
Orang yang dinanti-nantikan akhirnya datang juga, yaitu ayah Septi.
ayah masuk ke rumah yang pertama kali ditemui Iyan dan Tian yang berada di ruang tamu.
Kemudian ayah ke ruang keluarga melihat Aria terkejut. Dan langsung ayah menghampiri dengan lalu bertanya ke pada Aria.
''sudah lama nak Aria datang''
Aria menjawab '' cukup lama, ayah baru pulang ''
'' ya, maaf ayah membersihkan diri dulu " kata ayah Septi
Iyan dan Aria menganggukkan kepalanya.
ayah Septi berjalan masuk ke dalam kamar.
Septi terlihat bertambah gelisah
dan detak jantung yang semakin cepat.
Apalagi saat ini Septi melihat ayahnya sudah selesai mandi.
sang ayah berkata
" baiklah sekarang kita sudah berkumpul semua di ruang ini, saya ingin mendapat penjelasan dari Iyan terlebih dahulu ?"
Iyan berkata
" baiklah, saya tidak ingin mengungkit-ungkit masa yang sudah terjadi, saya sadar di sini saya juga salah, namun terlepas dari semua itu memang saya mencintai Septi dan berharap kamu membina rumah tangga bersama "
__ADS_1
ayah Septi bicara
'' bagaimana dengan nak Aria dengan permintaan nak Iyan tersebut ''
Aria menjawab
" maaf ayah dan ibu, saya masih suami sah Septi dan tidak ada niat saya untuk berpisah dengan nya "
ayah berkata
''begitu ya keputusan nak Aria, sekarang ayah tanya sama Septi, bagaimana "
Septi menjawab
''maaf beribu maaf kak Aria, Septi mencintai Iyan dan juga Tian anak kami berdua "
Aria berkata
Ke dua belah pihak tidak ada yang mau mengalah masih bersikeras dengan keinginan masing-masing.
ayah melihat tidak ada yang mau mengalah antara Iyan dan Aria, akhirnya berkata
" bila kalian berdua antara nak Aria dan nak Iyan tidak ada yang mau mengalah, ayah punya saran agar Septi menambah tiga bulan lagi di sini dan dalam waktu tiga bulan itu diantara kalian tidak ada yang boleh melihat atau berjumpa dengan Septi dan Tian, bagaimana ?
Suasana hening
Iyan dan Aria coba berpikir bagaimana ini apa di terima atau tidak atau ada ide yang lain dari Iyan dan Aria.
Mereka berdua minta waktu untuk memikirkannya.
__ADS_1
sang ayah berkata
" baiklah, untuk memberikan kalimat berpikir saya beri watu sampai besok "
ayah Septi berharap agar besok ada solusi atau saran yang lebih baik. Ataukah ada yang akan berubah pikiran.
Sekarang ayah minta Iyan dan Aria keluar dari rumah saya dan pikirkan masak-masak apa yang harus dilakukan untuk mencari jalan keluar dari masalah ini apa di antara keduanya masih bersikeras dengan keinginannya atau mengalah demi kebahagian orang lain.
Septi menari nafas lega karena masih ada waktu yang di berikan oleh ayah nya untuk menyelesaikan masalah rumah tangga nya.
akhirnya Iyan dan Aria mohon diri untuk tidur di penginapan.
Septi masih memangku Tian tidak beranjak dari tempat duduknya.
Karena dia tidak ingin membuat masalah lagi lebih baik dia ke kamar untuk menidurkan Tian.
Tian di dalam dekapan Septi sudah tertidur selagi mereka membahas jalan penyelesaian masalah rumah tangga Septi.
ayah dan ibu Septi hanya dapat memandang kepergian mereka semua.
Kemudian ibu pergi ke dapur untuk mempersiapkan makan malam.
Sedangkan ayah menonton berita di televisi.
Septi setelah menidurkan Tian, keluar dari kamar namun di panggil sang ayah
" nak ke sini dulu ayah ingin bicara "
Septi mendekati ayah dan duduk di hadapan sang ayah.
__ADS_1
" nak, apapun hasil dari keputusan besok bapak harap kamu bisa dengan dewasa menerimanya, ayah tidak bisa memberikan keputusan di sini keputusan suami mu yang akan menentukan semuanya" berkata ayah
Bukan ayah tidak sayang sama Septi namun Aria di mata hukum lebih berhak atas diri Septi.