Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 60


__ADS_3

Malam hari ini terasa panjang bagi Septi. Matanya tidak mau terpejam karena pikirannya selalu tertuju apa yang akan menjadi keputusan Aria besok.


Septi tidak menginginkan pernikahan ini diteruskan, dia ingin hidup bersama Tian dan Iyan membentuk keluarga yang utuh dan bahagia.


Septi hampir jam tiga pagi baru bisa tertidur.


Karena lelah Septi tertidur nyenyak sekali. Tian menangis baru Septi terbangun dari tidurnya lalu menyusui Tian dan kembali Septi tidur.


Dan akhirnya Septi bangun kesiangan. Tian juga seperti mengerti akan ibunya lelah pagi hari ini juga tidak bangun terlalu pagi.


Pagi hari ini menentukan nasib Septi kedepannya.


Menjelang siang sekitar pukul sepuluh Iyan dan Aria datang hampir bersamaan.


ayah Septi telah menanti ke dua laki-laki yang merebutkan anaknya.


Mereka telah berkumpul di ruang keluarga dan ayah berkata


" baiklah sekarang saya selaku orang tua Septi ingin mendengar apa keputusan Aria yang selaku suami resmi Septi ''

__ADS_1


Hati Septi berdetak dengan cepat menunggu apa ke putusan Aria.


Dengan tegas Aria berkata


'' maaf, bila keputusan saya tidak akan berkenan untuk kalian semua yang ada di sini ! , saya tetap pada pendirian saya tidak akan berpisah dengan Septi dan dengan senang hati saya menerima Tian sebagai putra saya sendiri "


Septi mendengar perkataan Aria bagai mendengar petir di siang hari bolong.


Septi langsung lemas seakan tidak ada tenaga lagi.


ayah Septi dan Iyan serta ibu terperangah mendengar keputusan Aria yang bersedia menerima anak orang lain.


Dengan hati hancur semua orang yang melakukan pertemuan untuk mencari jalan keluar dan hasilnya Aria masih mempertahankan keutuhan rumah tangga nya


Dari wajah Iyan tidak terima dengan keputusan Aria namun ayah Septi memberikan penjelasan agar Iyan mengerti kedudukan Iyan di sini tidak ada kekuatan apa pun.


Bila Iyan masih juga ngotot untuk menyelesaikan melalui jalan kepenggadilan, Ayah berkata itu lebih menyudutkan Iyan yang dalam posisi di mata hukum jelas salah karena mengganggu istri orang dan yang lebih fatal lagi sampai memiliki anak dari hubungan mereka.


Hal ini bila di utarakan oleh Aria dimuka hakim tentu akan membuat kedudukan Iyan bersalah.

__ADS_1


Aria akan menaikkan fakta bahwa dia tidak rela istrinya di gangu oleh laki-laki lain.


Maka Iyan bisa di penjara karena sebagai perusak rumah tangga orang.


Dengan hati sehancur-hancur nya Iyan menerima keputusan Aria.


Septi tidak bisa lagi menahan air matanya untuk jatuh ke pipi, mendengar Iyan mengalah ke pada Aria.


Ayah yang tadinya menyarankan untuk Septi tinggal dulu di rumah orang tua nya. Di jawab oleh Aria bahwa selaku suami dia punyak hak sepenuhnya ke pada Septi dan Tian.


ayah hanya bisa menarik nafas mendengar Aria berkata dan memang bila anak perempuan sudah menikah maka dia akan pergi meninggal keluarga nya.


Dan harus mengikuti kemana suaminya akan membawanya tinggal.


Iyan hanya bisa menatap Septi yang sedang menangis di pelukan sang ibu. hatinya remuk redam melihat sang kekasih dan anak kandungnya harus dilepaskan ke tangan orang lain.


Dalam hal ini ayah tidak bisa berbuat banyak sebab Aria sendiri sudah tekat bulat untuk mempertahankan rumah tangganya bersama Septi dan Tian sang anak.


Ayah juga paham dalam hal ini anaknya bersalah besar, Septi selingkuh dan sampai memiliki anak pula, menambah makin besar kesalahan Septi pada Aria sang suami.

__ADS_1


__ADS_2