Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 58


__ADS_3

Septi dan Iyan serta Tian di dalam pelukan Iyan keluar dari mobil.


Mereka bertiga menuju pintu rumah, namun keadaan pintu terbuka.


Septi dan Iyan langsung masuk ke dalam, tetapi di pintu mereka mengucapkan salam bersama-sama


" assalamualaikum "


" waaikumsalam "


jawab orang yang di dalam rumah.


Di ruang keluarga terlihat ada beberapa orang duduk di sana.


Septi terkejut melihat siapa yang datang. Baru saja dia menikmati kebahagian yang ia rasakan mengapa langsung di hadapkan oleh masalah.


Septi melihat Aria sedang bicara dengan sang ibu.


Septi berjalan di samping Iyan sedangkan Iyan menggendong Tian.


ibu berkata


" itu mereka sudah pulang "


Aria melihat ke arah pintu dan melihat Septi, Iyan dan Tian.


berjalan bersama-sama.


Septi berkata " Bu saya mau mandikan Tian dulu "


'' iya '' jawab ibu


Kemudian Septi mengambil Tian dari gendongan Iyan.

__ADS_1


Septi berjalan ke kamarnya untuk membersihkan Tian dari debu di luar sana dan juga ingin menyegarkan tubuh Tian yang sudah main di luar agar lebih segar .


Kepergian Septi untuk memandikan Tian,


Iyan mendekati Aria dan duduk di sofa yang berhadapan dengan Aria.


ibu melihat ke dua laki-laki yang merebutkan anaknya Septi,


lalu bicara


" nak Aria dan nak Iyan tolong bicaranya nanti menunggu ayah Septi pulang ya "


Dalam pikiran ibu biar bisa mencari jalan penyelesaian dengan masalah rumah tangga Aria dan Septi nantinya.


Dan membuat keputusan dimana semua pihak ada, agar tidak terjadi salah satu yang merasa dirugikan untuk penyelesaian masalah rumah tangga Septi.


ibu lalu berlalu ke dapur untuk menyiapkan minuman untuk Iyan yang baru datang.


Melihat dua orang pria yang sedang duduk dalam ke adaan diam dan mereka sedang bermain handphone masing-masing.


Septi berlalu dari ruangan keluarga mencari ibunya di dapur.


" Bu apa kak Aria sudah lama datangnya ?" kata Septi


" lumayan Septi tapi sekitar pukul setengah tiga " jawab ibu


Dalam hati Septi berkata " lumayan dia menunggu kami pulang "


ibu berkata " Septi tolong antar kan minuman untuk mereka, biar Tian dan ibu yang gendong''


Septi ke ruang keluarga dengan membawa minuman teh hangat untuk ke dua laki-laki.


Jantung Septi bergetar lebih cepat karena ada dua pria yang membuat Septi bingung dan sedih.

__ADS_1


Walaupun Septi mengharapkan Iyan sang kekasih yang akan menjadi suaminya kelak.


Namun apa daya Septi tidak ada kuasa untuk memutuskan masalah yang terjadi di rumah tangga nya.


Dengan hati gundah gulana Septi harus duduk di antara dua pria.


menuruti kata hati Septi ingin susu disebelah Iyan sang pujaan hati.


Namun untuk menjaga agar Aria jangan sampai emosi maka dia memilih duduk diantara keduanya.


Untung nya ibu datang bersama Tian yang lagi sedang menangis.


ibu berkata


'' Septi ini Tian menangis "


Iyan langsung berdiri dan mengulurkan tangannya untuk mengambil Tian dari ibu Septi.


" sini Bu biar saya aja yang diamkan Tian " ucap Iyan.


Lalu Iyan menggendong Tian untuk menenangkan dan membawanya ke ruang depan.


Aria melihat kelakuan Iyan berucap ke pada Septi.


" apa kamu tidak menghargai saya sebagai bapak bayi mu "


Septi hanya tertunduk bagi Septi tidak perlu menjawab, sebab Aria sudah mengetahui jawaban nya.


ibu yang mendengar berusaha membuat suasana agar tidak tegang.


ibu berkata '' maaf nak Aria, bila bersama nak Iyan si Tian bisa cepat diam, itu lihat Tian sudah tidak terdengar menangis lagi !"


Memang benar Iyan bisa menenangkan Tian karena ada ikatan batin antara ayah dan anak di antara mereka dan juga Iyan menunjukkan kasih sayang yang tulus ke pada Tian sang buah hatinya.

__ADS_1


__ADS_2