
Hampir setiap hari Septi dan Iyan melakukan senam, dan tidak perdulikan akan dosa, dalam pikiran mereka ingin cepat membuahkan hasil dari kegiatan senam sehingga bisa mempercepat perpisahan dengan Aria.
Satu minggu berlalu dan kini sudah satu bulan lamanya mereka melakukan senam namun belum ada tanda-tanda Septi hamil.
Septi merasa tidak begitu khawatir ke pada Aria yang tidak pernah mempermasalahkan pintu kamar yang selalu terkunci, karena tanpa sepengetahuan Septi, Aria selalu melampiaskan nafsu nya ke pada wanita simpanannya bahkan sering tidak pulang, sehingga Aria tidak merasa membutuhkan Septi untuk menyalurkan hasrat seksual nya.
Aria memang satu bulan ini dia lebih suka dengan wanita simpanannya yang membuat dia bergairah dan sudah jadi candu baginya.
...##. Memang sesuatu yang dilarang itu jauh lebih nikmat dan di mana setan ikut campur di dalam nya menambah ingin terus berulang ulang....
Keadaan rumah tangga Septi dan Aria sebenarnya seperti di dalam neraka, untuk apa di lanjutkan.
pikiran Septi
Masuk bulan kedua apa yang di nanti Septi dan Iyan membuahkan hasil.
Bangun pagi Septi merasa mual tidak ingin sarapan pagi, dia ingin cepat ke ruko bertemu dengan Iyan.
__ADS_1
Rasa begitu rindunya Septi dengan wajah Iyan di pikirannya.
Sampai di ruko Iyan belum datang, Septi gelisah karena belum juga bertemu. Akhirnya Septi video call untuk mengetahui Iyan berada di mana.
Septi berkata " Halo ... yang kamu di mana ! ini sekarang jam delapan "
Iyan menjawab yang masih berbaring di tempat tidur " maaf yang ! rasanya malas untuk pergi kerja ?"
" yang, aku kangen ini !" kata Septi
Iyan tersenyum
Septi yang tidak bisa memendam rindunya ingin bertemu dengan ayah sang bayi, bergegas pergi ke rumah Iyan namun di perjalanan Septi membeli alat tes kehamilan di sebuah apotik.
Septi ingin memastikan yang sebenarnya apa dia hamil anak Iyan.
Alat tes kehamilan sudah ada dia meminta ijin ke pada pegawai apoteker untuk ke kamar kecil dan langsung menggunakan alat tersebut, selesai melakukan tes Septi melanjutkan ke rumah Iyan.
__ADS_1
Tiba di rumah Iyan masih egan untuk bangun, dia masih di tempat tidur, maka Septi langsung masuk aja ke dalam rumah.
Berada dalam satu kamar Septi berdesir hati nya dan mendekati Iyan yang terbaring berselimut tetapi tanpa menggunakan pakaian.
Sewaktu Septi mendekat dan menyentuh Iyan terkesima melihat kekasih tidak berpakaian. Iyan yang terbangun mulai membuka mata dan melihat sang kekasih di depan mata membuat dia bersemangat dan tanpa menunggu aba-aba lagi menari Septi dan terjadilah senam pagi di kamar Iyan. Septi yang merasa rindu tidak bisa menolak hatinya juga menginginkan sentuhan Iyan sang ayah bayinya.
Setelah melakukan senam pagi Iyan baru merasakan tubuhnya segar bugar dan ada semangat untuk melakukan aktivitas.
Mereka membersihkan diri dan Septi telah mempersiapkan makan siang, karena di rumah mereka melakukannya hampir tiga jam karena merasa bebas dan tidak ada ganguan dari siapapun.
Makan siang berlangsung dengan penuh kehangatan namun Septi tidak ingin makan nasi lebih memilih makan yang lain.
" yang, mengapa kamu tidak makan nasi ?" kata Iyan
" entah lah yang, mulai tadi pagi tidak ada selera untuk makan nasi !" ucap Septi
Septi baru teringat di tas nya belum di lihat hasil dari tes kehamilan yang dilakukan di apotik tadi.
__ADS_1
Septi mengambil tas nya dan mencari benda tersebut, dengan perlahan benda untuk tes kehamilan mulai dia keluarkan dari tas.
Septi melihat sambil melirik karena dia tidak ingin kecewa......