
Bangun pagi hari suasana hati Septi berbunga-bunga, selesai mandi di depan cermin tersenyum bahagia menyambut pagi hari.
Namun yang lebih bahagia Septi bisa bertemu dengan pujaan hati, sudah rindu melanda Septi agar cepat ke ruko untuk bertemu dengan Iyan.
Di kediaman Iyan juga merasa hal sama dengan Septi ingin cepat bertemu.
Iyan sudah rapi ingin menjemput Septi namun menunggu di dekat rumah Septi, takut suami Septi melihatnya.
Septi telah keluar rumah terlebih dulu sebelum Iyan sampai di rumah Septi, karena Septi tidak bisa menahan rindunya maka bangun pagi langsung mandi dan membuatkan sarapan untuk suaminya sedangkan dia sendiri membawa bekal untuk makan di kantor, karena tidak ada selera makan yang ada di kepala Septi wajah Iyan terus-menerus.
Cukup lama Iyan menunggu Septi keluar rumah namun tidak juga terlihat orang yang ditunggu, dengan hati kecewa Iyan pergi ke ruko nya, dia berpikir bahwa Septi tidak kerja sedang mau telepon takut pagi hari ada sang suami Septi.
Hati Iyan yang terasa hampa karena tidak bisa bertemu dengan pujaan hati. Tiba di ruko dengan lesu dia masuk ke ruang nya dan duduk dengan mengacak rambut nya sendiri merasa kesal.
Di ruang Septi gelisah mengapa belum melihat Iyan datang ke toko.
Sewaktu Iyan belum menunggu Septi di rumahnya, sudah beberapa kali Septi mengecek ruangan Iyan apa sudah datang dan ternyata masih kosong ruangannya.
__ADS_1
Dan pada akhirnya Septi beranggapan bahwa Iyan tidak kerja hari ini.
Ke dua insan yang di mabuk cinta ini sama-sama kecewa.
Mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah berada dekat satu dengan yang lainnya.
Satu jam berlalu, kini Septi terfokus pada pekerjaan nya, Iyan juga sama.
Iyan sadar selama satu Minggu belum membuka laporan toko dari semua bagian dan mau tidak mau akhirnya Iyan fokus melihat laporan yang bertumpuk di mejanya.
Jam makan siang tiba Septi mencoba melihat Iyan di ruangannya, namun Septi menunggu karyawan yang lain untuk makan siang jadi ke adaan toko sepi cuma ada kasir yang jauh di depan dekat pintu dan tempat istirahat karyawan jauh di belakang , sedangkan ruangan Iyan berada di lantai atas sedang ruang Septi di lantai dasar.
tok
tok
tidak ada jawaban kembali Septi mengetuk pintu
__ADS_1
tok
tok
tok
tok
sekarang lebih lama namun dengan nada yang pelan sehingga terdengar samar-samar.
Iyan berpikir siapa yang mengusiknya di jam makan siang, apa lagi dia sudah berkata dengan karyawan nya tidak mau di ganggu karena banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.
Dengan hati bedebar Septi memberanikan membuka pintu dengan pelan-pelan, karena tidak ada jawaban dari dalam ruangan Septi beranggapan tidak ada orang, Septi hanya memastikan apakah memang tidak ada orang di dalam.
Pintu terbuka dan Iyan terbengong melihat siapa yang buka pintu.
" maaf kirain tidak ada orang karena tidak ada jawaban " Septi berucap sambil menunduk kan kepalanya
__ADS_1
Melihat Septi di depan pintu Iyan lekas pergi ke pintu dan menarik Septi agar masuk ke dalam sambil menutup pintu kembali, Iyan yang merasa hatinya hampa tiba-tiba bergairah kembali melihat pujaan hati ada di depan mata.