
Hari berganti hari dan telah satu minggu, Septi tidak melihat Eva mengantar Fany. Hari ini Septi ingin bertemu dengan Fany untuk menanyakan akan hal keadaan Eva. Septi sengaja menunggu Fany di luar kelas.
Yang di tunggu akhirnya keluar dari kelas.
'' Fany apa ibu kamu masih sakit ya ! berkata Septi.
'' iya, tante belum bisa jalan jauh '' ucap Fany.
'' kalau gitu tante dan Tian boleh ke rumah kamu sekarang ! sekalian Tante mengantar kamu pulang '' Septi berkata.
'' boleh Tante, saya senang bisa bermain dengan Tian ''. ucap Fany.
Maka mereka di bertiga naik kendaraan online yang dipesan oleh Septi, namun terlebih dahulu Septi menghubungi Eva untuk mengatakan bahwa Fany bersamanya.
Beberapa waktu berlalu dan mereka kini sudah sampai di rumah Eva. Fany membuka pintu dan mempersilahkan Septi dan Tian untuk masuk ke dalam rumah.
Septi masuk kedalam menuju kamar Eva dan mengetuk pintunya.
tok...
tok...
__ADS_1
tok...
'' iya, masuk !'' suara dari dalam kamar.
Septi masuk ke dalam kamar dan melihat Eva sedang terbaring di tempat tidur.
'' apa kabar kamu Va !'' ucap Septi.
'' beginilah saya Sep '' Eva berkata.
'' maaf Va, apa penyakit kamu !'' ucap Septi.
'' kata dokter penyakit yang lama kambuh lagi '' Eva berkata.
Eva lalu menceritakan semua apa yang di ucapkan oleh dokter dan bagaiman semua itu bisa sampai terjadi kembali.
Mendengar perkataan Eva membuat Septi terkejut dan iba melihat penderitaan sang sahabatnya.
'' maaf Va, bila keadaan seperti ini, boleh ya Fany tinggal bersama kami lagi, kamu dan suami kamu bisa datang kok sewaktu-waktu bila rindu dengan Fany. Saya ingin kamu fokuskan untuk kesembuhan kamu aja Ga '' Septi berkata.
'' Sep, maafkan saya yang tidak bisa menjadi ibu yang baik buat Fany sehingga kamu yang harus mengurus Fany ! '' ucap Eva.
__ADS_1
'' tidak apa Va, kita teman dan dalam keadaan seperti ini perlunya seorang teman '' Septi berkata.
Eva bersyukur memiliki teman sebaik Septi, di saat dia mendapatkan musibah dan cobaan Septi siap menolong dan membantunya. Di zaman sekarang sulit mendapatkan teman sebaik Septi kebanyakan menjadi teman di saat orang senang saja. Bila ada musibah teman banyak yang menghilang tidak mau berkorban di zaman seperti sekarang.
Septi keluar dari kamar Eva dan menemui anak-anak di ruang keluarga.
Septi berkata '' Fany tinggal sama tante lagi ya biar bisa bermain dengan Tian kembali sampai ibu Fany sembuh !''.
'' mau tante '' ucap Fany.
Karena Fany setuju, Septi berkemas pakaian dan keperluan Fany untuk tinggal di rumah Septi.
Setelah selesai semua Septi meminta ijin sama Eva untuk membawanya ke rumah.
Dengan berat hati Eva melepas Fany karena ketidak berdayaan Eva mengurus Fany maka mengijinkan Septi membawanya.
Fany sebagai seorang anak yang belum mengerti penyakit sang ibu terlihat gembira, di dalam pikirannya Fany senang bisa ada teman bermain yaitu Tian.
Seperti biasa Septi dan Tian juga Fany pergi dahulu ke tempat warung Bu Wahyuni, Septi harus melanjutkan pekerjaannya.
Tiba di warung Bu Wahyuni, Septi langsung menemui Bu Wahyuni dan meminta maaf atas keterlambatannya masuk kerja.
__ADS_1
Bu Wahyuni yang melihat Fany bersama Tian mengerti keadaan situasi Septi. Maka bagi Bu Wahyuni itu tidak masalah membantu sesama manusia itu perbuatan yang sangat mulia, dapat meringankan beban orang yang lagi menerima musibah atau cobaan hidup.