Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 84


__ADS_3

Pagi hari ini yang di sambut dengan hujan rintik-rintik dari pukul enam membuat penghuni rumah Muji enggan untuk bangun, mereka masih senang di balik selimut masing-masing.


Tian sang anak kecil tetap bangun pagi dia menemani Septi di dapur untuk membuat sarapan pagi.


Walaupun udara terasa dingin tidak membuat Septi bermalas-malasan di tempat tidur. Dia sadar bahwa di rumah Muji ada misi yang harus dia jalankan. Yaitu mengambil hati anak Muji agar apa yang menjadi keinginan Septi berupa restu anak-anak Muji di dapatkannya.


Septi di dapur sedang asik memasak nasi goreng tiba-tiba datang Muji yang berkata


'' Hem, tercium masakan yang sedap ini Bu Tian ''


Septi menoleh ke belakang lalu berkata '' ini mas buat nasi goreng untuk sarapan kita semua ''


Muji duduk di meja makan, sesaat kemudian Septi selesai memasak dan menghidangkan nasi goreng lengkap dengan lauk pauk di atas piring lalu di letakkan di atas meja makan.


'' sudah siap mas silahkan di makan '' ucap Septi.


'' bentar dulu saya mau membersihkan diri dulu baru sarapan '' berkata Muji


'' o..iya, mas apa anak-anak hari ini libur sekolah ya '' ucap Septi


'' tidak mereka memang bergantian masuk sekolahnya pakai ship karena lagi pandemi ''

__ADS_1


Septi paham di berita sering di bicarakan tentang wabah suatu virus yang menyebar di seluruh dunia. Pandemi ini membuat siswa tidak bisa sekolah seperti biasanya.


Muji pergi meninggalkan Septi di ruang makan untuk mandi.


Septi duduk sambil menunggu penghuni yang lain bangun dari tidurnya. Anak muji yang bungsu Anti mendatangi Septi berkata


'' horeeee, Tante bikin sarapan pagi Anti mau makan.''


Septi berkata '' sini duduk dekat tante, biar diambilkan makanannya Anti mau pakai lauk apa ?''


Septi sengaja masak dengan beberapa lauk karena belum tau selesai anak-anak Muji.


'' ya Anti baiklah sayang makan yang banyak ya biar lekas besar !'' Septi berkata.


Anti tersenyum mendengar ucapan Septi. dia merasa bahagia ada seorang ibu yang perhatian dengan


Selama ibu Anti pergi yang mengurus dirinya sendiri sekali-kali kalanya membantu bila tidak sibuk dengan kegiatan mereka.


Anti dengan lahapnya memakan sarapan dan sang ayah datang.


Muji berkata '' Anti pelan-pelan sayang tidak ada yang akan mengambil makananmu ''

__ADS_1


'' oh....ayah ini nasi goreng nya enak yah jadi Anti semangat makannya '' ucap Anti


Muji juga ikut sarapan dan mereka berempat sarapan bersama tidak menunggu yang lain.


Karena yang lain anak Muji belum juga keluar dari kamar nya dan hujan bertambah deras membuat suasana bertambah dingin.


Selesai sarapan Muji dan anak-anak ke ruang keluarga sedangkan Septi membersihkan meja makan dan mencuci piring yang kotor.


Pekerjaan Septi telah selesai menuju ke ruang keluarga, sampai di sana Septi berkata


'' mas, saya tidak enak di lihat tetangga nanti bila terlalu lama di sini walaupun ada anak-anak mas !''


'' iya, nanti kita tunggu mereka berkumpul baru membicarakan rencana pernikahan kita '' ucap Muji


Lalu mereka berbincang tentang berbagai hal dan melihat Anti bermain dengan Tian.


Septi melihat Anti dengan akrabnya bermain bersama membuat hati Septi lega.


Muji berkata '' lihat ibu Tian mereka bermain bersama seperti kakak dan adik !''


'' mudah-mudahan yang lain anak mas Muji juga bisa menerima kehadiran saya dan Tian '' ucap Septi.

__ADS_1


__ADS_2