
Keluar dari ruang kelas Septi berkata kepada Tian.
'' sayang kamu pintar dan hebat bisa mendapat rangking di kelas !''.
'' bu ! Tian ingin yang terbaik Bu '' ucap Tian.
'' anak pintar ini sudah buat ibu senang yang penting Tian senang bersekolah dan rajin belajar pasti nanti bisa menjadi yang terbaik ''
berkata Septi.
Septi mengajak Tian untuk ke ruang kelas dua. Septi ingin bertemu dengan Eva temannya.
Septi dan Tian menunggu di luar dan tidak lama Eva beserta putranya keluar.
'' halo,.. Eva apa kabar !'' ucap Septi.
'' baik Septi !'' Eva berkata.
Septi mengajak Eva dan ke dua anak mereka untuk makan bersama di sebuah restoran.
Septi ingin merayakan keberhasilan Tian sang putra mendapatkan peringkat di kelasnya dan membagi rasa kebahagiaan ke pada sahabatnya Eva serta putranya.
Lalu mereka berempat memasuki sebuah restoran yang cukup mahal. Hal ini sengaja Septi lakukan untuk memberi reward ke pada Tian agar lebih semangat untuk belajar.
__ADS_1
'' selamat ya Tian memang anak yang pintar '' ucap Eva.
'' terima kasih tante '' ucap Tian.
Septi meminta pramusaji untuk menyiapkan masakan yang lezat untuk mereka.
Sambil menunggu pesanan mereka datang Tian bermain dengan anak Eva, mereka memang sudah saling kenal karena orang tua mereka sering bertemu dan bersama bermain baik di sekolah maupun seperti saat ini di luar sekolah.
'' Eva bagaimana perkembangan tentang dirimu '' ucap Septi.
'' baik Septi '' berkata Eva.
Saat bicara Septi harus hati-hati karena bila anak-anak bersama mereka karena Septi dan Eva tidak ingin anak-anak mengetahui masalah orang dewasa biarlah mereka tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Septi dan Eva ingin memberikan kebahagian masa kecil bagi anak-anak tidak perlu mengetahui permasalahan orang tua nya.
Septi ingin melihat keceriaan Tian di usia anak-anak nanti bila waktu nya telah tiba Septi akan menjelaskan mengapa Tian tidak memiliki bapak.
Tidak terlalu hidangan sudah tersaji di meja.
'' uih.... kelihatannya lezat Bu '' ucap Tian.
'' iya, mari kita makan '' ucap Septi.
Kemudian mereka makan yang terlebih dahulu Tian membacakan doa untuk makan.
__ADS_1
Tian dan Fany anak Eva dengan lahapnya memakan makanan di atas meja. Melihat ini Septi dan Eva tersenyum.
'' makan yang banyak Tian biar lekas besar dan bisa menjaga ibu mu !'' ucap Eva.
'' baik tante, Tian akan jaga ibu ''
Septi mendengar perkataan Tian terharu. Dan mereka melanjutkan makan bersama hingga merasa sudah kenyang mereka berhenti makan.
'' Bu, Tian suka sekali dengan makanan nya sampai perut Tian kekenyangan Bu !''. ucap Tian.
Baru saja bicara Tian mengeluarkan sendawa suara orang yang terlalu kenyang.
Mereka bertiga lalu tertawa mendengar Tian bersendawa.
Tian tersipu malu, lalu Septi berkata '' anak pintar syukurlah puas dengan makanan nya, namun sayang lain kali jangan sampai mengeluarkan sendawa bila berada di keramaian orang-orang yang kita hormati atau disegani ''
nasehat Septi untuk sang putra.
'' baik Bu '' ucap Tian.
Septi pun menjelaskan di mana da suasana bagaimana kita harus bersikap sopan santun agar kita tidak bisa diremehkan atau dipermalukan.
Penjelasan Septi ini di dengar kedua anak yaitu Tian dan Fany
__ADS_1
sebagai pembelajaran bagi mereka kelak untuk menyesuaikan dengan waktu dan tempat.