Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
episode 11


__ADS_3

"aku gak gombal lhoh sayang, yaudah kalo gitu aku pulang dulu ya, besok kita jalan-jalan. bye-bye sayang❤". mereka saling melambaikan tangannya dan Miko segera pulang ke rumahnya.


Cika pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan ia menaiki tangga untuk masuk kedalam kamarnya yang tepat berada di sebelah kiri tangga.


Hari ini cuaca begitu panas dan merasa tubuhnya ada bau tak sedap juga terasa begitu lengket yang di sebabkan oleh keringat, ia bergegas mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya.


Selesai mandi Cika turun ke lantai pertama dan memasuki ruang makan di sana ada mama dan adiknya Cika. Mereka makan bertiga karena Ayah Cika masih berada di kantor.


"Ciee kak, yang hari ini gak di jemput ayah, ehemmm". dengan wajah Erza yang tersenyum polos dan membuat Cika terkejut.


"ehh, kan Ayah lagi sibuk. Iya kan ma".


"Iyaaa". Sang ibu menjawab sambil tersenyum menahan tawa.


"iya in aja deh biar cepet, iya gak kak. hahahaha".


"Gak boleh makan sambil ngomong dek"


"kakak ngomong juga tuh"


"kapan kakak ngomong?"


"barusannn"


"gak lahh, adek tu yang ngomong".


"kakak yang ngomong"


"kakak gak ngomong, kakak cuma bicara"


"sama aja lah kakkkk, punya kakak gak pinter-pinter .


"enak aja bilang orang. adek tu yang gak pinter".

__ADS_1


"kakak tuuu... "


"adek tuuu.... "


Dah gitu-gitu aja terus....


Akhirnya....


"Kakak.... adek.... diam, lagi makan jangan berantem". mamanya pun angkat suara karena tak sanggup mendengar mereka berantem selalu.


"iya maa.... " menjawab bersamaan dan segera diam.


Selesai makan Cika menuju dapur menemui mamanya.


"maaaa, besok Cika pergi jalan-jalan sama Miko boleh?" tanya Cika sambil membantu mamanya yang sedang menyusun piring di rak.


"memangnya mau ke mana?"


"Jam berapa mau pergi?"


"siang-siang gitu ma, jam-jam 12 mungkin"


"boleh pergi, tapi jangan pulang malam-malam ya, sore udah bisa pulang terus itu"


"iya ma, makasih ya ma" Cika meninggalkan mamanya setelah menyusun piring-piring tersebut ke rak.


Didalam kamar~


Cika merebahkan tubuhnya ke kasur. Dan mulai berfikir...


"besok jalan-jalan sama Miko, kalau dia malu gimana ya, kan aku dekil banget". Di tengah-tengah ia sedang berfikir malah ia ketiduran...


dan mulai terbangun ketika adiknya yang membangunkannya pada pukul 4 sore.

__ADS_1


"kakkkkkk......"


"akakkkkkk, bangun lahhhh" sambil menggoyang-goyangkan badan Cika dengan kedua tangannya.


"kakkk, bangunnn bantuin adek buat niii" Cika mulai terbangun tetapi ia masih linglung dan langsung menuju ke kamar mandi.


setelah selesai dari kamar mandi, ia melihat adiknya yang membawa buku-buku pelajarannya.


"bantuin iniii, banyak niii, besok di kumpul kak" sambil menjukkan buku-bukunya.


"haa, dari kemarin kemana aja za, baru sekarang buat".


"susah lah kak buatnya"


"yang betol susah, tadi bilang kakak gak pinter mana bisa kakak buat ni".


"ehh, gak lah kak, kakak pinterlahh, tapi di pelajaran aja, kalau di kehidupan engga". ia menjawab dengan nada yang awalnya jelas dan semakin lama semakin samar-samar.


"apa tadi adek bilang? kakak gak dengar". mendekatkan dirinya lagi ke Erza.


"enggak lah kak, kakak cepett dah sore niii" menyodorkan bukunya dan Cika mengambilnya, lalu duduk di atas kursi dekat meja belajar.


Tapi ada yang aneh dan Cika langsung memikirkannya kemudian ia baru sadar bahwa besok hari minggu.


"Za, tapi besokkan hari minggu mana ada sekolah" Tanya Cika curiga.


"iya kak, tapi besok kakak sibukkk.... mana bisa buat punya adek lagi. kalo malam nanti kakak dah capek".


"kok tau besok kakak keluar? " Cika terkejut mendengarnya.


"ada deh kak, hehehehe"


Bersambung~ o(〃^▽^〃)o

__ADS_1


__ADS_2