Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 96


__ADS_3

Kedua sahabat ini melanjutkan perbincangan sampai bel sekolah pulang, karena kelas satu dan dua tidak terlalu jauh maka jam pulang nya juga hampir bersamaan. Maka mereka bisa serempak untuk pulang ke rumah masing-masing.


Eva berkata '' Sep ! lain waktu kita bisa jumpa lagi ya untuk bernostalgia waktu SMA dulu ''.


'' baik Eva, bila saya ada waktu luang lagi libur kerja '' ucap Septi.


Ke dua sahabat ini lalu berpisah dan pulang menuju rumah masing-masing.


Keesokan hari Tian ke sekolah di antar oleh Septi, namun dia tidak menunggu Tian di sekolah sampai pulang. Septi diharuskan bekerja untuk kelangsungan hidupnya.


Septi akan menjemput Tian kembali setelah pulang sekolah dan mengajak Tian ke warung, sebab Septi tidak mencari orang yang menjaga Tian dari kecil hingga sampai sekolah Septi berusaha mengurus sendiri untuk menghemat pengeluaran.


Septi mendapat juragan yang baik hati yaitu Bu Wahyuni yang seperti ibu sendiri bagi Septi dan beliau memperbolehkan Septi bekerja sambil mengasuh Tian dari bayi hingga sekarang. ibu Wahyuni juga sangat sayang sama Tian yang dianggap seperti cucu nya.


Septi sangat bersyukur telah di pertemukan dewa penolong sebaik ibu Wahyuni.


Hari berganti hari dan sudah tiga bulan Tian bersekolah. Kini waktunya Tian melakukan ulangan dengan semangat dia pergi ke sekolah sampai Septi pagi-pagi sudah dibangunkan karena Tian takut terlambat ke sekolah.


'' sabar bayang ini masih pagi ! lihat itu baru pukul berapa jangan terburu-buru '' ucap Septi.


'' iya Bu, Tian ingin sudah ada di sekolah pagi-pagi'' ucap Tian.

__ADS_1


'' memang kenapa harus pagi sekali sayang '' berkata Septi.


'' nanti ujian biar Tian tidak cemas lagi karena sudah datang '' ucap Tian.


Septi tertawa dengan ucapan sang anak dan menasehati agar Tian tidak perlu cemas lagi, asalkan telah belajar dengan baik maka ulangan atau ujian itu tidak masalah.


Akhirnya Tian mengerti akan nasehat dari Septi dan yang sebenarnya Tian anak yang pintar karena di TK dia sudah bisa membaca dan berhitung.


Septi memang sedari kecil membantu belajar Tian sehingga waktu sekolah Tian telah menguasai pelajaran dengan baik.


Septi menginginkan Tian tumbuh menjadi anak yang pandai dan bisa diandalkan nantinya oleh Septi karena Tian merupakan harta satu-satunya bagi Septi.


Septi berkata '' sayang itu lihat masih sedikit kan temanmu yang datang ''


'' iya Bu, besok Tian tidak akan mengulangi hal seperti ini '' ucap Tian.


Septi membelai rambut Tian untuk memberikan kehangatan pada sang putra semata wayangnya.


Tian berjalan ke kursinya dan Septi melangkah untuk pergi ke warung.


Di jalan menuju gerbang sekolah ada seorang yang memanggil namannya.

__ADS_1


'' Septi, di sini..... ''


Septi mencari sumber suara dan menolehkan kepalanya.


Dia melihat Eva sedang berjalan mendekati Septi.


'' ada apa Eva !'' ucap Septi


'' ih,,,,,, kamu ini Septi kita sudah lama tidak ketemu, saya ingin bicara ?''. berkata Eva.


'' maaf ya Eva, saya harus pergi ke tempat kerja'' ucap Septi.


'' Septi, tolong lah ! saya ingin curah dengan siapa lagi hanya kamu teman saya dari dahulu '' berkata Eva.


Septi serba salah mau menolah bagaiman tidak enak dengan Eva.


'' begini saja Eva, kamu ikut dengan saya bila nanti pekerjaan saya telah selesai maka saya akan minta ijin untuk bisa bicara dengan mu.


Tetapi kita bicara di warung saja ya !'' ucap Septi.


Akhirnya Eva menyetujui saran Septi dan mereka pergi bersama ke tempat Septi kerja.

__ADS_1


__ADS_2