
" Alhamdulillah..... terima kasih ya Allah SWT " teriak Septi
Iyan mendengar Septi bicara terkejut dan berkata " ada apa yang ! kamu sangat bahagia sekali !!"
Septi langsung memeluk Iyan dengan mencium pipinya.
" hai, sayang apa masih kurang tadi sudah hampir tiga jam loh kita melakukan nya " kata Iyan
Septi menggerakkan kepalanya tanda bukan itu, lalu dia menyerahkan alat tes kehamilan ke pada Iyan.
Iyan berkata " ini punya kamu sayang !"
Septi menganggukkan kepalanya. Dan saat Septi menganggukkan kepala Iyan bertubi-tubi mencium wajah Septi, tidak ada yang tertinggal pipi, jidat, hidung dan yang terakhir bibir dengan waktu yang lama sehingga mereka ke habisan oksigen baru melepas perpautan bibir mereka.
Menarik nafas dalam-dalam dan menjauhi Iyan, Septi duduk dan berkata " kita sudah berhasil yang "
Ke dua pasangan kekasih ini tampak bahagia sekali dari wajahnya mendengar mendapatkan kabar jerih payah yang hampir dua bulan baru menuai hasilnya.
__ADS_1
" sayang jaga anak kita baik-baik ya !" kata Iyan
" iya, saya akan menjaga buah hati kita dengan segenap hati " berkata Septi
Karena ini kehamilan ke dua bagi Septi maka tidak ingin terjadi musibah yang pertama yaitu ke guguran, dan dia meminta Iyan untuk melakukan senam nya tidak terlalu sering dan melakukannya jangan terlalu lama sehingga akan membuat Septi kelahan mengakibatkan bahaya bagi sang bayi. Iyan menyadari ini dan berjanji ke pada Septi untuk selalu menjaga nya dan menahan nafsu nya. Septi mendengar perkataan Iyan sangat bahagia sekali dan tidak ingin berpisah dengannya.
Iyan begitu bahagia mengetahui bahwa Septi hamil anaknya dan tidak berpikir lagi di video call dengan orang tua nya, ingin mengabari kabar bahagia itu.
" assalamualaikum, Bu !" kata Iyan
" waaikumsalam " jawab ibu
" ibu.... sebentar lagi memiliki cucu dari Iyan !" berkata Iyan
ibu menjawab " Alhamdulillah, mana menantu ibu yang akan memberikan ibu seorang cucu !"
lalu Iyan mengarahkan handphone ke Septi sambil menganggukkan kepala, agar Septi menyapa orang tua Iyan
__ADS_1
" assalamualaikum, Bu " ucap Septi
Septi bicara sebentar cuma menanyakan kabar orang tua Iyan saja, dia tidak tahu harus berkata apa video call mendadak dan tidak ada persiapan apa pun.
Iyan menerangkan ke pada ibunya bahwa Septi baru hamil enam minggu menurut perhitungan Septi dari terakhir datang bulan. Orang tua Iyan berpesan agar menjaga kehamilan Septi yang masih rentang.
Mereka ber dua berjanji ke pada orang tua Iyan untuk menjaga calon anaknya sebaik mungkin.
orang tua Iyan nampaknya sungguh bahagia mendapatkan berita kehamilan Septi ini di lihat dari wajah ibu nya Iyan di layar handphone, sang ibu menyarankan ke pada Iyan agar membawa Septi ke dokter kandungan untuk lebih mengetahui apa saja yang perlu diketahui untuk ibu hamil, agar kandungannya sehat dan kuat.
Septi mendengar perkataan ibu Iyan sangat bahagia bahwa orang tua Iyan sangat perhatian padanya.
Setelah selesai video call dengan sang ibu, Iyan mengajak Septi ke dokter kandungan baru setelahnya ke ruko untuk bekerja.
Tiba di dokter kandungan Septi dan Iyan sebagai pasangan suami istri mereka tidak ingat bahwa mereka belum resmi menikah, karena rasa bahagia ke dua anak manusia ini tidak menggunakan akal pikirannya melainkan terbawa hawa nafsu tidak menyadari status mereka.
Dokter menjelaskan larangan dan yang perlu dijaga untuk masa kehamilan di semester pertama, juga dokter mengharapkan Iyan menjadi sang ayah yang siap siaga.
__ADS_1
Selesai konsultasi dengan dokter baru mereka menyadari bahwa Iyan tidak bisa menjaga Septi untuk dua puluh empat jam.