
Hari berganti hari dan minggu berganti minggu. Telah tiga minggu dari kejadian bertemu dengan Eva.
Septi terpikirkan tentang keadaan Eva cukup membuat dia prihatin.
Dan kebetulan hari ini dia mengantar Tian berjumpa dengan Eva.
'' Eva, apa kabar !'' ucap Septi
'' begini lah saya Septi belum ada perubahan '' berkata Eva.
'' yang sabar Va '' ucap Septi.
'' apa sudah bicara dengan suami tentang keadaan mu !'' ucap Septi.
'' sudah ! sekarang lagi mencari bantuan agar bisa saya operasi Sep'' berkata Eva.
Eva mendekati Septi dan berbisik.
'' boleh kita duduk sebentar Sep ''
Lalu kedua sahabat ini duduk bersama, di sebuah kursi yang jauh jaraknya dari kelas anak-anak.
Eva sengaja mengajak Septi menjauh dari orang-orang karena ada hal yang dibicarakan.
__ADS_1
'' Septi bisa saya minta bantuan dengan kamu '' ucap Eva.
'' apa yang bisa saya bantu '' berkata Septi.
'' sebenarnya saya malu namun saya dan suami saya lagi butuh dana untuk operasi saya. Bila kamu ada tabungan bila berkenan tolong pinjamkan uang kepada saya '' ucap Eva.
'' memang kamu butuh berapa sih Va !'' ucap Septi.
'' seberapa kamu bisa pinjamkan saya, bisa menambah keuangan saya dan bila masih juga kurang akan saya cari dengan orang lain lagi '' ucap Eva.
Septi berpikir sejenak dan mulai mengingat berapa uang tabungan yang dia punya.
Septi berkata '' saya punya uang tabungan tetapi tidak terlalu banyak, bisa kamu pakai dulu Va.''
Dengan uang yang di berikan Septi memang tidak mencukupi untuk biaya operasi Eva, namun setidaknya untuk menambah uang tabungan Eva dan mengurangi jumlah uang yang harus Eva cari untuk mencukupi operasi nantinya.
Septi melihat sahabatnya sedikit tersenyum hatinya bahagia.
Akhirnya Septi dan Eva berpisah karena Septi harus bekerja sedangkan Eva pulang kerumah nya.
Dalam hati Septi berkata '' memang kita hidup harus memiliki tabungan untuk masa depan dan berjaga-jaga dengan hal tidak terduga seperti ini, syukurlah saya bisa menabung dari sedikit demi sedikit ''.
Septi melanjutkan langkahnya untuk bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup nya dengan Tian sang anak.
__ADS_1
*****
Waktu terasa cepat berlalu hari ini waktu pembagian raport pertama kali bagi Tian.
Dengan semangat empat lima Tian mengajak sang ibu untuk mengambil raport nya, sebab memang di sekolah ini di haruskan oleh pihak sekolah yang ambil raport orang tua atau wali.
Pihak sekolah ingin berjumpa dengan orang tua atau wali untuk memberitahukan tentang perkembangan anak didiknya.
Bila anak didik nya mengalami penurunan nilai akan di cari apa masalahnya. Maka pihak orang tua dan sekolah sedari dini mencari akar permasalahannya dan juga jalan solusinya.
Begitupun sebaliknya bila anak didik mengalami peningkatan nilai maka pihak sekolah memberikan semangat ataupun motivasi untuk lebih di tingkatkan.
Tian tiba di sekolah tidak sabar lagi untuk menerima raport. Dia penasaran bagaimana nilai dan bentuk raport nya untuk pertama kalinya.
Septi tersenyum melihat kelakuan Tian dan berkata '' sayang yang sabar ya ini kan belum bel waktunya masuk, ibu di luar dulu ya !''
Tian menganggukkan kepalanya, sedangkan Septi mencari keberadaan Eva, yang seharusnya datang juga untuk mengambil raport anaknya.
Sudah bel berbunyi seluruh siswa masuk ke dalam kelas Septi belum juga melihat keberadaan Eva.
'' mengapa Eva tidak datang ya '' hati kecil Septi berkata.
Septi harus masuk ke dalam kelas Tian untuk menerima raport.
__ADS_1