Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 63


__ADS_3

Septi terburu-buru ke kamar Tian.


Dia tidak ingin Tian terlalu lama menangis sehingga berakibat fatal.


Tian di beri ASI oleh Septi dan di sambut dengan lahapnya.


" maafkan bunda, sayang terlambat untuk memberikan ASI'' ucap Septi


Septi memberikan Tian ASI sambil berbaring ditempat tidur.


Karena merasa lelah melayani sang suami, tidak di sadari Septi tertidur di samping Tian.


Begitu juga Aria sang suami Septi di kamar tertidur pulas setelah melakukan senam bersama Septi.


Suasana dalam rumah sunyi senyap karena semua penghuninya terlelap dalam tidurnya masing-masing.


Satu jam kemudian Septi terbangun dan terkejut karena hari sudah sore.


Tian belum di mandikan segera Septi mempersiapkan perlengkapan untuk mandi Tian.


Selesai Tian mandi baru Septi membersihkan diri.


Keluar kamar ibu dan anak ini terlihat segar.


Septi bersama Tian duduk di ruang keluarga, di dalam hati dia bicara


''perutku lapar di dapur tidak ada yang bisa di masak bagaimana ini''


Septi mencoba menahan lapar nya, tetapi karena dia harus menyusui Tian bertambah kuat rasa laparnya.

__ADS_1


Septi sudah terlihat mukanya seperti menahan rasa sakit.


Dari pintu kamar Aria terbuka,


terlihat Aria berjalan mendekati Septi


'' mengapa wajah mu pucat sekali seperti tidak ada darahnya '' ucap Aria


Septi terkejut dengan perkataan Aria, dia tidak menyangka kalau wajahnya sampai pucat seperti itu.


Septi terdiam namun perutnya berbunyi seperti orang yang sedang kelaparan.


Aria mengerti bahwa Septi sedang lapar lalu dia menarik tangan Septi dan berkata


'' mari kita makan di luar setelah itu kita belanja untuk keperluan dapur''


Septi mengikuti Aria untuk ke sebuah restoran.


'' saya ingin makan sup daging aja " jawab Septi


Aria memesan apa yang Septi inginkan dan makanan yang Aria suka.


Tidak terlalu lama makanan sudah terhidang di meja.


Tanpa basa-basi Septi langsung melahap makanan yang sudah mengiurkan untuk disantap dan Septi memang dalam keadaan sudah sangat lapar.


Dalam waktu sekejap makanan di piring Septi telah habis berpindah ke perut Septi.


'' apa masih lapar, bila masih kurang kita pesan lagi aja ' kata Aria

__ADS_1


" boleh kak tapi di bungkus aja mandi di rumah saya makan, sebab enak benar sup nya " ucap Septi


Lalu Aria pesan kembali sup nya untuk di bungkus agar bisa di bawa pulang ke rumah.


Septi telah merasa kenyang dan Aria telah membayar semua yang telah di makan, maka mereka menuju ke sebuah supermarket yang terletak tidak jauh dari tempat mereka makan.


Di supermarket Septi dan Aria serta Tian lagi berjalan bersama untuk beli bahan-bahan keperluan sehari-hari.


Tidak di sengaja Septi menyenggol seorang wanita cantik.


''maaf dik tidak sengaja '' ucap Septi


'' tidak apa mbak '' jawab wanita cantik itu


Aria yang mendengar Septi bicara berpaling ke samping, mencari tahu siapa yang di ajak bicara oleh Septi.


Aria mati kutu di depannya seorang wanita yang ada hubungan dengan Aria selama ini.


Seperti bangkai di simpan serapi mungkin suatu saat baunya akan tercium juga.


Wanita itu terkejut juga karena bertemu Aria


'' mas Aria, lagi belanja sama siapa !" ucap wanita cantik itu


" ini sama orang rumah " jawab Aria


Septi berpikir maksud Aria dengan perkataan nya bukan langsung bilang saja istrinya.


" oh, baiklah mas ! saya buru-buru besok kita bertemu lagi'' ucap wanita itu

__ADS_1


Aria tidak menjawab hanya memberikan senyuman saja ke pada wanita cantik itu.


__ADS_2