
Iyan memberikan nama sang putra nya Septiansyah gabungan dari nama Septi dan Iyan.
Septi yang mendengar nama sang bayi menggagukkan kepala menyatakan setuju.
Iyan dan Septi memangil anaknya dengan panggilan Tian, terlihat ke dua orang tua baru ini merasa bahagia.
Waktu cepat berlalu bagi ke dua orang tua baru ini, mereka tersadar ketika dokter menyampaikan bahwa Septi boleh pulang karena dia melahirkan secara alami dan keadaan Septi dan bayinya sehat, jadi mereka tidak lama di rumah sakit.
Tersadar akan perkataan dokter, Septi dan Iyan saling menatap mau pulang kemana karena kesepakatan Iyan dengan suami Septi sampai melahirkan tetapi Iyan tidak ingin melepaskan Septi apa lagi anak sang buah hati yang telah lama dinantikan oleh Iyan juga orang tua Iyan terutama ibu Iyan yang selalu menanyakan kapan akan memberikan cucu kepadanya.
Iyan bicara " say bagaimana bila kamu bilang sama Aria, untuk tinggal di rumahku, bila perlu sekarang kamu sudah melahirkan minta dia untuk menceraikan kamu... say !"
" baiklah yang... saya akan coba !" jawab Septi
Lewat handphone Septi ingin bicara dengan Aria
__ADS_1
"kring.......
kring.....
kring.....
" hallo....... tersambung
" kak Aria hari ini saya pulang dari rumah sakit karena sudah melahirkan maka saya ingin pulang ke tempat rumah Aria ya kak !" ucap Septi.
" apa kamu masih istri saya pulang kerumah jangan ke rumah laki-laki lain yang suka mengganggu istri orang !" berkata Aria.
Iyan berkata " yang bagaimana ini ! apa yang kita harus lakukan, ada apa sebenarnya mengapa Aria tidak mau berpisah dengan mu yang ?"
jawab Septi " say, saya juga tidak mengerti dan tidak pernah di beri tahu apa sebabnya Aria tidak mau menceraikan saya !"
__ADS_1
Iyan dan Septi bingung akan ke mana, Iyan tidak ingin anaknya di asuh dengan orang lain walaupun di mata hukum Aria ayahnya.
Iyan takut sang anak akan diberlakukan tidak baik oleh Aria, apa lagi Iyan membayangkan kalau anak ditindas atau dianiaya oleh Aria karena mengetahui bahwa Tian bukan anak kandung nya.
Iyan ingin melihat perkembangan Tian dari masih bayi, rindu akan anak membuat dia tidak rela melepaskan sang buah hati.
Iyan berpikir bagaimana jalan keluarnya, memaksa Septi untuk tinggal di rumah nya takut suaminya Aria akan menuntut secara hukum sehingga Iyan akan diperkarakan di pengadilan pasti kalah karena hukum akan melihat bukti bahwa surat menikah Septi bersuaminya Aria.
Septi berkata " say apa lebih baik saya pulang ke rumah ibu ! sampai ada keputusan dari Aria untuk menceraikan saya "
Iyan menjawab " itu lebih baik yang ! agar ibu bisa menjaga kamu dan Tian di sana "
Siang ini mereka merencanakan untuk pulang ke tempat ibu Septi, walaupun tempat tinggal ibu Septi lumayan jauh itu lebih baik untuk ke dua belah pihak antara Iyan dan Aria.
Iyan akan merasa lebih aman Septi dan putranya di rumah calon mertua nya di bandingkan di rumah Aria.
__ADS_1
Beberapa jam telah berlalu, Iyan dan Septi serta sang anak Tian telah sampai di rumah ibu Septi.
Kedatangan mereka membuat terkejut ke dua orang tua Septi, yang tau-tau membawa sang bayi dan lebih terkejut lagi orang tua Septi melihat yang mengantarkan Septi bukan nya suami Septi yaitu Aria