Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 119


__ADS_3

Septi dan Tian akhirnya pamit ijin pulang karena Septi harus bekerja.


Kepulangan Tian di lepas dengan rasa sedih oleh Fany sebab mereka selama Eva sakit bermain dan ke sekolah bersama. Menjadikan kehidupan Tian dan Fany seperti mimiliki adik atau kakak.


Mereka sekarang harus berpisah kembali karena keadaan Eva sang ibu Fany mulai mengkhawatirkan.


Septi sebenarnya ingin berlama-lama melihat sahabatnya Eva yang lagi sakit namun karena belum minta ijin kepada Bu Wahyuni dia tidak ingin merusak kepercayaan yang diberikan oleh Bu Wahyuni. Septi berencana dalam beberapa hari kedepan baru melihat keadaan Eva.


Hari berikutnya Septi telah bicara terlebih dahulu dengan ibu Wahyuni untuk mengunjungi Eva.


Septi melihat Eva setelah mengantarkan Tian ke sekolah sehingga dia bisa leluasa bicara dengan Eva karena Fany otomatis pasti di sekolah juga seperti Tian.


Tibalah Septi di rumah Eva dan mengetuk pintu.


tok...


tok..


tok..

__ADS_1


tidak ada jawaban dari dalam rumah. Septi menunggu beberapa saat tidak juga ada jawaban dan dia mulai mengetuk pintu kembali.


tok..


tok..


tok..


Septi menunggu kembali namun tidak ada jawaban.


Septi penasaran mengapa tidak ada Eva dirumah maka Septi coba membuka pintu dan pintu rumah Eva tidak di kunci maka Septi masuk ke dalam rumah.


Betapa terkejutnya Septi melihat Eva terbaring tidak sadarkan diri dirumah. Septi was-was dan berkata '' Eva bangun !


Eva bangun !''


Beberapa menit berlalu Eva baru bisa siuman dari pingsannya.


'' Alhamdulillah Eva kamu bikin saya khawatir ! mengapa kamu bisa pingsan Eva dan sendirian saja dirumah ''.

__ADS_1


'' oh...maaf Sep kamu rupanya, tadi saya baik-baik saja maka mas Panji pergi sebentar ke kantor kasihan dia sudah jarang ke kantor entar dipecat lagi dari kantor karena sering bolos '' ucap Eva.


Septi dan Eva lalu bercerita banyak hal dari kehidupan mereka masing-masing sampai saat ini penyakit Eva.


'' Sep penyakit saya saat ini sudah parah dirumah sakit percuma maka saya minta di rumah saja dan bisa melihat mas Panji dan Fany anak saya '' ucap Eva.


'' apa kamu mau menyerah dengan penyakit mu Va !'' berkata Septi.


'' dokter telah angkat tangan Sep dan saya sudah tidak kuat menjalani terapi lagi rasanya semua badan saya remuk redam sakit sekali Sep !''


ucap Eva.


Septi menarik nafas dalam-dalam, mang Septi tidak merasakan sakit yang di derita oleh Eva tetapi dari melihat kondisi Eva saat ini pasti sangat menderita sekali.


'' Eva bila kamu sudah tidak bisa menahan rasa sakit akibat berobat maka kemungkinannya untuk sembuh itu jauh '' Septi berkata.


'' saya tahu Sep, oleh sebab itu saya tidak ingin berobat lagi saya sudah pasrah dengan keadaan saya, saat ini yang saya inginkan menghabiskan waktu bersama suami dan anak saya '' ucap Eva sambil meneteskan air mata.


Septi pun tidak bisa menahan air matanya jatuh dan Septi memeluk Eva. Kedua sahabat ini saling berpelukan untuk memberikan kekuatan satu sama lain.

__ADS_1


Septi sangat terharu mendengar perkataan Eva karena sudah putus asa atas penyakit yang di deritanya. Septi tidak ada yang bisa diperbuat untuk membantu sang sahabat selain doa yang terbaik bagi Eva yang dapat dipanjatkan kepada Allah SWT.


__ADS_2