersiap-siap kita ikuti kemana suami pergi setiap hari libur kerja !' berkata Iyan
Septi menganggukkan kepala tanda setuju.
Iyan selalu memberikan sikap manisnya ke pada Septi, seperti sekarang memesan makanan dan mereka makan bersama.
Makan sore telah usai, Septi dan Iyan merencanakan untuk hari esok dengan matang agar pengintaian mereka berhasil.
Ke esokkan hari Septi telah menyiapkan diri untuk melakukan pengintaian ke pada suaminya, namun hal ini gagal total.
Aria tidak pergi ke luar rumah dia masih di dalam kamar padahal hari sudah pukul sembilan siang.
Septi memberi kabar kepada Iyan lewat WhatsApp bahwa suaminya tidak keluar rumah.
tok
tok
tok
tidak ada jawaban, penasaran Septi membuka pintu kamar dan melihat suaminya masih terbaring di tempat tidur.
Septi mendekatinya berlahan, namun tidak ada respon dari Aria.
__ADS_1
Septi memberanikan periksa kening Aria dan ternyata panas tinggi. Septi kaget melihat keadaan Aria maka dia ke dapur ambil air hangat untuk mengkompres kening Aria agar suhu tubuhnya menurun.
Septi melakukan kompers sampai satu jam baru suhu tubuh Aria mulai turun.
Lalu Septi mempersiapkan bubur untuk mengisi perut Aria yang dari pagi belum di isi makanan apa pun.
Aria mulai membuka matanya dan melihat Septi merawatnya.
Septi menyuapi Aria agar cepat suhu tubuh nya turun karena dengan makanan yang di makan juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh.
Merasa Aria sudah bisa di tinggal maka Septi ke luar dari kamar.
Septi memberi kabar lewat video call ke pada Iyan bahwa suaminya sakit demam tinggi.
Kabar ini membuat Iyan menari nafas panjang sampai terdengar dengan Septi.
Apa yang direncanakan mereka gagal dan masih harus bersabar untuk menyatukan cinta mereka.
Septi memberikan pengertian ke pada Iyan bahwa kejadian yang terjadi semua rencana Allah SWT. Dan Septi meminta Iyan untuk selalu bersabar pasti indah pada waktunya.
Septi meminta Iyan terus berdoa dan berusaha agar mereka berjodoh.
Septi memberikan kekuatan dan ketegaran pada Iyan untuk memperjuangkan cinta mereka.
__ADS_1
Sebenarnya mereka tidak ingin lama-lama lagi dengan hubungan ini, ingin cepat-cepat bersatu agar tidak menambah dosa yang mereka lakukan.