Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 89


__ADS_3

Tiba di rumah mas Muji mereka semua turun dari kendaraan.


Ria terlebih dahulu mengetuk pintu


tok ...


tok..


tidak ada yang membuka lalu Ria mencoba membuka pintu rumah dan pintu terbuka berarti di rumah Maya anak sulung mas Muji telah berada di rumah.


Ria berkata '' kak Maya kami pulang''


Ria berjalan keruang keluarga tetapi tidak menemukan Maya sang kakak, maka dia ke kamar kakaknya dan mengetuk pintu.


tok..


tok..


'' kak Maya ada di dalam '' kata Ria


Maya menuju pintu dan membukanya.


'' bukan assalamualaikum gitu dik kalau membuka pintu '' ucap Maya

__ADS_1


sang adik cuma tersenyum saja dan berkata '' maaf kak ''


Ria dan Maya keluar dari kamar, melihat semua anggota keluarga telah ada di ruang keluarga.


Septi berkata '' nak Maya sudah makan, ini kami bawakan makanan silahkan di makan dulu ''


Maya lalu mengambil makanan yang diberikan oleh adiknya Anti, lalu menuju ke dapur untuk memakannya. Dia diam saja tidak mengeluarkan sepatah kata pada Septi maupun sang ayah.


Muji berkata '' mari kita semua mandi membersihkan diri nanti setelah itu kita kumpul kembali di ruangan ini ayah ingin bicara dengan semua anak-anak ayah ''


Maka mereka bubar ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


Anti sang anak bungsu setelah mandi memakai baju baru yang baru saja di beli. Dia tidak sabar lagi mengenakan baju baru.


Melihat tingkah anaknya mas Muji tersenyum.


Muji berkata '' anak ayah semuanya , ayah ingin meminta pendapat pada kalian semua.


Apa boleh ayah menikah lagi mencari pengganti ibu kalian !''


Semua anak-anak Muji saling memandang dan sebagai anak yang tertua Maya berkata '' ayah ingin menikah lagi dengan wanita ini ya ''


Maya menuju ke arah Septi yang lagi duduk memangku Tian sang anak.

__ADS_1


Muji terkejut dengan tingkah Maya yang begitu tidak sopan main tunjuk jari ke orang yang lebih tua.


Septi juga sebenarnya merasa tidak terima di tunjuk dengan jari seperti itu. Namun Septi berpikir dia harus sabar menghadapi Maya yang memang dari awal menunjukkan ketidak sukanya pada Septi.


Muji tidak ingin membuat masalah dengan Maya sang anak maka dia hanya menarik nafas saja.


'' iya ayah ingin menikahi tante Septi '' ucap Muji sang ayah


Maya berkata '' ayah boleh menikah dengan tante Septi namun ada syarat nya !''


'' apa yang menjadi syarat nya '' ucap Muji


Maya menarik nafas dalam-dalam, sebenarnya dia masih berpikir apa yang menjadi alasan agar ayahnya tidak menikah lagi. Namun dia tidak berani untuk mengatakan pada ayahnya. Maka Maya mencari sebuah alasan untuk menggalakkan rencana ayahnya menikah.


Terbesit di pikiran Maya untuk membuat Septi tidak terima ayahnya.


Maya berkata '' syaratnya adalah ayah keluar dari rumah ini tidak membawa apapun semua harta yang dimiliki ayah adalah hak kami sebagai anak-anak ayah.''


muji terpana mendengar perkataan Maya sang anak. Ingin rasanya Muji memarahi Maya namun ini momen yang penting tidak boleh terjadi, bila terjadi Muji memarahi Maya maka otomatis pernikahan ini akan gagal.


Muji berpikir keras bagaimana caranya untuk menyelesaikannya.


Muji akhirnya berkata '' ibu Tian bagaimana pendapatmu apa bisa terima saya apa adanya ''

__ADS_1


'' saya sih sebenarnya tidak keberatan kita bisa mulai dari awal mas '' ucap Septi


Maya yang mendengar geram karena rencana nya gagal.


__ADS_2