Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 83


__ADS_3

Septi mencoba ingin bicara dengan Maya selagi bersama-sama di dapur.


'' nak Maya kamu dibilang ayah mu kuliah ya dan sekarang semester terakhir '' ucap Septi.


'' iya, benar '' berkata Maya


'' tamat kuliah mau kerja tentunya. ingin bekerja di kota atau di desa '' ucap Septi


''belum tau, tamat aja belum '' berkata Maya


Septi coba untuk akrab dengan anak gadis Muji yang paling besar. Tetapi dia tidak merespon apa yang menjadi bahan perbicangan mereka, maya hanya menjawab satu atau dua kalimat saja dan menjawab pertanyaan dari Septi dengan ketus. Seakan-akan Maya terdengar marah. Maya banyak diam saja asik dengan pekerjaannya.


Septi mendengar perkataan Maya menarik nafas dalam-dalam. Di dalam hati Septi berkata


''mengapa Maya menjawab ku seperti tidak senang atas ke hadiran ku.''


Lalu Septi berdiam diri tidak lagi mau bertanya dengan Maya takut dia bertambah tidak senang. Akhirnya pekerjaan di dapur selesai .


Maya berkata '' maaf Tante saya duluan ya mau ke kamar ada tugas kuliah ''


'' baik lah Maya '' ucap Septi


Kemudian Septi ke ruang keluarga di sana telah bermain kedua anak Muji dengan Tian.


Septi melihat nya bahagia mereka bersenda gurau dan sampai tertawa bersama.

__ADS_1


Muji melihat Septi berkata '' Bu Tian mari kesini ''


Septi mendekati mereka dan duduk di salah satu kursi yang masih kosong.


Septi berkata '' mas, Maya ada tugas kuliah jadi dia langsung masuk kamar untuk belajar.


Muji berkata '' baik lah bila begitu kita bicara sama anak-anak besok aja ''


'' iya, mas bila lengkap itu lebih enak, biar tahu apa reaksi mereka semua dan pendapat dari mereka semua'' ucap Septi


'' sebaiknya kita istirahat agar besok pagi badan terasa segar karena kita dari perjalanan jauh'' berkata Muji


Mereka pada akhirnya membubarkan diri untuk menuju ke kamar masing-masing.


Dengan tersenyum Septi berkata


'' ini kamar nya anti ya ?''


Anti hanya menganggukkan kepala.


'' boleh ibu dan adik Tian tidur disini bersama Anti''


'' boleh '' berkata Anti


Septi berpikir bila anti sendirian di kamar itu tidak mungkin pasti ada ayuknya yang menemani mengingat Anti anak bungsu dan masih kecil. Tidak mungkin anak sekecil anti berani tidur sendiri.

__ADS_1


Septi berkata '' Anti biasanya tidur dengan siapa ?''


'' dengan kak Maya Tate '' ucap Anti


Septi duduk di pinggir tempat tidur dan Tian di baringkan di tengah.


Septi berkata '' Anti mau tidur ya mau ibu ceritakan sebuah dongeng untuk penghantar tidurmu ''


'' mau-mau '' ucap Anti


Anti terlihat antusias mendengar Septi akan menceritakan sebuah dongeng untuk nya.


Septi sambil menepuk-nepuk punggung Tian agar terlelap tidur dan Septi sambil mulai menceritakan sebuah dongeng.


Dengan mendengarkan Septi mendongeng membuat Anti mengantuk. Tidak sadar lagi Anti tertidur sebelum dongeng yang di ceritakan Septi tamat.


Melihat Anti tertidur pulas Septi bahagia melihatnya.


Septi melihat akan hal ini seperti memiliki dua anak yang membuat hatinya tersentuh.


Dalam hati Septi berkata


'' kasihan Anti masih kecil sudah di tinggal oleh ibunya, padahal dia masing menginginkan bermanja dengan ibunya''


Melihat ini Septi bertekad tidak ingin meninggalkan Tian sendiri apapun yang terjadi. Dia tidak ingin kejadian yang dialami Anti terjadi pada diri Tian anaknya yang kurang kasih sayang ibu.

__ADS_1


__ADS_2