
Mereka berempat keluar dari restoran dan berjalan namun tiba-tiba.
'' ibu, kita man sebentar ya di taman itu '' Tian berkata sambil menunjuk sebuah taman.
Kebetulan mereka berjalan dekat dengan sebuah taman.
'' baiklah '' ucap Septi
Tian dan Fany bermain bersama sedangkan orang tua mereka duduk di sebuah bangku yang terbuat dari ban bekas kendaraan seperti mobil.
Setelah duduk Eva berkata
'' Septi Minggu depan jadwal saya mau operasi, Alhamdulillah uangnya sudah cukup suami saya mencari pinjaman dengan temannya .''
'' syukur Alhamdulillah bila cepat di jalani operasi nya Va !'' ucap Septi.
'' saya minta doanya Septi karena jujur saya takut Sep '' berkata Eva.
__ADS_1
'' Va..... serahkan semua kepada Allah SWT yang memiliki semuanya '' ucap Septi.
'' terimakasih atas dukungannya Sep !''. ucap Eva.
Mereka di taman cukup lama lebih dari satu jam Tian dan Fany belum mau di ajak pulang.
'' bagaimana ini Eva anak-anak belum mau pulang, apa kamu tidak apa-apa karena pasti kamu harus banyak beristirahat untuk menghadapi operasi nantinya '' berkata Septi.
'' ya memang dokter menyarankan untuk banyak istirahat, tetapi kan bisa mulai besok saja saya istirahat. Kan mulai besok libur sekolah biar dirumah saja mempersiapkan diri untuk menghadapi operasi nantinya .''
berkata Eva.
'' adu anak ibu seperti orang kejebur sumur basah nih '' ucap Septi.
Tian dan Fany tersenyum tidak menjawab mereka asik dengan berkipas-kipas serta ditangan mereka minuman air mineral untuk menggantikan cairan yang telah keluar dari dalam tubuh Tian dan Fany. Kemudian mereka berjalan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Kini libur bagi Tian namun Septi tidak ada rencana apa-apa dia hanya mengajak Tian untuk pergi ke warung melihat Septi bekerja.
__ADS_1
Hari berganti hari tidak terasa aktivitas ibu dan anak telah berjalan satu minggu dan kini waktu liburan telah usai.
Tian mengerti keadaan Septi yang harus mencari nafkah dan waktu liburan juga tidak terlalu lama.
Tian berusaha mengisi liburan dengan berbagai kegiatan di warung bahkan dia lebih sering membantu pekerjaan yang ada di warung terkadang Septi meminta Tian tidak usah membantunya namun jawaban Tian dia ingin belajar bagaimana menjadi pekerja di sebuah warung makan.
Septi tidak bisa mencegah Tian untuk belajar tetapi yang berat-berat Tian tidak boleh melakukannya di mana Septi memberi pengertian bahwa Tian belum mampu mengerjakannya harus orang yang dewasa yang memiliki tenaga lebih kuat di bandingan anak usia Tian.
Sambil bekerja Septi memberikan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan warung dan terkadang ibu dan anak ini bergurau.
ibu Wahyuni melihat Septi dan Tian tersenyum bahagia walaupun Tian tidak memiliki ayah namun Septi bisa membuat dirinya sebagai ibu dan sekaligus ayah.
ibu Wahyuni juga terkadang melihat Tian sendiri memberikan nasehat untuk tidak terlalu menanyakan keberadaan sang ayah, bila nanti waktunya telah tiba pasti ibunya akan menjelaskan keberadaan ayahnya. Dari situ Tian mengerti akan hal keadaan Septi dan tidak ingin membuat hati Septi sedih.
Septi sangat bersyukur di berikan anak yang memiliki pengertian walaupun usianya masih kecil.
Sampai saat ini juga Tian belum pernah di ajak Septi ketempat orang tua nya. Tian belum mengenal nenek dan kakek nya.
__ADS_1
Septi belum siap untuk menceritakan kembali perjalanan hidupnya kepada kedua orang tua nya.