Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 71


__ADS_3

Septi semakin penasaran dengan apa yang di dengar dan dilihatnya.


Aria sungguh tega terhadap Desi yang telah lama menjalin hubungan dan bahkan ingin membunuh janin yang tidak berdosa yaitu darah dagingnya Aria sendiri.


berkata Septi '' kak, tega benar kamu mau menggugurkan darah daging mu sendiri apa tidak takut dosa !''


'' itu urusan saya dengan Tuhan bukan dengan kalian '' ucap Aria


'' kak sebaiknya pikirkan dahulu jangan menambah dosa lagi sedangkan bayi itu tidak berdosa'' kata Septi


Desi saat itu meneteskan air mata mendengar percakapan sepasang suami istri yang dihadapannya.


Di hati Desi berkata


'' bagaimana ini bila Aria tidak menginginkan bayinya, saya tidak mau menanggung malu ''


Septi berkata


'' kak maaf bila saya lancang mengapa kak mengakui Tian yang bukan anak kandung kakak namun bayi yang jelas hasil perbuatan kakak tidak diakui ! mengapa ?''


Aria terpojok dengan pertanyaan Septi. Dia tidak ingin semuanya akan hancur apa yang direncanakannya.

__ADS_1


Aria menjawab '' saya tidak menginjak bayi itu saja kan sudah ada Tian anak saya ''


Aria masih mengelak juga.


Desi bertambah sedih bukan air mata yang menetes lagi tetapi suara Isak tangisnya sudah terdengar.


Sebagai seorang wanita Septi dapat merasakan hati Desi sangat hancur.


Desi bagaikan pepatah mengatakan habis manis sepah di buang.


Septi mencoba berpikir apa yang bisa membuat Aria mau menikahi Desi. Dan lagi Septi dan Desi sudah bersepakat untuk bekerjasama dalam hal ini. Septi tidak ingin membuat Desi kecewa dengan kesepakatan yang di buatnya.


Aria tidak menyangka bahwa Septi bisa bicara seperti itu.


ucap Aria '' memang Desi berani la melaporkan saya ke polisi ?''


Aria sambil melotot melihat Desi yang masih menangis.


Desi yang melihat Aria bertambah marah, dia tidak bisa bicara hanya menatap memohon iba Aria untuk luluh hatinya dan bersedia menerima bayinya.


Septi berkata '' saya yang akan laporkan hal ini dan saya akan jadi saksi untuk kasus ini sekaligus membantu Dedi untuk memperjuangkan keadilan sedada kaum wanita ''

__ADS_1


Aria tertegun mendengar ucapan Septi bahwa dia yang akan maju untuk membela Desi dan akan membantu Desi memperjuangkan haknya.


Hati Aria berkata dia tidak akan menang melawan ke dua wanita di depannya yang sudah sepakat untuk melakukan perlawanan di mata hukum.


Aria menyadari posisi dia di mata hukum sangat lemah dengan bukti dan saksi dari Septi akan memperkuat Desi. Kemungkinan besar di pengadilan Aria akan menjadi pihak yang kalah.


'' baiklah saya akan bertanggung jawab namun Desi ku jadikan istri yang kedua dan kamu Septi saya madu tidak boleh makan nya cerai '' kata Aria


berkata Septi '' saya tidak mau di madu saya minta cerai ?''


Aria berkata '' jangan mimpi kamu Septi mau pisah dengan saya, itu syaratnya !''


Septi berkata '' Desi apa kamu mau menjadi istri ke dua ?''


Desi yang ditanya melihat Septi sambil mencoba mencari jawaban apa yang harus dikatakan karena untuk mengatakan iya takut mengingkari kesepakatan antara dia dan Septi.


Desi dengan menggelengkan kepala untuk memberi isyarat pada Septi bahwa dia tidak mau.


Septi melihat jawaban Desi mengetahui bahwa itu kesepakatan yang terjadi di antara Septi dan Desi.


'' bagaimana kak, Desi juga tidak bersedia jadi di sini kami berdua tidak menginjak kak mepoligami kami '' ucap Septi

__ADS_1


__ADS_2