Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 43


__ADS_3

Septi terpaku harus bersikap bagaimana terhadap ke dua laki-laki yang ada di hadapannya.


" sebelum saya menceraikan kamu, kamu masih istri saya " kata Aria


Iyan berkata " maka tolong berpisah dengan Septi, dia tidak bahagia hidup bersama mu dan anak yang kini di kandung juga bukan anak kamu, melainkan anak saya "


" oh.... tidak semudah itu, kau pikir aku akan menceraikannya, itu tidak akan pernah terjadi !" kata Aria


Septi menangis mendengar perkataan Aria yang tidak akan mau melepaskan nya.


Iyan yang melihat Septi menangis mendekati Septi berusaha memberi pengertian ke pada Septi kasihan dengan kandungannya bila terus menangis.


Aria yang melihat Iyan membelai istrinya marah dan memukul meja dengan keras


prangk...


bruk...


pas bunga di atas meja jadi sasar jatuh dan pecah di lantai.

__ADS_1


Septi bertambah menggigil tubuh nya melihat kekasaran yang di perlihatkan oleh suaminya.


Iyan semakin iba melihat Septi ketakutan langsung memeluk nya memberikan kenyamanan bagi Septi dan sang calon anaknya, Iyan tidak ingin terjadi apa-apa pada mereka berdua.


Aria bertambah gelap mata melihat sepasang kekasih yang sedang berpelukan di depan nya. Tanpa memikirkan apa pun Aria dengan brutal nya memukuli Iyan dan memisahkan dengan Septi, dengan bertubi-tubi Iyan mendapatkan tinju dan pukulan dari Aria.


Septi yang melihat ke jadian di depan mata dan ayah dari anaknya di pukuli tidak kenal ampun iba l, lalu menjerit " hentikan kak Aria !...."


dengan menutup wajah dengan ke dua telapak tangan Septi.


Namun Aria tidak juga berhenti juga.


Iyan melihat Septi pingsan mencoba bangun dan berjalan mendekati tubuh Septi.


Aria berkata " jangan berani-berani menyentuh istri saya ,!"


Iyan tidak perduli dengan perkataan Aria, dia tetap menuju ke tempat terkapar nya Septi di atas lantai.


Aria menarik Iyan dan memukul kembali tubuh Iyan.

__ADS_1


Dan untungnya saat Iyan baru di tarik tangannya ada tetangga yang datang mendengar barang pecah, suara yang ribut-ribut dan jeritan Septi.


Tetangga tidak mengetahui permasalahan yang terjadi di dalamnya rumah tangga Septi, mereka cuma memastikan tidak terjadi peristiwa yang tidak di inginkan. Tetapi ada beberapa tetangga terpana apa yang di lihat di rumah Septi yang berantakan dan seorang laki-laki di hajar oleh suami Septi sampai babak belur di buatnya.


Iyan yang melihat ada bantuan tidak menghiraukan dengan keadaan nya yang di khawatir kan Septi dan calon anaknya yang masih dalam kandungan.


Iyan berkata " tolong bantu wanita ini bawa kerumah sakit, saya khawatir dengan dirinya dan juga kandungannya "


Seorang tetangga yang melihat keadaan Septi tidak sadarkan diri dalam keadaan sedang mengandung coba memberikan bantuan dan tetangga yang lain coba memisahkan Aria dengan Iyan.


Iyan melihat Septi di bawa oleh tetangga menuju ke luar rumah, dan membawanya ke rumah sakit.


Datang pak RT ke rumah Aria karena di panggil oleh salah satu warga yang mendengar ribut-ribut di rumah Septi.


Lalu pak RT minta penjelasan dari ke dua laki-laki yang merebutkan Septi. Mendapatkan cerita lengkap dari ke dua belah pihak antara Aria dan Iyan, maka pak RT memberikan pilihan kepada ke duanya mau jalan damai atau hukum sesuai dengan sebutan negara hukum yang segala sesuatu nya bisa di selesaikan dengan hukum di pengadilan.


Iyan dan Aria sepakat untuk memilih jalur kekeluargaan.


Iyan menyadari kedudukannya di mata hukum lemah, walaupun dia babak belur di pukul oleh Aria tetap di mata hukum Iyan salah mengganggu istri orang itu lebih bersalah di pengadilan.

__ADS_1


__ADS_2