Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 102


__ADS_3

Pagi yang sedikit mendung Septi mengantar Tian untuk masuk sekolah kembali karena waktu liburan telah usai.


Septi menggunakan Tian baju jaket agar tidak merasa kedinginan sebab saat ini udara sejuk dan lembab.


Ketika mereka tiba di sekolah hujan turun dengan derasnya, terpaksa Septi tidak bisa pergi ke warung menunggu hujan reda.


Tian telah masuk ke kelas dan sudah mulai belajar namun hujan belum juga reda.


Septi berkata dalam hati


'' bagaiman ini sudah tiga puluh menit hujan belum juga berhenti saya tidak ingin terlambat ''.


Septi pada akhirnya menerobos hujan untuk pergi ke warung.


Tiba di warung Septi berganti pakaian karena pakaiannya basah kuyup kena air hujan.


Setelah berganti pakaian Septi ke dapur dan membuat teh hangat untuk menghangatkan tubuhnya.


Septi tidak ingin jatuh sakit maka dia berusaha untuk melawan rasa dingin di tubuhnya.


####


Dua Minggu berlalu Septi tidak bertemu dengan Eva dan sang anak Eva juga tidak bersekolah.


Septi menanyakan keberadaan Fany anak Eva mengapa tidak masuk sekolah. Pihak sekolah mengatakan bahwa ibu Fany sakit keras harus dirawat di rumah sakit. Fany sudah ijin dua hari tidak masuk sekolah.

__ADS_1


Septi mencoba meminta alamat tempat tinggal Eva dari pihak sekolah dengan alasan ingin menjenguknya.


'' maaf pak Adi boleh saya minta alamat rumah ibu Eva, dia sahabat saya waktu sekolah dan sekaligus saya mau menjenguk dia yang sedang sakit '' ucap Septi.


'' baik ibu Tian ! ini saya cari di buku siswa tunggu sebentar '' berkata pak Adi yang menjadi guru Fany.


Setelah mendapatkan alamatnya Septi berterimakasih kepada pak Adi dan Septi berjalan untuk ke tempat kerja.


Septi berencana untuk kerumah Eva di sore hari setelah pulang kerja, agar Septi memiliki waktu yang lebih banyak untuk berbincang-bincang dengan Eva.


Waktu menjelang pulang, Septi bersiap-siap untuk pulang, dia mengajak Tian untuk segera pulang.


'' Tian mari kita pulang, sudah dulu ya mainnya lanjutkan besok '' berkata Septi.


'' iya, ibu '' ucap Tian.


Kebetulan lewat kendaraan taksi, langsung dihentikan oleh Septi.


'' taksi !!!! taksi '' Septi berkata sambil mengangkat tangan agar taksi melihatnya.


Taksi berhenti di hadapan Septi.


Bapak pengemudi membuka kaca jendelanya dan menanyakan tujuan Septi mau kemana. Septi menyebutkan sebuah alamat sehingga pak sopir mengetahui kemana tujuan Septi.


Lebih kurang tiga puluh menit kendaraan yang mengantar Septi tiba di tujuan. Lalu Septi dan Tian turun dari kendaraan.

__ADS_1


'' ibu, ini rumah siapa '' ucap Tian.


'' ini rumah tante Eva '' berkata Septi.


'' oh,,, ber-arti rumah Fany ya Bu ! bagus ya Bu '' ucap Tian.


Memang rumah Eva lebih besar dan mewah di bandingkan dengan rumah Septi.


Septi berkata dalam hati '' ber-arti Eva termasuk orang yang berada, tetapi mengapa untuk biaya operasi dia kekurangan.''


Septi tidak habis pikir melihat keadaan rumahnya Eva.


Septi berjalan ke arah pintu untuk mengetuk.


tok...


tok...


tok...


Cukup lama Septi dan Tian menunggu pintu rumah dibuka.


Dari dalam terdengar suara orang yang bersuara keras.


'' iya, tunggu sebentar '' suara dalam rumah Eva.

__ADS_1


Sesaat kemudian pintu terbuka dsn yang membukanya Fany anak Eva.


Fany terkejut melihat Septi dan Tian ada di depan pintu karena sepengetahuan Fany mereka belum pernah diajak ke rumah Fany baik oleh Fany sendiri maupun Eva ibu Fany.


__ADS_2