
Septi bagun di pagi hari oleh tangisan Tian. Bayi memang bagun pagi sekali sebelum yang lainnya bangun.
Begitu juga Tian seperti bayi yang lain, Septi memberikan ASI nya agar Tian tidak menangis lagi.
Telah kenyang Tian biasanya mengajak Septi untuk bangun dan melakukan aktifitas pagi seperti membuat sarapan pagi.
Septi pergi ke dapur untuk minum dan melihat apa yang bisa mengisi perutnya, dibuka kulkas dan ada beberapa buah yang bisa mengisi perut Septi sebelum dia membuat sarapan pagi.
Septi melanjutkan pekerjaan di dapur hingga selesai.
Kemudian septi membersihkan diri, setelah itu baru memandikan Tian.
Selesai dengan membersihkan diri Septi membawa Tian ke maja makan untuk sarapan.
Septi memang tidak pernah menunggu Aria untuk makan pagi.
Seperti pagi ini Septi dengan lahapnya memakan sarapan nya.
Dia tidak ingin bertemu dengan Aria sebisa mungkin menghindar.
Selagi asiknya menikmati sarapan paginya tiba-tiba Aria keluar dari kamar dengan pakaian rapi.
Septi tidak berkata apa-apa hanya dalam kepalanya berpikir mengapa sepagi ini sudah rapi.
Aria berkata '' terlihat sarapan pagi ini sungguh menggugah selera''
__ADS_1
Septi berkata '' bila ingin sarapan silakan kak ''
Pagi ini Septi dan Aria berada di meja makan yang sama.
Septi bicara dalam hati
'' kemarin dia satu meja dengan wanita itu dengan mesra ''
Aria menghadapi Septi di meja makan dengan cuek aja seakan-akan Septi hanya patung yang ada di hadapannya.
Begitu juga sikap Aria ke pada Tian tidak ada komunikasi dan bahkan untuk menggendong nya rasa enggan. Kecuali di depan orang tua Septi dan Iyan, dia akan bersikap manis seperti perduli kepada Tian.
Septi tidak menjadikan ini masalah karena tau Tian bukan anak Aria.
Namun yang membuat Septi tidak suka dengan Aria adalah tidak mau melepaskannya dari perkawinan bagai neraka buat Septi.
Septi berkata dalam hati
'' lain waktu aja saya ke rumah wanita cantik teman Aria itu,
yang penting saya sudah mengetahui di mana wanita itu tinggal''.
#####&&&&
Usia Tian saat ini telah memasuki usia tiga bulan dan tubuhnya mulai besar.
__ADS_1
Iyan sang ayah kandung Tian tidak lagi menampakkan batang hidungnya.
Septi juga tidak ingin menghubungi Iyan sebab tidak ingin mengganggu ketenangan Iyan.
Septi berpikir positif bahwa Iyan sibuk dengan pekerjaan.
Semenjak Septi melahirkan dia berhenti kerja di toko Iyan.
Apa lagi Tian anak Septi yang masih bayi membutuhkan Septi untuk merawatnya.
Septi juga tidak tega bila Tian di asuh dengan orang lain sampai usia Tian cukup besar baru rencananya Septi bekerja kembali.
Karena Septi tidak lagi kerja di tempat toko Iyan maka mereka sulit sekali bertemu.
Dan Aria juga tidak memperbolehkan Septi bekerja di tempat Iyan.
Aria tidak mau kejadian yang terdahulu terulang kembali.
Septi berpikir untuk pergi ke rumah wanita yang pernah dia lihat bersama Aria. Dan Tian sekarang sudah mulai besar tubuhnya berisi.
Sampai saat ini Tian masih minum ASI sehingga memudahkan Septi untuk memberi makan Tian.
Septi sengaja memberikan ASI selama enam bulan usia Tian.
Maka Tian tumbuh dengan asupan ASI yang merupakan susu terbaik di dunia.
__ADS_1
Keadaan ini sangat menguntungkan Septi untuk membawa Tian tidak begitu merepotkan Septi untuk memberi makan Tian cukup dengan ASI saja.